Dada Model Indonesia Disilet-silet Pangeran Malaysia

temenroom13

Jakarta Manohara Odelia Pinot, seorang model blasteran Indonesia-Prancis, harus mengalami tragedi pahit dalam hidupnya. Selain diduga disekap oleh suaminya, Tengku Muhammad Fakhry, putra dari Raja Kelantan Malaysia, diduga dada Manohara juga disilet-silet.

Hal memilukan itu diungkapkan oleh ibunda Manohara, Daisy Fajarina. “Anak saya disiksa, di bagian dadanya disilet-silet. Itu yang ngomong dari pihak dalam istana yang punya hati nurani dan nggak tega melihat penderitaan anak saya,” jelas Daisy saat ditemui di restoran Ampera, Jl KH Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2009) petang.

Daisy mengaku memiliki bukti atas penyiksaan yang diterima oleh putrinya itu. “Saya juga ada bukti rekaman,” imbuhnya.

Pernikahan Manohara dengan Tengku Muhammad Fakhry sebenarnya dikarenakan oleh sebuah ‘kecelakaan’. Manohara pada awal 2007 mengaku kepada ibunya kalau kegadisannya telah direbut oleh Tengku. Mendengar pengakuan putrinya itu, Daisy mengaku kaget setengah mati.

“Saya merasa kecurian dan tertipu, setiap saya menjabat tangan Tengku dia bersumpah pada saya tidak akan melakukan hal-hal yg maksiat,” tutur Daisy berlinang air mata.

Lalu bagaimana nasib Manohara sekarang?

temenroom13

Manohara Dipisahkan dari Ibunya Usai Umroh

Hingga Kini Daisy Fajarina, ibunda model Manohara Odelia Pinot, belum bertemu lagi dengan anaknya sejak melangsungkan ibadah umroh pada Februari 2009 lalu. Daisy bahkan terakhir berkomunikasi dengan putrinya pada 19 Maret 2009 lalu.

“Tanggal 19 Maret Manohara nelepon sambil nangis ke saya, itu terakhir kali dia berbicara dengan saya,” ujar Daisy saat ditemui di restoran Ampera, Jl KH Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2009).

Setelah pengakuan Manohara pada Daisy soal kegadisannya yang direbut oleh Tengku Muhammad Fakhry pada awal 2007 lalu, pangeran Kerajaan Kelantan Malaysia itu mengaku siap bertanggung jawab. Mereka lalu menikah pada 26 Agustus 2008 lalu saat usia Manohara belum genap 17 tahun.

Daisy pada awalnya mengaku bahagia melihat anaknya dinikahi pria kaya dan terhormat di Malaysia. Tapi ternyata bersuamikan pangeran kaya dan tinggal di istana megah tidak membuat Manohara bahagia.

Saat Manohara sakit, ia dilarikan ke sebuah rumah sakit di Singapura. Manohara pun memanfaatkan momen itu untuk melarikan diri ke Indonesia. Saat di Indonesia itu lah Manohara bercerita banyak soal penderitaannya kepada sang ibu dan kakaknya, Dewi Pinot.

Puncak kegusaran Daisy ialah seusai dirinya, Manohara dan Dewi diajak umroh oleh keluarga Tengku pada Februari 2009 lalu. Saat itu Daisy mengaku menyambut baik tawaran keluarga Tengku umroh untuk memperbaiki silaturahmi yang sempat renggang. Keluarga kerajaan mengajak Daisy sekelurga umroh juga untuk bisa membawa kembali Manohara ke Malaysia.

Setelah usai menjalankan ibadah umroh bukannya ketenangan yang didapat Daisy, anaknya malah dibawa kabur Tengku dengan menggunakan pesawat jet pribadi.

“Pas tanggal 9 maret 2009, Manohara bareng sama Tengku, naik mobil di depan, beda mobil dengan saya. Saat tiba di bandara kita bukan menuju ke terminal biasa, tapi ke terminal pribadi. Pas Manohara naik pesawat, saya juga mau naik tangga, tapi pintu pesawatnya sudah ditutup,” urainya.

Kini Daisy berharap banyak kepada Pemerintah Indonesia untuk bisa memulangkan putrinya secepat mungkin.

temenroom13

Ibunda Mano Bantah Jual Anak Demi Harta

Kesediaan Daisy Fajarina menikahkan putrinya, Manohara Odelia Pinot, dengan anak Raja Kelantan, Malaysia, beraroma materialistik. Akan tetapi Daisy Fajarina membantah keras tuduhan itu.

“Perlu saya tambahkan bahwa dengan mengawinkan anak saya pada Tengku Muhammad Fakhr keadaan kami sama, Alhamdulillah, kami masih tinggal di kontrakan, dan mobil pun kredit,” kata Daisy Fajarina saat jumpa pers di Warung Ampera, Jl Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2009).

Dikatakan Daisy Fajarina, dia bersama dua orang putrinya, termasuk Mano, panggilan akrab Manohara Odelia Pinot sudah 2,5 tahun ini menetap di Jakarta. Sebelumnya dia tinggal bersama suaminya, Reiner, di Cote d’Azur, Prancis. Namun, akibat sang suami terkena kasus, pasangan itu memilih untuk berpisah secara baik-baik.

“Kalau memang tuduhan mereka benar, bahwa saya menjual anak, pastinya saya sudah mempunyai tempat tinggal sendiri, dan saya bersedia memberikan bank statement saya,” jelas perempuan yang didampingi putri pertamanya, Dewi Pinot, itu.

Menurut Daisy Fajarina tuduhan kepadanya itu pertama-tama datang dari Istana Kelantan sendiri. Hal itu terjadi pada saat Manohara Odelia Pinot, kabur ke Indonesia akhir tahun lalu. Daisy Fajarina disebut membawa pulang anaknya itu karena mengingingkan uang sebesar RM 600 ribu.

“Tapi akhirnya mereka mengakui bahwa pernyataan itu tidak benar,” jelas perempuan berjilbab ini.

Dubes Malaysia, lanjut Daisy Fajarina juga pernah mengatakan dirinya melakukan pemerasan.

“Lagi-lagi mereka memfitnah saya. Mengapa untuk merampas hak saya sebagai Ibu, memisahkan saya dari anak saya, mereka memilih hal ini kepada saya. Mereka sanggup melakukan fitnah sampai sejauh itu,” terangnya sambil menitikkan air mata.

Daisy Fajarina mengatakan, tuduhan gila harta yang menimpanya juga dialamatkan oleh pihak-pihak Indonesia. Setiap pejabat Indonesia yang dia temui selalu menanyakan dia mendapat uang berapa dari hasil mengawinkan anaknya dengan putra raja Kelantan pada 26 Agustus 2008 itu.

Daisy Fajarina bahkan mengaku dipersalahkan karena menikahkan anak gadisnya yang sebelum menikah menjadi model tersebut. Ceritanya, pada 22 Maret 2009, dia menemui seorang pejabat di lingkungan Deplu.

“Saya tunjukkan krologisnya, dia marah kepada saya. Katanya, ‘mengapa menyerahkan anak ibu kepada orang Malaysia itu? Saya sekarang mengerti Pak Dai (Dai Bachtiar, Dubes Indonesia untuk Malaysia) tidak mau membantu ibu, karena ibu memperlakukan anak seperti itu,’” kata Daisy menirukan ucapan pejabat itu.

temenroom1

Keluarga Tidak Percaya Mano Bahagia

Salah seorang kerabat kerajaan Kelantan, Malaysia, mengklaim bahwa model cantik Manohara Odelia Pinot (17) saat ini hidup bahagia. Pihak keluarga Mano tidak mempercayai hal tersebut.

“Nggak percaya saya, mana mungkin itu,” kata kakak kandung Mano, Dewi, kepada detikcom, Rabu (22/4/2009) malam.

Menurut Dewi, jika memang Mano bahagia izinkan pihak keluarga untuk melihat hal tersebut. Dengan terputusnya komunikasi antara Mano dan keluarga sudah menjadi indikasi kuat bahwa model cantik itu dalam keadaan merana.

“Saya ingin mendengar sendiri dari Mano kalau dia bahagia,” imbuhnya.

Baik Dewi maupun orang tua Mano terus berharap agar pihak Kerajaan Kelantan segera memulangkan Mano. Tidak ada hal yang lebih membahagiakan keluarga selain kesempatan untuk berkomunikasi dengan Mano.

“Kalau mau dibikin bahagia jangan dengan cara begitu dong,” pungkasnya.

temenroom13

Manohara Pernah Konsultasi ke Dr Naek L Tobing

Manohara Odelia Pinot pernah menyambangi Dr Naek L Tobing. Disebut-sebut model cantik yang dinikahi Pangeran Kelantan Tengku M Fakhry ini berkonsultasi mengenai kekerasan seksual.

“Ya Manohara pernah ke sini. Tapi untuk apa silakan tanyakan ke dokter,” jelas sekretaris Dr Naek, Okta saat dihubungi melalui telepon, Rabu (22/4/2009).

Okta tidak mau merinci lebih lanjut. Hanya saja informasi menyebutkan bila Manohara pergi ke sana setelah menikah dengan Pangeran Fakhry.

“Nanti tanya saja ke dokter,” tambah Okta.

temenroom1

Keluarga Manohara Datangi Komnas Perempuan

Berbagai langkah terus dilakukan orang tua model cantik Manohara Odelia Pinot untuk bertemu anaknya. Kali ini, keluarga Mano akan mendatangi Komnas perempuan pukul 10.00 WIB.

“Kita ingin Komnas Perempuan membela kami,” kata kakak kandung Mano, Dewi, kepada detikcom, Rabu (22/4/2009).

Bentuk pembelaan yang dimaksud Dewi adalah meminta Komnas Perempuan untuk membantu proses kepulangan Mano. Menurut Dewi, tidak ada yang boleh merenggut hak asasi Mano sebagai seorang anak untuk bertemu dengan keluarganya.

“Termasuk suaminya. Tapi tergantung nanti pertanyaan yang diajukan mereka (Komnas Perempuan),” jelas Dewi.

Keluarga Mano sengaja memilih Komnas Perempuan dengan alasan memiliki kepentingan yang sama dengan pihak keluarga. Untuk itu, keluarga model cantik tersebut berharap banyak pada Komnas Perempuan.

“Kita yakin Komnas Perempuan punya kepentingan yang sama untuk membela Mano, karena itu prinsip mereka,” pungkasnya.

p style=”text-align:left;”>temenroom1

Jika Gagal Temui Mano, Keluarga Ancam Tuntut Kerajaan Kelantan

“Nanti kalau usahanya tetap gagal, ya kita akan menuntut Kerajaan Kelantan,” kata pengacara Daisy, Yuri Andre Darma saat berbincang dengan detikcom, Kamis (30/4/2009).

Namun, Yuri mengaku belum mengetahui mengenai tuntutan atau gugatan yang akan dilayangkan. “Ya itu nanti, kita masih tunggu dulu hasilnya,” katanya.

Yuri berharap, dengan segala upaya yang dilakukan, Daisy bisa bertemu dengan Mano. Dengan pertemuan itu, Daisy dapat memastikan penyiksaan dan kekerasan yang diterima Mano dari suaminya, Tengku Muhammad Fakhry.

“Di situ kan bisa dibuktikan mendapat kekerasan atau tidak. Jika iya, nanti tentu ada upaya hukum lagi,” kata Yuri.

Menurut Yuri, Daisy juga sudah menemui sejumlah pihak untuk membantu agar dapat bertemu Mano. Salah satunya dengan melayangkan surat ke Komisi I DPR.

“Setelah ini, nanti DPR akan memanggil Bu Daisy dan kuasa hukum untuk memberi keterangan,” kata Yuri.

temenroom13

Surat Sakit Hati Mano untuk Fakhry

Tengku Muhammad Fakhry, pangeran Kerajaan Kelantan, Malaysia membantah telah menganiaya Manohara Odelia Pinot, istrinya. Namun bertentangan dengan sanggahan itu, melalui sebuah surat yang konon ditulis Mano, model cantik itu menyatakan rasa sakit hatinya kepada Fakhry.

“Berat rasanya memberitahumu (Fakhry) dengan kata-kata bagaimana kamu menyakitiku di malam pertama kita,” begitu tulis Mano dalam sebuah surat yang pernah ditunjukkan ibunya, Daisy Fajaria, kepada publik.

Selembar surat yang ditulis dalam bahasa Inggris di atas kertas putih berkop Ritz Carlton, Jakarta itu beredar di forum-forum hingga Senin (4/3/2009). Banyak kata-kata yang dicoret di surat tersebut. Mungkin, si penulis merasa kata-katanya salah atau kurang pas.

Apa yang sangat menyakiti Mano saat itu? Dalam suratnya, Mano menyebut, Fakhry telah memaksanya untuk berhubungan seks padahal saat itu dirinya tengah datang bulan. Saat ditolak, Fakhry malah meminta Mano untuk keluar dari kamar.

“Mungkin aku masih 17 tahun, tapi aku istrimu,” tulis Mano.

Mano juga menulis soal kekecewaannya pada Fakhry. “Kamu sungguh tidak dewasa, jika kamu memang mencintai aku, cinta juga soal kepercayaan,” tulisnya.

Menurut Mano dalam surat itu, ketidakpercayaan Fakhry terlihat dari sikapnya yang mengganti nomor telepon Mano sehingga Mano tidak bisa berkomunikasi dengan teman-temannya. “Katakan kamu tidak percaya padaku,” lanjut Mano.

Kekesalan Mano juga diungkapkan pada kalimat-kalimat terakhir dalam surat tersebut. “If i am your wife and partner, do not ever again refer to me as your property. You have paid nothing for me. You have kept none of your promises,” kata Mano dalam surat itu.

Kakak Mano, Dewi Sariasih Pinot membenarkan soal surat tersebut. Menurut Dewi, surat yang telah lecek itu ditemukan di kamar Mano. “Waktu kita bersih-bersih kamar dia, kita nemuin surat itu,” kata Dewi.

detikdotcom

Akhirnya Manohara Kembali

mano_ibuBak sebuah drama, Manohara merupakan pemeran utama wanita yang baru saja menyelesaikan episode panjangnya di Kesultanan Kelantan. Banyak hikmah yang ia dapatkan, namun yang pasti Mano menyatakan tidak akan kembali lagi ke Malaysia, “Saya tidak mau ke Malaysia lagi,” ucapnya.

Berikut petikan wawancara bersama Manohara di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09)

Setelah kejadian ini, apakah Anda akan ke Malaysia lagi?

Saya tidak mau ke Malaysia lagi, I don’t trust it anymore. Ke Singapore saja saya sudah mulai takut.

Bagaimana kronologis pulang ke Indonesia?

Jadi kita (pihak kerajaan Kelantan) ke sana (Singapura) karena sultan Kelantan ada heart attack (serangan Jantung), mau medical check up. Ketika itu harusnya 5 minggu, tapi ketika pihak kerajaan tau mama mau datang, baru 1 malam kita diminta packing.

Anda tahu Mama mau ke sana?

Ada seorang pihak kerajaan yang baik hati yang saya tidak bisa sebut namanya memberi tahu saya. Lalu saya mencoba mengulur waktu dengan mandi berlama-lama sampai digedor-gedor. Itu kan di lantai 13.

Setelah itu ketika kita turun lift, pihak kerajaan kasih tau jangan turun ke bawah karena mama sudah di lobi. Mano mau dibawa ke lantai 3, itu lantai Raja, Mano mau dikunci di sana. Tapi Mano gak mau. Sempat juga mau disuntik.

Mano akhirnya pencet-pencet tombol lift, dan datang polisi Singapura. Mano dibawa ke satu kamar dan tidak lama datang Mama. Pas di kamar, ada pihak embassy, saya legaan dikit. Lalu kita dibawa ke Airport.

Apa sebelumnya Anda pernah mencoba kabur dari Kelantan?

Enggak mungkin bisa kabur dari sana, karena kalau ketahuan pasti security-nya ditingkatin. Jadi Mano cari yang possibility nya ada.

Kekerasan seperti apa yang selama ini Anda terima?

Setiap hari ada kekerasan, yang silet-silet, sexual harassment, mental abuse, it is true.

Tadi Anda bilang disuntik, memang sebelumnya pernah disuntik juga?

Dulu pernah dua kali disuntik. Makanya saya mau cek ke dokter.

Sebab pernah ketika keesokan habis disuntik saya muntah darah dan tidak lebih dari 4 hari berat badan saya naik 10kg. Itu kan nggak wajar. Mungkin mereka ingin terlihat saya sering makan atau terkesan hamil.

Mano takut makan. Karena pernah sehabis makan langsung tidur dan pernah juga jadi grogi.

Apakah Anda merasakan adanya efek psikis?

Iya, several weeks I have depression. Tapi kalau saya sakit, saya membiarkan mereka menang.

Apa Anda menjadi trauma dengan laki-laki?

Kalau trauma, it means Teuku has killed my life.

Pernah tidak, Anda menanyakan kenapa Fakhry melakukan hal tersebut?

His answer because you are my property.

Apakah sekarang Anda masih cinta dengan Fakhry?

Perasaan definetely udah nggak cinta, tapi kalau perasaan benci Mano pikir itu sama dengan menyakiti diri sendiri saja (Mano tidak ingin memelihara perasaan benci).

Menurut Mano, Tengku agak pshyco. Kalau dia lagi stubborn (keras kepala), saya seperti property bagi dia, saya seperti bukan manusia. Kalau orang biasa, pasti tidak akan melakukannya kan?

Apa yang akan dilakukan ke depannya? Apakah akan kembali ke dunia model?

Ke dunia model, why not?

Mano juga mau menjadi aktivis. Mano mau make sure masyarakat kita yang ada di luar sana tetap terjaga. Supaya kalau ada yang menelepon (ke Kedubes Indonesia di Malaysia) nggak dibilang libur. Sebab banyak masyarakat Indonesia di sana yang mendapatkan perlakuan serupa. Bahkan banyak warga Malaysia yang ingin pulang tapi tidak diizinkan oleh raja. Most basic human right itu gak didapatkan di sana.

Mano juga ingin meminta agar Kedubes RI di Malaysia diganti. Dia (Dubes RI) yang bilang kalau Mano senang-senang di KL (Kuala Lumpur), padahal kan tidak. Jadi harus diganti Kedubes RI di sana.

Apa pernah ada bantuan dari Kedubes RI di Malaysia?

(Ibu Manohara menjawab) Enggak ada bantuan dari kedutaan Indonesia di sana, saya hanya dapat bantuan dari Laskar Merah Putih.

Apakah akan ada proses hukum ke depannya?

Mau ada proses hukum. Nanti lebih lanjut akan dibahas oleh lawyer saya.

Mano akan cerai dengan Fakhry?

Iya mau cerai. Memang dari dulu saya mau cerai.

Kalau di foto, Anda terlihat senang. Itu benar?

Foto itu semua di-plan. Mesti senyum. Kalau tidak diikuti lebih parah konsekuensinya. Abuse nya lebih kasar. Perhiasan

Itu juga berlian punya raja. Mano hanya dipinjamkan. Pas selesai (acaranya), semuanya dilepas sama bodyguard-nya.

Apa benar di sana Anda digaji?

Terus terang saja, di sana Mano membuat kue. Memang sempat dulu dikasih 3000 Ringgit, tapi nggak pernah dipakai karena sulit harus ada perizinan untuk menggunakannya.

Kalau pun saya menggunakannya, saya akan memilih untuk membagi-bagikannya kepada waitresses (pelayan) di sana. Di istana ada semacam waitresses yang satu bulannya hanya digaji 500 Ringgit. Mereka bekerja selama 24 jam. Kalau mereka memecahkan sebuah gelas, mereka harus menggantinya.

manoSaat jumpa pers ini, Manohara Odelia Pinot mengaku sudah tidak mencintai lagi suaminya Pangeran Kerajaan Kelantan Tengku Muhammad Fakhry. Ia juga mengaku masih sering ketakutan mengingat perlakuan kasar sang suami.

manoMano dan ibunya, Daisy Fajarina datang ke markas Laskar Merah Putih dengan menggunakan mobil Avanza.

manoManohara Odelia Pinot pulang ke Jakarta setelah ibunya, Daisy Fajarina dan kakaknya, Dewi Sri Asih, menjemputnya di Singapura. Tampak Ibunda Mano, Daisy Fajarina mendampingi Mano jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih.

manoSambil memainkan jari-jari lentiknya di atas tuts piano, Daisy Fajarina menyanikan lagu ciptaannya yang berjudul ‘Di antara Kita’.

Kerinduan Daisy Fajarina terhadap anaknya Manohara Odelia Pinot begitu dalam. Selama hari-hari penantiannya menunggu puteri tercinta kembali ke pangkuan, Daisy pun menciptakan bait-bait lagu.

Manohara Diperlakukan Seperti Mainan

Manohara Odelia Pinot mengaku sudah tidak mencintai lagi suaminya Pangeran Kerajaan Kelantan Tengku Muhammad Fakhry. Mano tidak suka dengan tingkah Fakhry yang memperlakukannya seperti mainan belaka.

“Sudah nggak cinta. Tapi kalau benci itu berarti saya menyakiti diri saya sendiri,” kata Manohara dalam jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo, Jakarta Barat, Minggu (31/5/2009). Mano menjawab pertanyaan apakah masih mencintai suaminya atau tidak.

Mano menceritakan, Fakhry menganggap dirinya seperti properti yang diperlakukan seenak-enaknya. “Buat Fakhry, Mano itu seperti mainan saja. Tengku Bilang, karena kamu properti saya,” jelas Mano.

Model cantik itu mengaku masih sering ketakutan mengingat perlakuan kasar sang suami. Ia kini sedang menata agar hidupnya kembali tenang.

Dalam jumpa pers itu, Mano mengenakan gaun krem dengan motif bunga-bunga merah dipadu cardigan coklat. Mano didampingi ibunya, Daisy Fajarina, Direktur Laksar Merah Putih Eddy Hartawan dan tim pengacara ibu Manohara.

mano

Kesultanan Kelantan Belum Kontak Keluarga Manohara

Kesultanan Kelantan belum ada yang mengontak Manohara Odelia Pinot ataupun keluarganya setelah perempuan cantik itu berhasil kabur ke Jakarta.

“Belum ada yang menghubungi,” kata pengacara ibu Manohara, Daisy Fajarina, Yuli Andre Darma kepada detikcom, Minggu (31/5/2009).

Mano berhasil kabur dari sekapan Kesultanan Kelantan saat berada di Singapura. Mano bebas setelah mendapat bantuan Kedubes AS, FBI, KBRI di Singapura dan polisi Singapura. Mano membenarkan telah mendapat siksaan dari suaminya, Tengku M Fakhry. Tubuhnya disilet dan disuntik hingga muntah darah jika melawan. Mano pun mengalami kekerasan seksual.

Setelah terbebas dari Kelantan, Mano akan meminta perlidungan ke pihak-pihak terkait di Indonesia. Pengacara pun akan menempuh jalur hukum terhadap Fakhry. “Kalau Mano menghendaki, kita akan bikin laporan,” kata Yuli Andre.

mano

mano

detikdotcom

Sarumpaet Ragukan Pengakuan Manohara

Manohara sudah kembali ke pelukan ibundanya dan membeberkan peristiwa getir yang dialaminya selama menjadi istri Tengku Muhammad Fakhry. Namun, pengakuan Manohara ini diragukan kebenarannya oleh Ratna Sarumpaet.

“Jangan tertipu air mata yang berderai. Kita harus membuka mata lebar-lebar atas setiap permasalahan. Kalau memang benar Manohara pernah mengalami penyiksaan selama menjadi istri Raja Kelantan itu, mestinya dia kering dan bukannya segar bugar seperti itu,” kata aktivis perempuan itu kepada wartawan Surya, Minggu (31/5).

Wanita kelahiran Tarutung, Sumatera Utara, 16 Juni 1949, ini mengaku nyaris tak bisa menahan emosi ketika menyaksikan sosok Manohara di televisi. “Saya tadi kontan marah begitu melihat dia dalam keadaan sehat walafiat. Seseorang yang katanya pernah disundut rokok dan disilet mestinya badannya kurus kering, bukan gemuk gitu!” ujarnya.

Jika memang Manohara pernah mengalami ketidaknyamanan atas perlakuan Fakhry, lanjut Ratna, Manohara harus bisa membuktikannya di depan publik. “Kita jangan mudah tertipu. Ini masalah negara. Kita juga harus ingat di sana (Malaysia) ada ribuan warga kita yang jadi TKI. Jangan karena satu orang yang berbohong, yang lain dengan jumlah lebih banyak mendapat perlakuan lebih tidak enak,” kata Ratna yang pernah mementaskan Marsinah Menggugat.

Dengan alasan tidak adanya bukti ini pula, Ratna beberapa hari lalu memutuskan mencabut dukungannya kepada Deasy Fajarina, ibunda Manohara. “Waktu saya minta datang ke Polda dengan membawa bukti-bukti penyiksaan yang dialami Manohara, dia tidak datang dan berkelit macam-macam. Timbul pertanyaan, ada apa sebenarnya ini? Kalau memang benar, sampai kapan pun harus kita perjuangkan kebenaran itu!” tuturnya.

mano

kompasdotcom

Manohara: Yang Silet-silet Itu Benar
Manohara Odelia Pinot membenarkan suaminya, Pangeran Kesultanan Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry, melakukan tindakan sangat keji kepada dirinya. Tubuh Mano disilet-silet.

“Ya setiap hari. Yang silet-silet, kekerasan seksual, kekerasan lainya. Semua itu benar,” kata Manohara di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2009).

Mano masih mengalami trauma akibat kekerasan tersebut. Ia pun enggan membeberkan secara lebih detail kekejaman sang suami. “Semua itu masih sangat berdampak pada saya,” curhat Mano.

Kronologi Manohara Kabur dari Fakhry
Segala upaya dilakukan Manohara Odelia Pinot untuk bisa kabur dari suaminya, Pangeran Kesultanan Kelantan Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry. Kisah Mano bak drama. Mano mandi berlama-lama sampai pintu kamar hotelnya digedor-gedor, melawan disuntik hingga ditolong polisi Singapura.

Mano menceritakan, ia mendapat kesempatan untuk kabur ketika Sabtu (30/5/2009) kemarin, keluarga Kesultanan Kelantan ke Singapura karena Sultan Kelantan mengalami serangan jantung. Rencananya pihak Kelantan akan berada di Singapura selama 5 minggu.

Namun ketika Kesultanan mendapatkan informasi ibu Manohara, Daisy Fajarina juga ke Singapura, kesultaan Kelantan tiba-tiba memutuskan untuk cepat-cepat pulang.

“Ketika pihak Kerajaan tahu ibu mau ke sana, baru satu malam, kita disuruh packing untuk pulang,” cerita Manohara usai jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2009).

Mano mengaku tahu ibunya ingin menjemputnya di Singapura dari salah seorang anggota Kesultanan Kelantan yang baik hati. Mano menolak menyebutkan nama anggota Kesultanan yang sudah menolongnya itu.

Mengetahui Daisy akan datang, Mano pun melakukan segala upaya untuk bisa meloloskan diri. Awalnya ia mencoba mengulur waktu agar tidak segera dibawa pulang ke Kelantan dengan mandi berlama-lama. Kamar hotel Mano di lantai 13 Hotel Royal Singapura sampai digedor-gedor.

Tapi upaya Mano tidak banyak berhasil. Ia tetap dipaksa ikut turun. Pas saat akan turun, Kesultanan Kelantan mendapat laporan Daisy sudah berada di lobi hotel. Mano dilarang turun, tapi ia nekat ingin ke lobi. Model yang menikah pada umur 17 tahun itu lantas dipaksa akan dibawa ke ruangan Sultan Kelantan di lantai 3. Di ruangan ini Mano akan dikunci. “Saya sempat mau disuntik tapi saya menolak,” cerita Mano.

Tak hilang akal, Mano kemudian memencet-mencet tombol lift sehinga polisi Singapura pun datang.  “Mereka lantas membawa saya ke sebuah ruangan. Tak lama ibu datang. Saya langsung memeluk ibu,” curhat perempuan cantik itu.

Kepada polisi Singapura, Mano meminta agar tidak dibawa kembali ke Malaysia. Setelah bertemu Daisy, Mano pun dibawa ke airport dan kemudian terbang ke Jakarta. Perempuan yang mengaku disilet-silet suaminya itu tiba di tanah air pagi pukul 07.30 WIB pagi tadi.

Manohara Disuntik Hingga Muntah Darah
Kekejian yang dialami Manohara Odelia Pinot sungguh mengerikan. Selain tubuhnya disilet, Mano mengaku disuntik bila dia berusaha melawan. Pernah setelah disuntik, Mano muntah darah.

Manohara menceritakan kejadian kejam itu usai jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2009). Dalam jumpa pers itu, Mano mengenakan gaun krem dengan motif bunga-bunga merah dipadu cardigan coklat. Mano didampingi ibunya, Daisy Fajarina, Direktur Laskar Merah Putih Eddy Hartawan dan tim pengacara ibu Manohara.

Menurut Mano, ia sempat akan disuntik saat mencoba kabur ketika kerabat Kelantan ke Singapura, Sabtu (30/5/2009) kemarin. Sebelumnya, ia dua kali disuntik. Setelah disuntik, keesokan harinya Mano muntah darah.

“Saya muntah darah dan nggak lebih dari 4 hari berat saya naik 10 kilo. Itu kan nggak wajar,” kisah Mano.

Mano menduga pihak Kesultanan Kelantan menyuntiknya karena ingin ia kelihatan gemuk atau sedang hamil. Padahal di Kelantan, Mano sangat takut makan. Ia takut makanan yang diberikan kepadanya itu mengandung obat-obatan.

“Sebenarnya saya takut makan karena pernah sekali makan habis itu langsung cepat tidur. Atau jadi grogian,” cerita Mano.

Manohara Terpaksa Tampil Bahagia Sebab Takut Disiksa
Tersenyum dan tampak bahagia. Demikian penampilan Manohara Odelia Pinot dalam foto-foto yang dilansir blog dari Kelantan, toughlane. Mano mengaku foto-foto itu direkayasa. Ia tidak tampil apa adanya karena takut disiksa.

“Foto itu semua direncanakan, di-plan mesti senyum,” kata Manohara usai jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2009).

Perempuan yang mengaku disilet-silet sang suami itu menuturkan, untuk sebuah foto dia diberi instruksi yang harus dilakukan. Bila tidak melakukan instruksi itu Mano terancam mengalami siksaan yang kejam.

“Wah itu tambah parah konsekuensinya. Kekerasannya akan lebih kasar,” curhat Mano.

Sebelumnya Mano membenarkan Tengku Muhammad Fakhry, Pangeran Kesultanan Kelantan yang menikahinya pada Agustus 2008 itu sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Fakhry menyilet tubuh Mano. Bila Mano berusaha melawan atau kabur ia disuntik hingga muntah darah.

“Dulu ada dua kali disuntik. Makanya besok saya mau cek ke dokter,” kata Mano.

Manohara: Fakhry Agak Psikopat
Kekerasan yang dilakukan Pangeran Kesultanan Kelantan kepada model cantik Manohara Odelia Pinot cukup membuat model cantik ini berpikir Tengku M Fakhry mempunyai kelainan jiwa.

“Menurut saya, dia agak psiko (psikopat),” ujar Mano setelah melakukan jumpa pers di Markas Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09).

Mano menceritakan ia sering menjadi mainan bagi Fakhry. “Kalau dia lagi stubborn, saya seperti properti bagi dia, saya seperti bukan manusia,” kata Mano sedih.

Sebelumnya, Mano juga mengaku segala macam kekerasan sering ia terima tatkala berada di Kelantan. Mulai dari kekerasan pada tubuhnya hingga kekerasan seksual.

“Kalau orang biasa, pasti tidak akan melakukannya kan?” kritik Mano pada suaminya.

Manohara Minta Dubes RI di Malaysia Diganti
Kekesalan Manohara kepada Kedutaan Besar RI di Malaysia tidak main-main. Mano meminta agar Dubes Malaysia Jenderal Purn Da’i Bachtiar segera diganti.

“Harus diganti Dubes RI di Malaysia,” ucap Mano setelah melakukan konpers di Markas Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09).

Kekesalan tersebut bukanlah tanpa sebab. Mano mengaku tidak mendapatkan bantuan apapun, bahkan terkesan baginya pihak kedubes telah membuat pemberitaan bohong tentang dirinya.

“Dia yang bilang kalau Mano seneng-seneng di KL (Kuala Lumpur), padahal tidak begitu,” imbuhnya.

Mano juga menceritakan pernah satu waktu ia menelepon ke pihak kedubes namun tidak ditanggapi. “Saya bilang ini telepon emergency, tapi dibilang tidak bisa karena sedang libur.”

Hal senada juga dikisahkan sang ibunda, Daisy, yang mengaku tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari kedutaan Indonesia di sana. “Tidak ada bantuan dari kedubes Indonesia di Malaysia, saya hanya dapat bantuan dari Laskar Merah Putih,” kata Daisy.

FBI & Kedubes AS Terlibat Pembebasan Manohara
Kisah Manohara Odelia Pinot bak drama. Demikian pula cerita kaburnya model cantik itu dari Kerabat Kesultanan Kelantan saat berkunjung ke Singapura. Agen khusus FBI, Kedubes Amerika Serikat (AS) dan KBRI terlibat hingga Mano berasil bebas.

“Kita memang minta bantuan FBI dan Kedubes AS serta KBRI. Mereka banyak membantu hinga Mano berhasil pulang ke Indonesia,” kata pengacara ibunda Manohara, Yuli Andre Darma, kepada detikcom, Minggu (31/5/2009).

Kedubes AS dilibatkan sebab Manohara mempunyai paspor sebagai warga negara adidaya itu. Ayah Manohara, George Mann, berkebangsaan AS. Andre Yuli menuturkan, keluarga dan tim pengacara berkoordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI Singapura setelah mendapat informasi dari orang dalam Kesultanan Kelantan, Manohara akan ke Singapura. Manohara ke Singapura bersama kerabat Kesultanan Kelantan untuk menjenguk Sultan Kelantan yang dirawat di negeri Singa tersebut.

Tim pengacara dan Daisy Fajarina sebenarnya akan terbang ke Singapura, Kamis (28/5/2009). Namun rencana ini bocor ke Kelantan. Daisy dan pengacaranya pun lantas menunda. “Akhirnya agar tidak mencolok Ibu Daisy dan Dewi saja yang berangkat ke Singapura Jumat (29/5/2009). Tentu kita tetap koordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI,” cerita Yuli Andre.

Manohara berhasil bertemu Daisy di Hotel Royal Plaza Singapura.
Mano berhasil kabur setelah memencet-mencet tombol emergency lift hotel saat dipaksa pihak Kesultanan Kelantan untuk dikunci di ruangan raja, di lantai 3 Hotel Royal. Polisi Singapura berdatangan menolong Mano akibat bunyi tombol tersebut.

Manohara dan Kemewahan Semu Kerajaan Kelantan
Menjadi seorang putri seharusnya hidup dalam sebuah kemewahan. Akan tetapi tidak selamanya begitu. Manohara Odelia Pinot mengaku hanya mendapatkan kemewahan semu.

Mano mengaku ia memang sering terlihat tampil mewah dengan gaun indah dan aneka perhiasan di tubuhnya. Tapi perhiasan yang dikenakan saat tampil di publik itu bukan miliknya. Semua hanya dipinjamkan.

“Perhiasan berlian itu punya raja. Mano hanya dipinjami. Pas pulang (dari acara.red), semuanya dilepas lagi sama bodyguard,” cerita Mano setelah melakukan konpers di Markas Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09).

Mano menuturkan pula bahwa dirinya memang benar mendapatkan uang dari pihak kerajaan, namun tidak pernah ia gunakan.

“Sempat dikasihkan 3.000 Ringgit, tapi enggak pernah digunakan. Karena sulit, harus menggunakan perizinan untuk menggunakannya,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan uang sendiri, Mano pun kemudian membuat kue. “Terus terang saja di sana Mano membuat kue,” aku model cantik berusia 17 tahun tersebut.

Tidak hanya terhadap dirinya, Mano juga angkat bicara mengenai sisi lain kehidupan di istana Kelantan.

“Di istana ada semacam waitresses (pelayan) yang satu bulannya hanya digaji 500 Ringgit. Mereka bekerja selama 24 jam,” cerita Mano.

“Kalau mereka memecahkan sebuah gelas, mereka harus menggantinya. Maka kalau saya menggunakan uang itu, saya akan memilih untuk membagi-bagikannya kepada mereka,” ucap Mano prihatin.

Mano Ingin Jadi Aktivis & Kembali Jadi Model

Sebuah pengalaman pahit namun berharga telah mengisi kehidupan model cantik Manohara Odelia Pinot. Berbekal pengalaman tersebut, perempuan berusia 17 tahun ini ingin menjadi seorang aktivis.

“Mano mau menjadi aktivis. Mano mau make sure masyarakat kita yang ada di luar sana tetap terjaga,” ujar Mano setelah melakukan konpers di Markas Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09).

Mano menceritakan, banyak warga negara Indonesia (WNI) yang mengalami hal serupa di luar negeri terutama Malaysia. “Most basic human right itu gak didapatkan di sana,” tuturnya.

Selain menjadi aktivis, Mano juga berencana untuk kembali lagi ke dunia model. “Ke dunia model, why not?” imbuh perempuan blasteran AS itu sambil tersenyum.

Deplu Sampaikan Nota Diplomatik ke Malaysia
Departemen Luar Negeri (Deplu) mengaku sudah menyampaikan nota diplomatik ke Malaysia terkait kasus yang menimpa Manohara Odelia Pinot.

“Pak Dubes sudah menyampaikan nota diplomatik dan sudah menghubungi Kesultanan,” ujar Juru Bicara Deplu Tengku Faizasyah kepada detikcom, Minggu (31/5/2009).

Menurut Faiz, Dubes RI di Malaysia bahkan sudah pernah menghubungi langsung pihak Kesultanan Kelantan. Sampai akhirnya terjadi pertemuan antara pihak Kesultanan dengan KBRI.

Pada saat pertemuan itu, kata Faiz, pihak Kesultanan sebenarnya sudah pernah menjanjikan akan mempertemukan Manohara dengan keluarganya. Namun janji itu hingga kini tidak kunjung tercapai.

“Tapi karena Sultan sakit agak lain kejadiannya,” imbuh Faiz.

Soal pengakuan Manohara yang menelepon Kedubes di Malaysia tapi tidak ditanggapi, Faiz tidak tahu. Menurutnya bisa saja Manohara pernah menghubungi Kedubes tetapi tidak ditangani oleh yang menerima karena pelayanan di Kedubes sangat banyak.

“Proses melayani WNI di Malaysia dalam jumlah besar sulit juga mengingat apakah ada nama Manohara. Kalau mungkin ke-record bisa dicari,” paparnya.

Faiz mengatakan, pihak KBRI di Singapura turut berperan memulangkan Manohara. Petugas KBRI di Singapura membantu pengurusan administrasi Mano, agar bisa keluar dari negeri singa itu.

“Karena diurus administrasinya oleh KBRI di sana. Kalau nggak, tidak bisa keluar dia,” katanya.

Manohara kini telah kembali ke Jakarta dijemput ibunya Daisy Fajarina dan kakaknya Dewi Sri Asih dari Hotel Royal Plaza Singapura. Pemulangan Manohara melibatkan pihak kepolisian setempat, FBI, dan pihak KBRI di Singapura.

Daisy Senang Tuduhan Terhadapnya Terbantahkan
Daisy Fajarina, ibu Manohara Odelia Pinot, bisa tersenyum lega. Ia senang putrinya yang mengalami siksaan di Malaysia bisa pulang. Tak hanya itu, tuduhan Daisy menerima uang dari Kesultanan Kelantan pun terbantahkan.

“Dengan ini jelas, saya tidak pernah meminta duit. Tidak pernah menerima apapun. Saya bermoral,” ucap ibunda Manohara, Daisy, dalam konpers di Markas Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09).

Selama ini terdapat tuduhan bahwa ibu model cantik itu menerima uang dari Kerajaan Kelantan.

Daisy mengaku, selama ini ada pihak yang tidak suka dengan dirinya yang menyatakan hal yang tidak benar. “Ada orang-orang yang memojokkan saya, padahal saya tidak pernah meminta hal-hal tersebut,” imbuhnya.

Hal senada juga dibenarkan Mano. “Yang Mano heran, walaupun sekarang Mano sudah menyatakan langsung seperti ini, masih saja ada yang memojokkan mama, masih saja ada yang ragu, itu kan aneh,” tegas Mano. Mendengar pernyataan Mano, Daisy sumringah dan lantas tepuk tangan.

Sepanjang melakukan konpers, ibu dan anak tersebut terlihat senantiasa tersenyum bahagia. Setelah konpers selesai, ibunda Mano menyiapkan makanan kesukaan Mano.

“Ini (siomay) kesukaan Mano, habis ini katanya dia mau pempek,” ucap Daisy sambil diiringi tawa Mano.

Kisah Daisy Memeluk Kembali Manohara

Daisy Fajarina akhirnya bisa memeluk permata hati yang selama ini dinantikannya. Di kediamannya, Jl Anggrek Cendrawasih Kav 5-7, Slipi, Jakarta Barat, Daisy menceritakan kronologi pertemuan dirinya dengan puterinya, Manohara Odelia Pinot.

“Hari Sabtu (30/5/2009) saya mendapat kabar melalui telepon dari salah satu keluarga Kelantan bahwa Manohara sedang berada di Singapura,” kata Daisy mengawali kisah pertemuan dirinya dengan sang anak yang diduga mendapat tindak kekerasan dari suaminya, Pangeran Kelantan asal Malaysia Tengku Muhammad Fakhry, Minggu (31/5/2009) malam.

Setelah mendengar kabar tersebut, sontak Daisy pun bersemangat untuk langsung bertolak ke Singapura. Kabar yang beredar, kedatangan keluarga kerajaan Kelantan beserta Manohara mengunjungi Negeri Singa untuk perawatan sang Raja Kelantan yang menderita penyakit jantung.

Pukul 17.00 WIB daisy beserta anak sulungnya Dewi Sri Asih,pergi meninggalkan rumah untuk menuju bandara. Meskipun awalnya sempat ragu, Daisy pun tetap membulatkan tekadnya untuk sekedar bisa melihat anak tercintanya.

“Awalnya saya sempat takut, tapi kemudian teman-teman dan keluarga menyemangati saya. Saya datang ke Singapura sebenarnya hanya sekedar mau melihat Manohara, walaupun dari kejauhan sekalipun. tapi ternyata kenyataannya berbeda,” kisah Daisy sambil tersenyum bahagia.

Setibanya di Singapura, Daisy dan Dewi langsung menuju hotel Royal yang terletak di kawasan Scotts Road. Namun, rupanya dewi fortuna sedang memihak kepada mereka. Sepanjang perjalanan Daisy dan Dewi dari bandara menuju hotel, tak henti-hentinya mereka membicarakan masalah Manohara.

Mendengar pembicaraan ibu dan anak tersebut tentang Manohara, supir taksi yang ditumpangi rupanya ikut bersimpati. Sang supir pun menyarankan Daisy untuk menghubungi nomor telepon 999 untuk meminta bantuan di Singapura.

“Kami lalu menghubungi 999,” aku Daisy.

Sesampainya di lobi hotel, tiba-tiba seorang ibu mendekati Daisy. Ibu itu lalu memberitahukan Daisy bahwa Manohara sedang berada di lift lantai 3 sambil menangis. Mendengar hal itu, Daisy pun langsung menuju ke lantai 3.

Benar saja, disana Daisy melihat Mano, begitu biasa ia disapa, sedang menangis-nangis menolak untuk dibawa oleh pihak kerajaan Kelantan.

“Dia menangis dan menjerit-jerit untuk menarik perhatian rupanya. Begitu melihat Mano, saya langsung lompat, saya langsung peluk, saya senang. Saya langsung ucapkan Allahuakbar,” ujar Daisy.

Daisy mengaku, dirinya sempat lemas saat itu tapi demi anak, Daisy mengaku berusaha tetap tegar. Tak lama berselang, kepolisian Singapura pun tiba.

“Manohara kemudian ikut menangis. Dia peluk saya lalu bilang,’mama, never let me go’,” tambah Daisy.

Keluarga Manohara Tak Bisa Perkarakan Fakhry di Indonesia
Manohara Odelina Pinot membenarkan perilaku kekerasan yang dilakukan suaminya, Tengku Muhammad Fakhry, Pangeran Kerajaan Kelantan. Namun demikian, keluarga Manohara di Indonesia tidak bisa memroses Fakhry secara hukum.

“Tidak bisa. Hukum pidana kita tidak menjangkau itu,” kata pengamat hukum pidana Rudi Satrio saat dihubungi detikcom, Senin (1/6/2009).

Rudi menjelaskan, prinsip hukum pidana Indonesia hanya menjangkau sejauh tempat suatu tindak pidana (locus delicty) bertempat di Indonesia, serta pelakunya ada di Indonesia.

“Ini kan locus delicty-nya di Malaysia, pelakunya di Malaysia juga,” kata Rudi.

Ia menambahkan, perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Malaysia juga tidak bisa menjadi jalan keluar untuk memperkarakan Fakhry. Sebab, kata Rudi, perjanjian ekstradisi hanyalah mengatur tindak pidana yang pelakunya dari Indonesia, tempat tindak pidana di Indonesia, namun pelaku kabur ke Malaysia.

“Jadi tidak ada cara memroses secara hukum dari Indonesia,” pungkasnya.

Manohara, yang kabur dari cengkraman Kerajaan Kelantan 31 Mei kemarin, membenarkan dirinya pernah disilet-silet sang suami di bagian dada. Ia pun mengaku pernah disuntik 2 kali sampai muntah darah, untuk menghalau dirinya kabur.

Masalah Keluarga, Kasus Mano Tak Perlu Dibawa Terlalu Jauh

Drama Manohara yang akhirnya berhasil kabur dari cengkraman Kerajaan Kelantan, Malaysia cukup menghebohkan publik dalam negeri. Namun demikian, kasus ini dinilai terlalu berlebihan jika penyelesaiannya harus dilakukan antarpemerintah alias G to G.

“Saya pribadi bersimpati, namun saya melihat langkah-langkah yang ditempuh Deplu untuk menjembatani sudah cukup profesional, tidak perlu terlalu jauh,” kata anggota Komisi I yang membidangi masalah luar negeri, Yuddy Chrisnandi saat dihubungi detikcom, Rabu (1/6/2009).

Seperti diketahui, Deplu lewat KBRI di Malaysia, sudah mengupayakan pertemuan antara keluarga dan Manohara. Namun hal itu belum bisa dicapai, sampai akhirnya putri cantik itu kabur ke tanah air.

Yuddy melihat kasus Manohara lebih ke permasalahan antarkeluarga ketimbang antarpemerintah. Hal ini mengingat Manohara menikah secara resmi dengan Tengku Muhammad Fakhry, Pangeran Raja Kelantan.

“Kasus ini beda dengan Meutia Hafidz (wartawan) yang dulu diculik atau pelaut Indonesia yang ditangkap. Kalau semua masalah keluarga harus diurus negara, habis dong waktu negara,” cetusnya.

“Apa hanya karena Manohara selebritis jadi harus diprioritaskan? Sementara banyak masalah ratusan ribu TKI yang belum tertangani di luar sana,” pungkasnya.

Ia menambahkan, kasus Manohara hendaknya menjadi pelajaran bagi warga Indonesia yang ingin menikah dengan orang asing.

“Kiranya dapat menjadi pelajaran kalau mau mencari menantu harus lihat-lihat dulu,” tandasnya.

Kabur dari Kelantan, Manohara Belum Putuskan Bodyguard Khusus
Manohara Odelia Pinot kabur dari cengkeraman Kesultanan Kelantan ke Jakarta saat sedang berkunjung ke Singapura 31 Mei kemarin. Di Tanah Air, pihak Manohara belum terpikir untuk memberikan pengamanan khusus pada model cantik itu.

“Sampai saat ini belum. Nanti kita akan diskusikan dulu,” kata pengacara Daisy Fajarina (ibu Manohara), Yuri A Darmas, saat dihubungi detikcom, Senin (1/6/2009).

Meski yang dihadapi adalah pihak Kesultanan, Yuri mengaku tidak terlalu khawatir dengan ancaman keamanan yang bisa datang sewaktu-waktu terhadap kliennya tersebut.

“Ini kan Jakarta, bukan Malaysia,” tukasnya.

Melihat adanya bukti dugaan kekerasaan oleh Tengku Muhammad Fakhry, Yuri mengatakan akan lebih menekankan ke proses pidananya ketimbang jalur diplomasi lewat Deplu.

“Ini kan sudah masuk pidana,” kata Yuri yang mengatakan akan melapor dugaan kekerasan ke Kepolisian Malaysia secepatnya.

KBRI Kuala Lumpur Bantah Tidak Lindungi Manohara
Manohara Odelia Pinot menuding perwakilan RI di Kuala Lumpur tidak serius menangani kasus kekerasan yang dialaminya. KBRI Kuala Lumpur membantah tuduhan tersebut.

Wakil Dubes RI untuk Malaysia Tatang B Razak mengaku pihaknya telah melakukan langkah-langkah maksimal dalam melindungi Manohara.

“Seperti yang sudah pernah saya sampaikan, kami sudah mengambil langkah-langkah perlindungan sesuai prosedural,” ujar Tatang kepada detikcom, Minggu (31/5/2009).

Langkah-langkah prosedural yang dimaksud, Tatang menjelaskan, dengan mengirim surat resmi ke Menlu Malaysia dan melakukan komunikasi langsung dengan Kesultanan Kelantan. Namun sikap diam Kesultanan Kelantan menjadi kendala.

Bahkan lanjut dia, KBRI pernah akan mengirim utusan ke Kesultanan Kelantan. Namun hal tersebut tertunda karena kondisi kesehatan Sultan Kelantan yang sakit.

Tatang juga mengungkapkan, status Manohara sebagai istri Pangeran Kesultanan Kelantan Tengku Muhammad Fakhry menyebabkan KBRI tidak dapat melakukan langkah lebih jauh selain jalur prosedural.

“Tapi kan sejak awal ini statusnya permasalahan suami-istri. Sehingga kalau memang KBRI melakukan langkah-langkah, ya langkah-langkah yang bentuknya apa. Kita juga harus proporsional,” tutur Tatang.

Tatang juga mengatakan, KBRI siap melakukan langkah-langkah diplomatik lebih lanjut jika kekerasan yang dialami oleh Manohara terbukti.

“Kita akan proporsional. Jika terbukti ada pelanggaran hukum, ya kita akan lakukan tindak lanjut,” cetusnya.

Manohara tiba di Jakarta pukul 07.30 WIB, Minggu (31/5/2009) kemarin, setelah berhasil kabur dari kekangan pengawal kesultanan Kelantan di Singapura dengan dibantu kepolisian Singapura, KBRI dan FBI. Dalam jumpa pers yang digelar setelah tiba di Jakarta, Mano mengungkapkan kekerasan yang dialaminya selama menjadi istri Pangeran Kesultanan Kelantan.

Todung Mundur Sebagai Pengacara Fakhry

Pengacara Todung Mulya Lubis yang sebelumnya ditunjuk menjadi kuasa hukum suami Manohara Odelia Pinot, Tengku Tumenggung M Fakhry, belakangan mengatakan sudah mengundurkan diri. Todung menjadi kuasa hukum Fakhry hanya dalam hitungan jari.

“Banyak pertanyaan yang datang pada saya dari media mengenai posisi kami, sebagai kuasa hukum Tengku Muhammad Fakhry. Maka dengan ini kami menyatakan bahwa sejak tanggal 8 Mei 2009, kami telah menyatakan pengunduran diri sebagai kuasa hukumnya,” ujar Todung.

Hal itu disampaikan Todung dalam jumpa pers di kantornya, ‘Lubis, Santosa & Maulana Law Office’ di Mayapada Tower, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (1/6/2009).

Todung menceritakan, pihaknya dihubungi untuk menjadi kuasa hukum Tengku M Fakhry pada 29 April lalu melalui kuasa hukum Fakhry di Malaysia, Nochtar Kawine Komar. Lantas pada 8 Mei 2009 pihaknya bertemu dengan kliennya itu di Kelantan, Malaysia.

“Untuk mendiskusikan hal-hal sehubungan dengan pemberitaan Manohara. Dalam pertemuan itu terdapat perbedaan pendapat antara kami sehingga tidak tercapai kesepakatan tentang cara penanganan perkara tersebut, lalu kami menyatakan pengunduran diri kami,” jelas Todung.

Sebelumnya, pihak Tengku M. Facry memasang iklan melalui kantor pengacara Todung. Iklan itu dipasang di suatu harian nasional Indonesia pada 2 Mei 2009. Intinya, iklan itu membantah semua tuduhan ibu Mano, Daisy Fajarina.

JK Ingin Bertemu Manohara
Kisah Manohara Odelia Pinot yang mengaku disiksa oleh suaminya, putra Sultan Kelantan, Malaysia menjadi perbincangan hangat di seantero negeri. Kisah tragis mantan model cantik ini rupanya juga menyentuh Jusuf Kalla (JK).

Pria yang menjabat sebagai Wakil Presiden itu pun ingin bertemu perempuan yang akrab disapa Mano itu. “Pak JK memang ingin bertemu Manohara,” kata juru bicara JK Meutia Hafid kepada detikcom, Senin (1/6/2009).

Meutia mengatakan, dalam pertemuan itu, JK ingin menanyakan langsung kepada Mano apa yang sebenarnya dialami selama tinggal di Kerajaan Kelantan, Malaysia. JK juga ingin tahu apakah Mano benar-benar mengalami penyiksaan dan kekerasan seksual dari suaminya, Teuku Muhammad Fakhry.

“Kemarin juga ada pernyataan Mano yang menyayangkan KBRI di Kuala Lumpur. Itu kan masukan bagus untuk pemerintah. Lagipula ini kan menyangkut hubungan dengan Malaysia,” kata Meutia.

Lalu kapan rencananya akan bertemu Mano? “Belum pasti, tapi ada kemungkinan sore ini. Mau dilihat jadwal Pak JK dulu,” katanya.

Sementara itu pengacara keluarga Mano, Yuri Andre Darma, mengaku belum tahu tentang rencana JK akan mengundang Manohara. “Kita belum tahu. Tapi pasti kalau Manohara dan Ibu Daisy bersedia, tentu kita akan mendampinginya,” kata Yuri.

Todung: Fakhry Tak Ada Niat Selesaikan Kasus Mano Secara Kekeluargaan
Pengacara Todung Mulya Lubis sebagai kuasa hukum Tengku M Fakhry ingin menyelesaikan kasus kliennya itu secara kekeluargaan. Namun, Fakhry dinilai tidak ada niatan ke arah itu.

“Niat kami ingin menyelesaikan masalah Tengku kepada keluarga Manohara dengan cepat dan adil. Saya minta kepada Tengku secara kekeluargaan. Dan kita melihat tanda-tanda itu (penyelesaian secara kekeluargaan) tidak ada,” ujar Todung.

Hal itu disampaikan Todung dalam jumpa pers di kantornya, ‘Lubis, Santosa & Maulana Law Office’ di Mayapada Tower, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (1/6/2009).

Padahal, imbuhnya, diselesaikan secara kekeluargaan adalah cara prioritas yang disarankannya. Namun kesepakatan tidak juga terjadi sehingga Todung pun memutuskan mundur sebagai pengacara pangeran Kesultanan Kelantan itu. “Maka itu kita mengatakan I’m done,” tegasnya.

Todung mengundurkan diri sebagai pengacara Fakhry pada 8 Mei 2009. Sejak saat itu hingga hari ini pihaknya sudah tidak berkomunikasi lagi dengan suami Manohara itu. Tengku, lanjutnya tidak mengatakan alasan mengapa menolak sarannya.

“Dan Tengku ingin menyelesaikan secara sendiri saja. Dan mungkin punya opsi lain,” jelas dia.

Kalau memang tanggal 8 Mei 2009 sudah mundur menjadi kuasa hukum Fakhry mengapa baru sekarang bicara? “Mungkin ini kelalaian saya,” tandas dia.

Visum Manohara Belum Jelas
Manohara Odelia Pinot, model yang mengaku disiksa suaminya yang juga putra keempat Sultan Kelantan Malaysia, Pangeran Tengku Muhammad Fakhry, ingin segera melakukan visum dan general check up. Namun kapan visum itu dilakukan belum jelas.

“Hari ini kita memang ingin cek kesehatan. Tapi kapannya belum tahu. Soal lokasi antara RSPI atau RS RS Siloam Gleneagles,” kata pengacara Daisy Fajarina (ibunda Manohara), Yuri Andre Darma, kepada detikcom, Senin (1/6/2009).

Kakak Manohara, Dewi Sari Asih juga mengaku tidak tahu kapan cek kesehatan akan dilakukan. Saat ini Mano sedang makan siang di sebuah restoran. “Belum tahu nih,” kata Dewi.

Menurut jadwal yang diterima detikcom sebelumnya, Mano akan divisum pukul 10.00 WIB di RS Pondok Indah. Selain visum, Mano juga akan melakukan general check up.

Menurut Daisy Fajarina Minggu (31/5/2009) malam, dia menemukan banyak luka di tubuh anaknya. Misalnya saja luka bekas sayatan di dada Mano dan juga dahi ada bekas setrika.

Hasil visum itu akan digunakan oleh keluarga Daisy dan pengacaranya melakukan “tindakan selanjutnya”. Pengacara Daisy menyatakan bahwa pihaknya akan memperkarakan masalah ini ke Kepolisian Malaysia.

Selain tidak jelas kapan dan di mana visum Manohara dilakukan, keberadaan Manohara juga simpang siur. Ada yang menyebut perempuan berambut panjang ini pergi ke sebuah gedung di Kuningan, ada juga yang menyebut ke Grand Hyatt.

Hingga puku 15.00 WIB, belasan wartawan masih menunggu di RS Pondok Indah menanti kedatangan Mano. “Kalau hendak general check up di sini harus daftar dulu sehari sebelumnya,” ujar seorang petugas RS.

Tanggapan Pemerintah Malaysia Atas Tuduhan Manohara Terhadap Fakhry
Manohara Odelia Pinot telah berhasil kembali ke Indonesia. Kepada pers Indonesia, wanita cantik itu membeberkan kekerasan fisik dan psikis yang dilakukan suaminya, Pangeran Kelantan Tengku Temenggong Mohammad Fakhry.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak kesultanan Kelantan mengenai tuduhan yang dilontarkan Mano. Namun pemerintah Malaysia telah memberikan tanggapan atas kasus ini.

Deputi Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, pemerintah tidak akan menyelidiki klaim Manohara tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (1/6/2009).

“Saya pikir ini lebih merupakan masalah pribadi. Sampai saat ini kami belum terbawa ke dalamnya, jadi kami ingin membiarkannya seperti itu,” katanya kepada wartawan di Kuala Lumpur.

Pihak Manohara telah mengatakan akan melaporkan perbuatan Fakhry kepada kepolisian Malaysia. Mano juga akan mengajukan gugatan cerai terhadap pangeran Kelantan itu.

Kubu Kelantan: Manohara Tak Kabur Tapi Dilepas
Kubu Kesultanan Kelantan Malaysia membantah Manohara Odelia Pinot kabur ke Jakarta saat berada di Singapura. Mantan model cantik itu memang telah dilepas oleh suaminya, Tengku Muhammad Fakhry yang adalah putra Sultan Kelantan.

“Tidak kabur, karena dari awal kalau dia memang ingin pulang pasti kita kasih,” kata Mohd Soberi Shafii, rekan dekat putra Sultan Kelantan Pangeran Tengku M Fakhry saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/6/2009).

Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi seusai umroh.

Soberi mengatakan, sewaktu di Kelantan, Fakhry memang sempat tidak memberi izin kepada Mano untuk berkomunikasi ataupun pulang ke Jakarta. Alasannya, Daisy Fajaria, ibunda Mano, dapat memberikan pengaruh buruk kepada Mano.

“Kita tidak mau kalau nanti Mano dipengaruhi yang tidak baik. Dan ternyata terbukti kan, begitu ketemu ibunya, Mano langsung memfitnah suaminya, TT (panggilan untuk Fakhry),” kata Soberi.

Kubu Kelantan Minta Mano Visum di Luar Negeri Kubu Kesultanan Kelantan tidak setuju bila Manohara Odelia Pinot melakukan visum atas kekerasan yang dialaminya di rumah sakit Indonesia. Kelantan meminta visum istri putra Sultan Kelantan itu dilakukan di luar negeri. Alasannya biar netral.

“Paling bagus ke dokter yang netral, bisa di Australia, Singapura atau London misalnya,” kata Mohd Soberi Shafii, rekan dekat putra Sultan Kelantan Pangeran Tengku M Fakhry saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/6/2009).

Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi seusai umroh.

Setelah berhasil kabur, Manohara membeberkan kekerasan yang dilakukan Fakhry. Mantan model cantik itu pun segera ingin mendapatkan bukti-bukti dengan melakukan visum dan general check up ke rumah sakit. Mano mempertimbangkan memilih cek kesehatan di RS Pondok Indah atau RS Siloam Gleneagles.

Soberi mengatakan, sebenarnya boleh-boleh saja jika visum dilakukan di rumah sakti Indonesia. Namun jika visum dilakukan di Indonesia, tempatnya dinilai kurang netral. Jika bukti-bukti didapat dari rumah sakit Indonesia, hal itu akan menjadi perdebatan lagi.

“Bukannya tidak percaya, tapi kurang yakin. Jadi sebaiknya di tempat yang netral di luar negari,” kata Soberi.

Mungkin kalau harus ke luar negeri lagi, Mano takut dibawa paksa? “Ah kita tidak pernah membawa paksa. Apa salah kalau suami bawa istrinya, bawa pulang istrinya,” katanya.

Sekjen KPI: Kasus Mano Besar karena Berasal dari Keluarga Menengah
Drama Manohara Odelia Pinot kembali menyeruak setelah Mano berhasil melarikan diri dari keluarga Kerajaan Kelantan dan pulang ke Indonesia. Kasus ini menjadi besar karena orang yang terlibat berasal dari kalangan kelas menengah ke atas dan terpandang.

“Sebenarnya banyak sekali kasus buruh migran Indonesia di Malaysia tidak terdengar. Kasus Mano ini besar karena Mano berasal dari keluarga menengah ke atas, dan keluarganya mampu melakukan advokasi sungguh-sungguh untuk Mano,” kata Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Masruchah.

Hal itu disampaikan Masruchah di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2009).

Menurut Masruchah, dalam kasus Mano ini pemerintah terkesan memberi respon karena efek politiknya yang cukup besar. Namun yang patut disayangkan bahwa kasus-kasus serupa yang berjumlah sekian banyak tidak mendapat perhatian memadai dari pemerintah.

Karena itu dia berpandangan kasus Mano ini harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah bahwa kekerasan terhadap perempuan masih sangat sering terjadi. Hal itu terlebih sering menimpa kaum buruh migran yang kebanyakan tidak berdaya menghadapinya.

“Saya harap tidak hanya Mano yang diperhatikan, tetapi juga kasus-kasus buruh migran lain yang banyak terjadi,” saran Masruchah.

Kubu Kelantan: Fakhry Siap Dipenjara dan Ceraikan Mano
Kubu Kesultanan Kelantan tidak mempercayai pengakuan Manohara Odelia Pinot tentang kekerasan yang dilakukan suaminya, putra keempat Sultan Kelantan Tengku Muhammad Fakhry. Mantan model yang akrab disapa Mano itu pun dituntut menunjukkan bukti penganiayaan yang dialaminya.

“Fakhry minta bukti. Kalau cuma cakap saja nggak ada bukti, bagaimana?” kata Mohd Soberi Shafii, rekan dekat Tengku M Fakhry saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/6/2009).

Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi seusai umroh.

Menurut Soberi, Fakhry tidak percaya Mano bisa mengatakan fitnah yang keji seperti itu. Namun putra keempat Sultan Kelantan itu tidak heran jika Mano bisa berbuat jahat karena berada di sisi ibundanya, Daisy Fajaria.

“Mano itu hanya mengiyakan apa yang dituduhkan ibunya. Dia dipengaruhi oleh ibunya,” kata Soberi.

Tapi Mano mengklaim memiliki bukti-bukti dan minta bercerai. Apa tanggapan Fakhry? “Kalau memang Fakhry terbukti bersalah, dia siap dipenjara, tapi begitu juga Mano, kalau dia berbohong, dia juga harus siap dipenjara,” tandas Soberi.

“Soal cerai, ya minta saja dulu, kita siap rundingkan,” lanjutnya.

Perempuan Dianggap Properti Masih Terjadi di Banyak Tempat
Manohara mengaku dianggap sebagai barang kepemilikan atau properti oleh suaminya, Tengku Fakhry. Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan karena cara pandang terhadap perempuan yang semacam itu masih terjadi di banyak tempat.

“Saya melihat di mana-mana perempuan dianggap aset,” kata Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Masruchah di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2009).

Menurut Masruchah, hingga saat ini diskriminasi terhadap perempuan masih terus terjadi. Anggapan bahwa istri adalah properti atau aset tidak hanya menimpa Mano, tetapi juga menimpa jutaan perempuan lainnya.

Kasus Mano ini jadi besar karena melibatkan keluarga kelas menengah ke atas. Hal itu ditambah efek politiknya yang juga cukup besar karena menyangkut 2 negara. Padahal sebenarnya di banyak tempat kasus demikian masih terjadi.

Dalam jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2009), Manohara mengaku diperlakukan ibarat mainan oleh suaminya. Fakhry bahkan mengatakan ke Mano bahwa Mano hanyalah properti baginya.

“Buat Fakhry, Mano itu seperti mainan saja. Tengku Bilang, karena kamu properti saya,” kata Mano.

Manohara: Ini Bukan Escape
Manohara Odelia Pinot tidak mau kedatangnnya ke Indonesia disebut sebagai melarikan diri dari Kesultanan Kelantan, Malaysia. Foto model yang diperistri Pangeran Tengku Muhammad Fakhry ini mengaku hanya ingin pulang.

“Ini bukan escape, Mano hanya ingin pulang,” ujar Mano pada wartawan di Gedung Aria Bima, Jl Rasuda Said, Jakarta, Senin (1/6/2009).

Bantahan tersebut ditegaskan oleh Ibundanya, Daisy Fajarina. Menurut dia, kepulangan anaknya ke Indonesia adalah untuk pulang kampung sembari menyampaikan bukti-bukti terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Tengku M Fakhry. Suami Mano ini adalah putra nomor empat Sultan Kelantan, Malaysia.

“Memang Mano ingin pulang, jadi jangan sebut melarikan diri. Dia ingin menunjukkan bahwa memang ada apa-apa,” tegas Daisy.

Sebelumnya Manohara, Minggu (31/5/2009) membuat pengakuan yang dramatis tentang upayanya untuk pulang ke Indonesia. Mano melawan petugas Kesultanan Kelantan yang menghalanginya bertemu sang ibu di Singapura. Mano juga berteriak-teriak dan berulangkali memencet tombol emergency lift sehingga polisi Singapura berdatangan menolongnya.

Deplu Siap Bantu Manohara Tempuh Langkah Hukum
Departemen Luar Negeri (Deplu) siap memberikan bantuan bila Manohara Odelia Pinot mengambil langkah hukum untuk kekerasan yang dilakukan Tengku M Fakhri. Deplu siap memfasilitasi Manohara untuk menyampaikan pengaduan.

“Karena ini hubungan masalah negara, kalau ada masalah hukum, kita akan memberikan fasilitas advokasi,” kata juru bicara Deplu, Teuku Faizasyah saat dihubungi melalui telepon, Senin (1/6/2009).

Pria yang akrab disapa Faiz ini menuturkan, memberikan bantuan advokasi  memang biasa dilakukan Deplu. Misalnya TKI yang mendapatkan penganiayaan, kemudian meminta bantuan pemerintah untuk melakukan langkah hukum atau meminta kompensasi.

“Tapi sampai saat ini, belum ada permintaan bantuan keluarga Manohara,” tambahnya.

Selain itu, hingga kini pihak Deplu juga belum medapatkan surat atau pernyataan dari pihak Kerajaan Kelantan terkait Manohara yang pulang ke Indonesia.

“Secara resmi disampaikan ke perwakilan kita belum ada,” timpal Faiz.

Kawin Campur
Sementara itu, terkait kasus Manohara, sebagai bahan pembelajaran, Direktur Perlindungan WNI Deplu, Teguh Wardoyo meminta agar warga Indonesia jangan mudah tertipu bila diajak menikah dengan warga negara asing, walaupun itu seorang yang berpengaruh di negaranya.

“Sebelum kawin campur harus teliti dengan baik, tingkatkan kewaspadaan. Kawin campur risikonya berat, jangan mudah tertipu dan terbujuk rayu dengan berbagai hal,” tutupnya.

Kasus Manohara Jadi Pelajaran untuk Revisi UU Perkawinan

Drama Manohara Odelia Pinot tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja.
Kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam upaya pengajuan revisi UU Perkawinan yang dinilai diskriminatif terhadap perempuan.

“Ini harus jadi pembelajaran untuk merevisi UU Perkawinan yang memberikan
batasan usia perkawinan seorang perempuan 16 tahun,” kata Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Masruchah.

Hal itu disampaikan Masruchah di Kantor Komisi Pemilihan Umum  (KPU), Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2009).

Menurutnya, aturan dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang
Perkawinan itu banyak yang diskriminatif terhadap perempuan. Selain soal
batas minimal usia kawin bagi perempuan yang dinilai terlalu rendah, UU itu juga tidak sensitif jender dalam banyak hal.

“Misalnya undang-undang itu mengatakan kepala keluarga harus laki-laki. Padahal prakteknya banyak sekali ibu yang menjadi kepala keluarga,” terang
Masruchah.

Dia mengatakan, pihaknya telah mengajukan permintaan revisi UU Perkawinan
tersebut ke Badan Legislasi (Baleg) DPR. Namun hingga kini belum ada respon dari Senayan.

“Tampaknya belum menjadi prioritas di periode 2004-2009 ini. Mudah-mudahan di 2009-2014,” kata Masrucah.

Dalam permintaan revisi itu, di antaranya mereka meminta agar batasan usia minimal seorang perempuan untuk menikah dinaikkan jadi 18. Sebab perempuan di usia 16 meski telah matang secara biologis namun belum matang secara psikologis.

Manohara menikah dengan Tengku Fakhry dalam usia masih sangat muda, 16 tahun. Mantan model cantik kelahiran 28 Februari 1992 itu menikah dengan Fakhry yang berusia 14 tahun di atasnya pada Agustus 2008.

Daisy Tolak Ajakan Bertemu Pihak Kelantan di Singapura
Manohara Odelia Pinot telah kembali ke Jakarta. Mantan model cantik itu mengaku kepulangannya ke rumah ibunya sempat diwarnai ketegangan karena dirinya hendak disekap.

Namun pihak Kesultanan Kelantan membantah semua cerita perempuan cantik berdarah Amerika Serikat-Indonesia itu. Berikut kronologi yang disampaikan kubu Kelantan, Mohd Soberi Shafii, dalam jumpa pers di Hotel Mandarin, Kuala Lumpur, Senin (1/6/2009).

Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan suami Manohara, Tengku Muhammad Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi, seusai umroh.

“Tidak ada yang menghalangi Mano pulang ke Jakarta. TT (Tengku Temenggung Fakhry) pun tidak masalah Mano pulang,” kata katanya.

Menurut Soberi, sebenarnya pihak Kelantan telah mengetahui bahwa ibunda Mano, Daisy Fajaria di Hotel Royal, Singapura, Minggu 31 Mei. Pihak Kelantan pun berencana mengajak Daisy untuk bertemu 8 mata antara Daisy, Mano, Fakhry, dan istri Sultan.

“Mereka menunggu Bu Daisy, rencananya untuk pertemuan delapan mata antara Bu Daisy, Mano, TT dan istri sultan. Kami minta supaya Bu Daisy dibawa ke lantai 3 dan akan diterima dengan baik. Tapi Bu Daisy refuse (menolak),” kata Soberi.

Kelantan Tuding Daisy Fajaria Sekap Mano di Hotel Royal Singapura
Dalam jumpa persnya, Manohara Odelia Pinot mengaku akan dikunci dalam sebuah ruangan di lantai 3 Hotel Royal, Singapura. Namun pernyataan berseberangan muncul dari kubu Kesultanan Kelantan.

Rekan dekat Tengku Muhammad Fakhry, Mohd Soberi Shafii, justru menuding ibunda Mano-lah yang telah menyekap putrinya di kamar 314 hotel mewah tersebut. Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di Hotel Mandarin, Kuala Lumpur, Senin (1/6/2009).

“Mano dikurung dalam kamar tersebut oleh Bu Daisy sejak pukul 21.00 waktu setempat hingga 03.00 dini hari, Minggu 31 Mei 2009,” kata Soberi.

Menurut Soberi, di dalam ruangan itu, Daisy telah menyekoki Mano dengan berbagai hal untuk mengikuti apa perintahnya. “Dia bisa saja menjejali Mano agar mau mengikuti apa kata-katanya. Selama semalam mereka di kamar itu,” kata Soberi,” saat dihubungi detikcom melalui telepon.

Pernyataan ini tentu sangat berseberangan dengan keterangan yang disampaikan Mano dalam jumpa pers 31 Mei kemarin. Saat bertemu media, Mano justru harus berjuang keras untuk menghindari disekap dan disuntik oleh pihak Kelantan.

Mano mengetahui ibunya, Daisy datang ke Singapura dari seorang kerabat Kelantan yang baik hati. Mengetahui Daisy akan datang, Mano pun melakukan segala upaya untuk bisa meloloskan diri.

Awalnya ia mencoba mengulur waktu agar tidak segera dibawa pulang ke Kelantan dengan mandi berlama-lama. Kamar hotel Mano di lantai 13 Hotel Royal Singapura sampai digedor-gedor.

Tapi upaya Mano tidak banyak berhasil. Ia tetap dipaksa ikut turun. Pas saat akan turun, Kesultanan Kelantan mendapat laporan Daisy sudah berada di lobi hotel. Mano dilarang turun, tapi ia nekat ingin ke lobi. Model yang menikah pada umur 17 tahun itu lantas dipaksa akan dibawa ke ruangan Sultan Kelantan di lantai 3. Di ruangan ini Mano akan dikunci.

Tak hilang akal, Mano kemudian memencet-mencet tombol lift sehinga polisi Singapura pun datang. Polisi pun lantas membawa Mano ke sebuah ruangan dan tak lama Daisy datang.

“Saya langsung memeluk ibu,” kata Mano.

Kepada polisi Singapura, Mano meminta agar tidak dibawa kembali ke Malaysia. Setelah bertemu Daisy, Mano pun dibawa ke airport dan kemudian terbang ke Jakarta. Perempuan yang mengaku disilet-silet suaminya itu tiba di tanah air pada Minggu pagi pukul 07.30 WIB.

Caci Maki di Blog ‘Pendukung’ Fakhry
Drama Manohara menjadi santapan utama publik Indonesia sejak Minggu (31/5/2009) lalu. Penampilan perempuan cantik di 10 televisi nasional sungguh menarik simpati.

Counter keluarga Kelantan terhadap aneka tuduhan Manohara di kesempatan pertama seperti biasa bisa dilihat di blog toughlane.blogspot.com. Tidak jelas siapa pemilik blog yang dilansir April 2009 itu, namun semua isinya berisi pembelaan pada Kesultanan Kelantan.

Blog bertagline Truth Appeared itu melansir tulisan dengan judul ‘Tuduhan Yang Jahat’ pada 1 Juni siang kemarin.  Si penulis menyebut Mano sama dengan ibunya, Daisy Fajarina, sebagai pembohong.

“Kemarin dan hari ini sibut di kaca TV dan Media Indonesia tentang pengakuan Manohara George Mann menfitnah suaminya, Tengku Temenggong seperti Dasiy Fajarina. Manohara George Mann mengiakan tuduhan Ibunya bahawa TT menyilet-nyilet dadanya, melakukan kekerasan rumahtangga (KDRT), disuntik humor (hormon) supaya tenang bahkan sehingga muntah darah,” begitu si penulis membantah semua perkataan Mano.

Truth Appeared juga kembali menyatakan hal-hal negatif tentang, Daisy. Ibu Manohara itu disebut sebagai orang yang suka memfitnah dan menipu. Daisy juga dituduh sebagai orang yang memanfaatkan kecantikan Manohara untuk mencari uang.

Blog itu juga populer di tengah publik Indonesia. Tak urung 192 komentar singgah di blog yang didominasi warna hitam itu. Isi komentar itu lebih berpihak kepada Manohara. Bahkan banyak yang disampaikan dengan kata-kata yang kasar.

“Terlepas dari fitnah yang di tuduhkan pada Daisy ibu Manohara yang matre dan lain2. Seorang Manohara telah mengakui kejahatan yang di lakukan Fakhri, dan itu menjadi bukti ditambah visum et repertum yang ada. Bila ini masih saja tidak diakui berarti memang tidak ada keadilan di Kelantan,” tulis Obby.

“Manohara hanyalah kes kecil, TKI disiksa oleh tuang/puan kaya di Malaysia adalah kes besar. juga penerobosan kapal perang Malaysia di Ambalat. Kami siap perang seperti Bung Karno dulu mencanangkan di tahun 1965,” tulis Pompi.

“Jika itu (kekerasan) terjadi pada Ibumu, adik perempuanmu atau anak perempuanmu, apakah anda akan berkata itu juga fitnah dan membiarkannya saja?” tulis Abifasya.

SBY: Kasus Manohara Harus Kita Selesaikan
Drama Manohara Odelia Pinot menarik perhatian banyak pihak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun ikut angkat bicara.

“Karena ini jadi isu publik maka harus kita selesaikan, jangan kata saya tidak perduli,” kata SBY usai menghadiri pertemuan ASEAN-Korsel di Jeju Island, Korsel, Selasa (2/6/2009).

SBY juga mengaku pernah menanyakan masalah Mano ke Dubes RI di Malaysia Da’i Bachtiar. Saat itu Da’i mengatakan, proses komunikasi terus dilakukan dengan kerajaan Kelantan.

“Waktu itu dia bilang keadaan Mano baik-baik saja. Saya juga pesan kepada Menlu dan Dubes, tolong kelola masalah ini dengan baik,” jelasnya.

SBY juga meminta kepada pihak-pihak terkait untuk mengetahui batasan dalam penyelesaian masalah ini. Segala sesuatu yang dibicarakan harus dicari kebenarannnya.

“Kita juga harus tahu mana batas keluarga dan tidak,” pungkasnya.

Manohara Juga Ramaikan Media Malaysia
Drama Manohara Odelia Pinot tidak hanya menyita perhatian media di Tanah Air. Setelah tiga hari, berita mengenai larinya istri Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry tersebut di Malaysia juga menyedot perhatian sejumlah media lokal.

Hampir semua media lokal di Malaysia tidak luput mengangkat permasalahan Manohara. Seperti media harian Utusan Malaysia menempatkan dua isu Manohara pada halaman pertama koran tersebut dengan judul ‘Manohara Aibkan Istana Kelantan’ dengan gambar Manohara, dan ‘Dia Buat Keputusan Tinggalkan Suami’ di samping gambar Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry.

Sahabat karib Tengku Temenggung Kelantan, Mohd Soberi Shafii, menyifatkan bekas model Manohara Odelia Pinot sedang meracuni orang ramai dengan fitnah bagi mengaibkan suami dan mencemari Istana Kelantan,” demikian bunyi berita di Utusan Malaysia, Selasa (2/1/2009).

Sebagian media lokal mengambil berita Mano dari lawam web media online Indonesia. Bahkan Kosmo, menjadikan isu Manohara sebagai headline dengan tulisan besar ‘Manohara Lari Ke Jakarta’. Judul itu terletak di atas gambar besar Mano yang sedang melambaikan tangan dari dalam mobil dan gambar wajah Fakhry di samping kirinya.

Kosmo juga mengupas habis kisah Manohara dilengkapi biodata model cantik tersebut dalam dua halaman penuh.

Di koran lain, seperti Berita Harian mengangkat judul ‘Isteri Kerabat Dakwa Didera Larikan Diri’ dengan gambar Mano yang dicium ibunya Daisy Fajarina.

Harian Metro mengangkat tiga judul sekaligus ‘Semua Fitnah’, ‘Istana Kelantan Enggan Komen’, dan ‘Kedutaan Anggap Dakwaan Melampau’.

Sementara The Star mengangkat judul ‘Kelantan Prince’s Wife Manohara in the News Again’. Dan New Straits Times mengangkat judul ‘Manohara’s Escape Gets All Attention.

Polri Hanya Jembatani Mano dan Kepolisian Malaysia
Mabes Polri tidak bisa melakukan proses hukum atas tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa Manohara Odelia Pinot. Peran Mabes Polri sebatas menjembatani Mano dengan Kepolisian Diraja Malaysia melalui saluran interpol.

“Karena kejadiannya di Malaysia jadi penyidikannya merupakan otoritas Kepolisian Malaysia. Kita akan menjembatani,” tutur Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (2/6/2009).

Rencananya, hari ini Manohara akan mengadukan kasus KDRT yang menimpa dirinya ke Mabes Polri. Menurut gadis yang pernah menjadi foto model ini, pelaku tindak KDRT tersebut adalah suaminya sendiri, Tengku Muhammad Fakhry, putra keempat Sultan Kelantan.

Namun karena lokasi kejadian ada di Malaysia, maka wewenang proses hukum kasus tersebut ada di Kepolisian Diraja Malaysia. Artinya pelaporan kasus tersebut hanya bisa diajukan oleh Mano ke pihak Kepolisian Diraja Malaysia.

“Pelaporan tidak bisa di sini karena lokus delikti di Malaysia, maka yang berlaku hukum Malaysia. Tetapi kita bisa membantu terkait hukum di sana, karena Mano kan warga negara kita,” sambung Sulistyo.

Pengacara Manohara Tolak Visum di Luar Negeri
Kubu Kesultanan Kelantan meminta Manohara Odelia Pinot melakukan visum di rumah sakit di luar negeri. Namun keinginan itu ditolak tim pengacara mantan model cantik itu.

“Kita akan tetap visum di Indonesia saja, nggak akan di luar negeri,” kata salah satu pengacara Mano, Yuri Andre Darma kepada detikcom, Selasa (2/6/2009).

Yuri mengatakan, alasan pihak Kelantan agar Mano melakukan visum di luar negeri sungguh tidak masuk akal. Menurutnya, dokter-dokter di Indonesia cukup bisa dipercaya untuk memberi keterangan apa adanya.

“Profesi dokter itu kan disumpah. Dokter di Indonesia saya kira cukup apa adanya memberi keterangan, nggak tahu juga kalau dokter di Malaysia seperti yang dibilang orang Kelantan itu,” kata Yuri.

Sebelumnya, rekan dekat Kesultanan Kelantan, M Soberi meminta agar visum dilakukan di luar negeri. Alasannya, agar hasil visum netral dan tidak memihak.

Temui PM Malaysia, DPR Juga Bahas Nasib Manohara
Selain membahas sengketa Ambalat, Komisi I DPR akan meluruskan masalah Manohara Odelia Pinot saat bertemu dengan PM Malaysia Najib Tun Razak pada minggu ini.

“Saya kira kalau memang Manohara masih secara resmi WNI, perlu kita luruskan. Tentu harus mendapat perlindungan dari pemerintah,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR, Yusron Mahendra, kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2009).

Yusron kemudian mengomentari kinerja Dubes RI untuk Malaysia yang dikeluhkan Manohara tidak melayani dengan baik.

“Saya mendengar kurangnya kinerja Dubes kita di Malaysia, kami sebagai komisi I akan segera komunikasi dengan deplu,” ujar Yusron.

Dikatakan dia, masalah Indonesia-Malaysia tidak bisa diselesaikan hanya dengan cara serabutan. “Ini akan menjadi duri di dalam daging. Harus ada kesepakatan komprehensif semua bidang,” kata adik kandung Yusril Ihza Mahendra ini.

SBY Diminta Panggil Dubes RI untuk Malaysia
PDIP meminta Presiden SBY segera memanggil duta besar RI untuk Malaysia, Dai Bachtiar, untuk dimintai keterangan seputar permasalahan antara Indonesia-Malaysia yang semakin sengit.

“Saya pikir SBY perlu memanggil Dubes RI di Malaysia untuk mempertanggungjawabkan beberapa masalah Ambalat,TKI, Manohara, dan lainnya. Perlu dimintai keterangan sehingga dapat diketahui dengan jelas,” kata Ketua Fraksi PDIP, Tjahjo Kumolo, saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2009).

Tjahjo kemudian menyampaikan kritakannya kepada SBY. Tjahjo mengomentari ketidaktegasan SBY dalam menangani kasus perbatasan RI-Malaysia di perbatasan Ambalat.

“Kita butuh pemimpin yang konsisten yang tegas menyangkut NKRI, hak dan harga diri sebuah bangsa besar yang merdeka,” ujarnya.

Kemudian Tjahjo menyinggung kisah cinta “kasar” yang menimpa Manohara Odelia Pinot dengan Pangeran Kelantan, Malaysia, Fakhry. Menurut Tjahjo, masalah ini juga penting diperhatikan SBY.

“Kasus Manohara, perlindungan sebagai warga negara harus diperhatikan, pemerintah harus benar-benar memperhatikan,” keluh Tjahjo.

Tjahjo pun mengingatkan kembali bahwa banyak sekali TKI terlantar dan tidak diperhatikan oleh pemerintah Malaysia.

“Masih banyak TKI di luar negeri yang membutuhkan bantuan Dubes RI disana,” kata Tjahjo.

Tjahjo kemudian mencontohkan Amerika, sebagai negara yang sangat
memperhatikan kepentingan dan melindungi warganya.

“Di Amerika satu warga dalam bahaya akan selalu dilindungi oleh negara,” tegasnya.

Selain di HP, Bukti Luka Mano Juga di Back Up di CD

Seluruh luka akibat kekerasan dalam rumah tangga pada tubuh model cantik, Manohara Odelia Pinot telah didokumentasikan. Mano tidak hanya menyimpan bukti itu di handphone, tapi juga membuat back up.

“Semua ada di HP manohara dan kita juga siapkan CD back up-nya,” ucap Sekjen Laskar Merah Putih, Erwin Mangun, ketika dihubungi detikcom melalui telepon Selasa (02/06/09).

Laskar Merah Putih merupakan sebuah LSM independen yang selama ini membantu ibunda Manohara, Daisy Fajarina, untuk bertemu kembali dengan putrinya. Laskar Merah Putih lahir pada tahun 2000 dan bermarkas utama di Jl. Biak, Petojo Selatan, Jakarta Pusat.

Disinggung mengenai keberadaan CD back up tersebut, Erwin mengaku tidak mengetahuinya. “Itu domain-nya lawyer, saya tidak mengetahuinya,” imbuhnya.

Bekas Luka Mano Ada di Dada, Perut, Leher & Jidat

Setidaknya terdapat empat bekas luka yang terdapat pada tubuh Manohara Odelia Pinot. Luka-luka tersebut didapatkannya ketika istri Pangeran Kesultanan Kelantan Tengku M Fakhry itu masih berada di Istana Kelantan, Malaysia.

“Bekas goresan ada di perut Mano. Tapi saya hanya melihat sekilas ya mba,” ujar Sekjen Laskar Merah Putih, Erwin Mangun, ketika dihubungi melalui telepon Selasa (02/06/09).

Laskar Merah Putih merupakan LSM independen yang selama ini membantu Ibunda Manohara, Daisy Fajarina untuk bertemu kembali dengan putrinya.

Sesuai yang diberitakan Mano, Erwin menyatakan luka tersebut adalah akibat dari silet. “Menurut mano, itu karena silet” imbuhnya.

Selain pada perut, Erwin juga menyatakan berdasar pengakuan Mano ada tiga luka lain. Namun ia menyatakan tidak melihat luka lainnya yang termasuk aurat tubuh Manohara.

“Terdapat juga di dada masih karena silet, lalu di leher sebelah kanan karena setrika, dan di jidat akibat bekas rokok,” ucapnya.

Manohara, pada Senin (31/5/2009) kemarin, mengatakan mempunyai bukti penganiyaan terhadap dirinya.

Tjahjo: Dubes RI Takut Sama Anak Raja
Pemerintah dinilai tidak bernyali dalam menghadapi Malaysia terkait kasus Manohara Odelia Pinot. Pemerintah dinilai tidak berani melawan anak raja Kerajaan Kelantan Tengku Muhammad Fahry.

“Pemimpin kita sekarang katanya militer, tapi menghadapi Malaysia tidak berani. Dubes kita menghadapi anak raja saja tidak berani,” kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo, kepada detikcom, Selasa (2/6/2009).

Menurut Tjahjo, Indonesia butuh pemimpin yang berani dalam menunjukkan siapa teman siapa lawan. Tegas terhadap musuh negara maupun musuh ideologi. “Apalagi pencemaran nama baik dan panas seperti ini (Manohara),” imbuh pria berkacamata hitam ini.

Tjahjo menilai, dengan pemerintah tidak tegas hal ini menunjukkan kelemahan kepemimpinan di bidang pertahanan. “Jangan sampai pemimpin kita didikte oleh asing atau siapa saja karena ke depan begitu kompleks,” sarannya.

SBY: Jangan Dilihat dari Segi Hiburan, Ini Masalah Kedua Bangsa

Drama penculikan terhadap Manohara Odelia Pinot menyita perhatian Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam lawatannya ke Korea Selatan (Korsel), SBY bicara soal wanita cantik istri pangeran Kerajaan Kelantan ini.

SBY meminta kasus yang sedang dialami Manohara tidak cuma dilihat dari segi
hiburan saja. Melainkan ini menyangkut kedua bangsa, yakni antara Indonesia dan Malaysia.

“Jangan lihat ini dari segi entertainment. Tapi ini masalah kedua bangsa,” ujar SBY di The Shilla Hotel, Pulau Jeju, Korsel, Selasa (2/6/2009).

SBY meminta agar masalah ini juga dilihat secara jernih. Indonesia juga bersedia membantu Manohara, karena wanita berambut panjang tersebut masih sebagai warga negara Indonesia.

“Tujuan kita adalah untuk melindungi WNI kita. Mari kita lihat ini secara
jernih,” pinta SBY.

Kepada Mano, SBY berpesan agar jika masih mempunyai kejanggalan silakan saja
menyampaikannya kepada pers. Asalkan dilakukan dengan cara-cara yang baik dan menjunjung tinggi etika.

“Kalau ada yang mau disampaikan formal, sampaikanlah dengan formal. Boleh disampaikan ke pers karena menarik, tapi sampaikan baik-baik,” pesan SBY.

SBY juga telah meminta kepada Dubes RI di Malaysia untuk melaksukan aksi-aksi lanjutan agar kasus ini dapat berakhir dengan baik tanpa merugikan semua pihak.

Tengku Fakhry Bersyukur Pisah dari Manohara

Manohara Odelia Pinot (17) mengaku sangat lega dan happy bisa terbebas dari suaminya Tengku Muhammad Fakhry (31). Namun perasaan itu ternyata tidak hanya milik mantan model cantik itu. Suami Mano, Pangeran Kelantan, itu pun tak kalah bersyukur.

“Kemarin malam Fakhry telepon saya sampai 3 kali, dia bilang sangat bersyukur berpisah dari Manohara,” kata Ichsan Absal yang mengaku merupakan teman Fakhry di Jakarta, kepada detikcom, Rabu (3/6/2009).

Menurut Ichsan, putra keempat Sultan Kelantan itu merasa beruntung perkawinannya dengan Manohara berakhir saat usia pernikahan masih dini. “Dia merasa beruntung karena sudah mengetahui sifat Manohara dari sekarang,” katanya. Pasangan ini menikah pada Agustus 2008 di Kelantan.

Ichsan mengatakan, sebenarnya Fakhry masih mencintai Manohara, namun dirinya tidak akan memaksakan diri untuk mempertahankan pernikahan tersebut. “Sekarang terserah Manohara, mau minta cerai ya silakan saja,” kata Ichsan.

Setelah bebas dari Fakhry, Manohara mengaku kepada media bahwa dirinya telah disiksa lahir batin oleh suaminya selama lebih dari 2 bulan. Pengakuan Mano itu tampaknya serius karena tim pengacara yang akan membawa kasus ini ke jalur hukum telah dibentuk. Namun sayang, hingga kini, perempuan yang belum genap 18 tahun belum melakukan visum.

Kelantan Klaim Sengaja Lepaskan Manohara Sebab Tak Mau Malu

Pengacara keluarga Manohara Odelia Pinot membantah pernyataan kubu Kesultanan Kelantan Malaysia yang menyatakan mereka sengaja melepaskan model cantik itu untuk pulang ke Jakarta. Klaim itu dilakukan agar suami Manohara, putra Sultan Kelantan Tengku Muhammad Fakhry tidak malu.

“Itu supaya mereka nggak malu. Yang benar memang Mano ingin balik, bukan dilepasin,” kata pengacara keluarga Manohara, Yuri Andre Darma dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (3/5/2009).

Yuri menegaskan, keluarga tidak pernah memaksa Manohara untuk meninggalkan suaminya. Manohara sendiri yang ingin kembali ke Indonesia karena sering disiksa Fakhry.

“Mano bilang saya nggak bahagia, jadi itu keinginan Mano untuk pulang. Bukan kemauan mereka melepaskan,” kata Yuri.

Rekan dekat Fakhry, Mohd Soberi Shafii, dalam wawancara dengan detikcom, Senin (1/6/2009) lalu menyatakan Manohara memang sengaja dilepas oleh suaminya. “Dia tidak kabur, kemarin itu memang dilepas. Kalau dia minta, pasti Fakhry memberi izin,” kata Soberi.

Detik-detik Pembebasan Manohara Versi KBRI Singapura

Pembebasan Manohara Odelia Pinot dari tangan suaminya, Pangeran Kesultanan Kelantan, bak drama menegangkan. KBRI di Singapura memberikan kesaksian atas detik-detik menegangkan pembebasan yang berlangsung sekitar 5 jam tersebut.

Kesaksian KBRI Singapura disampaikan Pejabat Protokol Konselor KBRI Singapura Achmad Djatmiko dalam tulisan yang diposting di facebooknya. Dalam tulisan itu, Djatmiko mengurai detail keterlibatan KBRI Singapura dalam pembebasan Manohara.

Berikut kesaksian Pejabat Protokol Konselor KBRI Singapura Achmad Djatmiko dalam tulisan yang diposting di facebooknya:

MANOHARA OH…. MANOHARA.!
Today at 12:03pm

Pada hari Minggu (31 Mei 2009), sekitar pukul 02.15 dini hari, saya mendapat telpon dari Fahmi, rekan yunior saya di fungsi Konsuler, yang memberitahukan bahwa ia tengah berada di hotel Cross Royal Plaza, Singapura, sehubungan dengan diterimanya info dari staf kedubes AS di Singapura mengenai adanya warga Indonesia yang tengah dalam kasus (penganiayaan oleh suami) dan sedang ditangani polisi Singapura. Fahmi bersama 2 orang teman lainnya (semuanya staf KBRI Singapura) segera meluncur ke hotel dimaksud dan lalu menghubungi pihak kepolisian Singapura untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut.

Sesampai di hotel, menurut penuturannya, sudah ada dua orang staf kedubes AS di sana, beberapa polisi Singapura, dan juga ‘warga negara’ Indonesia yang bermasalah tersebut, yang ternyata bernama Manohara. Polisi berjaga-jaga di depan pintu sebuah kamar di lantai 3 hotel tersebut, sementara Manohara sendiri ada di dalamnya, bersama ibunya dan juga beberapa orang lainnya. Dikabarkan bahwa staf dari kedubes Malaysia di Singapura sempat juga mencoba untuk menemui Manohara, tetapi tidak diijinkan oleh polisi Singapura. Yang diijinkan hanya orang-orang tertentu, yaitu dari Kedubes AS dan dari KBRI serta beberapa orang terkait. Keterlibatan kedubes AS di situ, saya duga, karena ayahnya Manohara adalah warga negara Amerika Serikat.

Fahmi juga menceritakan bahwa Manohara melaporkan kepada polisi atas penganiayaan yang dilakukan suami dan pihak keluarganya. Ia berada di Singapura bersama suami dan pihak keluarga suaminya untuk menjenguk ayah mertuanya yang sedang sakit jantung di rumah sakit Singapura. Kesempatan itu digunakannya untuk bertemu dengan ibunya (yang secara diam-diam datang dari Jakarta) dan untuk ‘melarikan diri’ ke Jakarta.

Jadi, keadaannya saat itu adalah, bahwa Manohara sudah berada di bawah perlindungan polisi Singapura, dan diinvestigasi mengenai kasusnya. Terhadap keinginannya untuk ‘melarikan diri’ ke Jakarta, tentunya tidak akan jadi masalah bagi polisi Singapura apabila memang kasusnya tidak menyangkut kepentingan Singapura. Hanya saja, Manohara tidak membawa kelengkapan dokumen perjalanan (paspor), yang menurut penuturannya, disimpan oleh suaminya. Masalah penting yang harus diselesaikan oleh kami dari KBRI Singapura, karenanya, adalah menyangkut travel dokumen Manohara. Sesuai arahan Duta Besar dan setelah berkonsultasi dengan Jakarta, kami mendapatkan perintah untuk menerbitkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) atas nama Manohara agar ia dapat menuju ke Jakarta dengan selamat.

Setelah mendapat penjelasan mengenai situasi saat itu, saya pun ‘merapat’ menuju hotel tersebut sekitar 02.45 dini hari. Sesampai di hotel, saya tidak langsung dibolehkan menuju lantai 3 yang liftnya ternyata diblokir oleh pihak hotel. Setelah saya tunjukkan kartu identitas saya, seorang petugas hotel mengantarkan saya naik dengan lift ke lantai 3. Beberapa orang ada di depan kamar Manohara, termasuk polisi, dari kedubes AS dan beberapa orang lainnya saat saya sampai di sana. Kami pun segera berkoordinasi mengenai langkah selanjutnya dalam menangani kasus Manohara. Ada 3 hal yang perlu dilakukan:

1) Penerbitan SPLP, yang tentunya memerlukan foto dan informasi/keterangan diri. Karena keadaan darurat, salah seorang dari kami mengambil foto Manohara dengan menggunakan hand phone, lalu file-nya dibawa ke kantor untuk di-print dan diproses dengan segera, saat itu juga.

2) Pemesanan tiket. Manohara dan ibunya (Daisy Fajariani?) menginginkan terbang ke Jakarta secepatnya, dengan pesawat paling pagi, pada kesempatan pertama. Kami segera menghubungi pihak airport, dan akhirnya didapatkan bahwa pesawat paling pagi adalah Garuda 823 pukul 07.05 dari Singapura (pukul 06.05 WIB).

3) Perlu ada pengawalan oleh salah satu dari kami hingga Manohara dan ibunya sampai di Jakarta. Demikian pula, perlu ada penjemputan oleh pihak Deplu Jakarta, saat tiba di Cengkareng. Duta Besar kami, yang memang sangat intens mengikut perkembangan kasus ini sampai detail, memberikan persetujuan terhadap rencana ini. Kemudian beliau menginstruksikan salah satu dari kami (Fahmi) untuk mengawal ke Jakarta. Pada saat yang bersamaan, saya pun berkoordinasi dengan Deplu mengenai penjemputan di Cengkareng. Semua ini perlu dilakukan mengingat sensitivitas kasus ini di mata publik.

Suasana cukup tegang namun tetap terkendali karena adanya komunikasi yang harmonis baik di antara kami maupun dengan pihak-pihak terkait, yaitu kepolisian Singapura dan Kedubes AS di Singapura. Ketegangan masih kami rasakan saat meninggalkan hotel menuju airport sekitar pukul 04.30 waktu setempat dan demikian halnya setelah sampai dan selama berada di airport. Sambil menunggu waktu check-in tiba, kami sempat mencoba untuk ‘santai’ minum teh dan berbincang-bincang. Baik Manohara maupun ibunya terlihat bahagia, meskipun masih menyisakan ketegangan di wajahnya masing-masing.

Dalam perbincangan dengan kami, ibunya Manohara bercerita mengenai berbagai upaya yang telah dilakukannya untuk bisa berkumpul kembali dengan anaknya. Antara lain diceritakan bahwa ia pun sempat menelpon salah seorang kenalannya yang sebelumnya pernah bekerja di KBRI Singapura untuk menanyakan kemungkinan KBRI Singapura bisa membantunya untuk ‘melarikan’ Manohara dari Singapura. Menurutnya, sang kenalan tersebut mengatakan bahwa kemungkinan KBRI Singapura tidak akan bisa memberikan bantuan mengingat saat itu hari libur, biasanya ‘tidak ada orang’, sehingga baru hari Senin bisa dilayani. Penuturan ibunya Manohara jelas sekali, bahwa pernyataan kemungkinan KBRI Singapura tidak bisa memberikan bantuan adalah berasal dari kenalannya (yang sudah tidak lagi bekerja di KBRI Singapura dan kini berada di Jakarta), dan bukan dari pihak resmi KBRI Singapura. Kenyataannya, saat itu kami berada bersama-sama dengannya sehingga ‘persepsi’ kami tidak memberi bantuan adalah gugur dengan sendirinya.

Ketika saat check-in tiba, kami pun berpisah, saling bersalaman melepas kepergian seorang anak manusia dan ibunya yang tengah menyelesaikan masalah. Bersama mereka ada dua orang wartawan (yang sejak beberapa hari sebelumnya memang sudah berada di Singapura untuk memantau kemungkinan terjadinya kasus ini, saluut..!). Namun, segera setelah mereka masuk lewat pintu airport, kami sempat kembali tegang, karena terlihat dari luar, petugas imigrasi terkesan sedang menanyai Manohara cukup lama. Hal ini wajar karena ia menggunakan SPLP, bukan paspor. Terhadap hal ini, teman dari imigrasi KBRI Singapura, segera bertindak, menghubungi pihak imigrasi Singapura untuk menyelesaikan kasusnya, hingga terlihat mereka pun dapat melaluinya dengan lancar.

Setelah melalui petugas imigrasi, mereka pun tersenyum dan kembali melambaikan tangan kepada kami yang berada di luar. Kami balas lambaian tangan mereka hingga mereka pun hilang dari pandangan. Kami semua kemudian menarik nafas lega dan saling bersalaman.

Di antara ‘rombongan’ kami ada seorang laki setengah baya yang selalu diam dan kelihatan paling tegang. Ia biasa disapa dengan panggilan ‘Datuk’, yang ternyata masih memiliki hubungan kerabat dengan pihak keluarga suami Manohara. Pak Datuk ini memiliki andil besar dalam ‘menyelamatkan’ Manohara, karena selama ini ikut membela dan memperjuangkan kebebasan Manohara.

“Alhamdulillaah Datuk, sudah selesai dan mudah-mudahan mereka sampai dengan selamat di Jakarta,” kataku. Ia lalu menatapku sambil tersenyum penuh kepuasan. Bahkan kami pun berangkulan sebagai rasa syukur bahwa ‘drama’ Manohara telah dapat diselesaikan.

Datuk hanya bicara, ‘Life is too short..!’ Ketika saya bertanya lebih jauh mengenai hal itu, ia pun menjelaskan bahwa hidup kita di dunia ini terlalu pendek sehingga harus kita isi dengan hal-hal yang baik. Saya bereaksi, “Woow.. Datuk, suatu prinsip hidup yang baik sekali! Semoga Allah memberikan balasannya kepada Datuk,” kataku, yang kemudian dijawabnya dengan “amin…”.

Kami pun berpisah sambil tak lupa ia ingatkan agar jangan sungkan-sungkan untuk menghubunginya bila saya kebetulan berkunjung ke Kuala Lumpur. Saya hanya bilang, “Insya Allah.. Datuk”.

Dengan penuh kelegaan, sekitar pukul 07.00 pagi, kami semua berpisah menuju tempat parkir masing-masing. Dengan mata yang terasa berat karena belum tidur semalaman, dengan perlahan saya kendarai mobil pulang ke rumah sambil hati bartanya-tanya, “Ada hikmah apa lagi dari semua ini?”

Hanya Allah yang tahu semua yang terjadi pada umatnya. Kadang terlihat nyata, kadang hanya tersamar. Tetapi begitulah dinamika kehidupan saat bertugas di Perwakilan, KBRI Singapura. Wallahualam…!

Singapura, 2 Juni 2009
Achmad Djatmiko

detikdotcom


7 Tanggapan

  1. Its not my first time to pay a quick visit this site, i am visiting this website dailly
    and take nice facts from here all the time.

  2. mano sang model indonesia

  3. kasian mbak mano selalu di siksa sama suaminya.saya sebagai perempuan tidak bisa membayangkan betapa sadisnya suaminya.sebaiknya kta sebagai seorang wanita harus membela kaumnya sendiri.sebaiknya laki2 sepeti itu harus di hukum.

    Redaksi : ” memang wanita harus disayang, bukannya sebaliknya”

  4. bener bener gemes liat pangeran fakhry sontoloyo,.. dodol,.. sandal jepit asshole!, shit!, damn it!, fuck!……………. walah….. sejuta kata maki special buat dia….tidak manusiawi. mudah mudahan dpt ganjaran dari yg diatas.

    but,.. that’s not easy to solve this problem, because it’s involve two nation. but i believe that the true will appears… never give up mano…..!!!!! all of indonesian people will supporting u,.. …

    Penulis : ” Kemarin liat gue juga gemes.. , skrg liat pangeran juga gemes.. gue jadi jeles dech..hahaha” :D

  5. dasar kampret malaysai beraninya cuma sama perempuan… c

    Penulis : ” Sabar…sabar.. orang sabar pantatnya lebar.. hehehe.” :D

  6. [...] Foto foto mesra Manohara Odelia dan pangeran Malaysia dibalik kasus Penyiksaan yang masih rame 22 04 2009 Udah tau kan berita seputar penyiksaan mantan