Ponari Jadi Bintang Iklan

temenroom1

Jombang – Penutupan praktik dukun cilik M Ponari, 9, sudah berakhir beberapa hari. Namun bukan berarti kesibukan bocah asal Jombang, Jawa Timur, ini ini berakhir. Ia dikabarkan akan mengobati seorang pejabat di Jakarta dan membintangi sebuah iklan.

Pemilik batu petir ini berangkat ke Jakarta bersama enam orang kerabatnya. Belum jelas apa tujuan Ponari ke Ibu Kota. Isu yang berkembang di kampungnya Dusun Kedungsari, dukun cilik ini akan mengobati salah satu pejabat tinggi Jakarta. Ada juga yang mengatakan, Ponari ke Jakarta untuk menghadiri undangan salah satu televisi swasta.

“Ponari berangkat ke Jakarta bersama kedua orang tuanya, Mbok Ndawuk, pamannya, serta salah satu tokoh desa setempat. Mereka berangkat menggunakan kereta api dari stasiun Jombang pada Senin (2/3) malam. Saya sendiri kurang paham tujuan mereka ke Ibu Kota,” kata Kapolsek Megaluh, AKP Sutikno, Selasa (3/3) malam.

Keberangkatan Ponari ke Jakarta juga dibenarkan oleh salah satu tukang becak yang biasa mangkal di stasiun Jombang. Menurutnya, rombongan Ponari ke Jakarta menggunakan kereta api Bima.

“Rombongan sekitar enam orang. Saya sendiri sempat melihat Ponari yang digendong seorang laki-laki. Mereka berangkat selepas magrib,” kata Jumadi.

Kenyataan itu juga dibenarkan oleh Marjuni, warga Kedungsari. Menurutnya, rombongan Ponari naik mobil saat berangkat ke stasiun. Menurut informasi yang ia terima, keberangkatan Ponari karena akan menandatangani kontrak iklan dengan salah satu produk minuman ringan.

“Katanya orang-orang Ponari akan jadi bintang iklan, makanya ia bersama keluarga pergi ke Jakarta,” kata penduduk Kedungsari yang berprofesi sebagai petani itu. [beritajatim/nuz]inilahdotcom

temenroom1

Siapakah Ponari?

Mohammad Ponari (9 tahun), anak SD kelas 3, warga dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tiba-tiba saja menjadi “Dukun Tiban” (jadi dukun mendadak). Dengan berbekal “batu ajaib”, ia mengobati pasiennya dengan cara mencelupkan batu saktinya ke segelas air lalu si pasien disuruh meminumnya, dan konon sang pasien merasa sembuh. Ada kalanya Ponari melakukan pijatan ke tubuh pasien yang mengalami kelumpuhan. Sejak namanya tenar sebagai “juru penyembuh”, rumahnya dibanjiri puluhan ribu calon pasien yang tumpah ruah datang ke dusunnya.

Bagaimana awal mulanya Ponari mendapatkan batu ajaib itu ?  Begini kisahnya, Ponari bermain di bawah guyuran air hujan dan petir menyambar-nyambar di atasnya. Tiba-tiba tubuh bocah itu kemasukkan hawa panas, seperti batu terkena sambaran petir. Saat itulah di bawahnya muncul batu sebesar kepalan tangan, berwarna kehitaman. Batu ini, oleh Ponari dibawa pulang.

Oleh neneknya, batu itu sempat dibuang. namun konon batu itu muncul kembali ke rumahnya. Awal mula Ponari bisa mengobati orang sakit, terjadi setelah salah seorang tetangganya menderita sakit. Tanpa sadar, Ponari memberi minuman air putih yang telah dicelupi batu temuannya itu. Menurut pengakuan warga dusun itu, orang yang diberi minuman Ponari itu bisa sembuh. Peristiwa ini menjadi bahan pembicaraan warga dusun.

Ceritera “kesaktian” Ponari ini akhirnya menyebar dari mulut ke mulut ke berbagai tempat. Puluhan ribu orangpun kemudian berbondong-bondong ke rumah Ponari untuk memperoleh pengobatan air celupan batu. Kebanyakan yang menyerbu ke rumah Ponari adalah  kalangan orang-orang miskin, walaupun ada juga orang kaya yang ikut nimbrung terutama yang frustasi karena penyakitnya tak kunjung sembuh meski sudah berobat ke dokter.

Kerumunan puluhan ribu pasien yang saling desak mendesak  mengantri ke rumah Poniri, akhirnya meminta korban 4 orang tewas. Peristiwa ini mendorong Muspida Kabupaten Jombang menghentikan praktek pengobatan Ponari sejak 12 Februari 2009 lalu untuk selamanya.

Adakah  pasien yang  sembuh, dan apakah ia benar-benar sembuh  ataukah hanya sugesti ? Ada yang menyatakan sembuh, tapi banyak yang menyatakan tak ada perubahan sama sekali.

Fenomena apakah peristiwa Ponari ini? Fenomena Ponari adalah cermin kemiskinan dari masyarakat. Masyarakat miskin sekarang ini tak mampu berobat ke dokter maupun ke rumah sakit yang biayanya terasa amat mahal. Disamping itu pelayanan kesehatan yang murah dari pemerintah belum memenuhi kebutuhan masyarakat bawah, terutama di dusun-dusun. Maka tak heran jika masyarakat miskin maupun masyarakat yang tingkat ekonominya belum mapan, membanjiri rumah Ponari untuk mendapatkan pengobatan yang murah dan meriah.

Fenomena Ponari juga mencerminkan masih kuatnya orang-orang percaya pada hal-hal yang mistik ketimbang hal yang rasional di bidang pengobatan maupun lainnya.

temenroom1

Ribuan Pasien Kembali ke Rumah Ponari
Ribuan calon pasien tabib cilik M. Ponari kembali memadati lokasi praktik pengobatan di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang dibuka kembali, Sabtu (14/3/2009) pukul 14.00.
Sebetulnya sejak sehari sebelumnya, calon pasien Ponari itu sudah mendatangi lokasi tersebut sekalipun dihalau polisi. ”Saya datang sejak pukul tujuh pagi kemarin (Jumat), tetapi tidak boleh masuk ke desa sehingga saya menginap di rumah warga di luar desa,” kata Septi (27), yang hendak berobat kepada Ponari.

temenroom1

Penduduk Lamongan itu pernah mendatangi desa itu sebelum praktik Ponari ditutup pada 25 Februari. Pengunjung lain asal Nganjuk, Mujiono (51), mengaku pertama kali datang untuk menyembuhkan gangguan diabetes yang dideritanya.

Kali ini pengaturan antrean calon pasien lebih baik dibandingkan sebelumnya. Puluhan petugas, yaitu warga setempat yang memasang foto Ponari pada seragam pramuka mereka, menjadi tim pengaturan antrean.

Pada Sabtu siang Ponari dengan ceria melayani pasien selayaknya anak-anak yang tengah bercanda dengan sebayanya. Ia menumpahkan air ke wajah atau kepala pasien, mengejar-ngejar, atau duduk di dalam bak.

temenroom1

Kepala Kepolisian Sektor Megaluh, Ajun Komisaris Sutikno, bahkan menjadi ”bulan-bulanan” Ponari yang sempat menendang- nendangnya.

temenroom1

Sutikno secara khusus mengeluhkan sikap Ponari yang menurut dia sudah kelewat batas sebagai imbas ketenaran dan kesuksesan yang digapainya dalam waktu relatif singkat. ”Pihak keluarga saya ajak bicara mengenai ini, tetapi tidak ada tanggapan,” ujar Sutikno.

Sejumlah pasien mengaku tak mempermasalahkan perilaku Ponari yang dianggap tidak sopan itu.

Pengacara keluarga Ponari, Ahmad Rivai, menyebutkan, perilaku Ponari masih bisa ditoleransi karena Ponari masih dilanda euforia setelah tidak bisa membuka praktik selama beberapa pekan lalu. Disinggung kemungkinan mendatangkan psikolog untuk menganalisis dan mendampingi Ponari, Ahmad mengatakan belum dibutuhkan.

temenroom1

Pembukaan kembali lokasi praktik itu sudah dengan persetujuan polisi. ”Mabes Polri dan Komisi Kepolisian pun sudah menyatakan bila ini (pembukaan praktik) tidak ada masalah. Pihak keluarga juga tak pernah meminta agar praktik ini ditutup,” kata Ahmad.

temenroom1

temenroom1

temenroom1

temenroom1

temenroom1

temenroom1

temenroom1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: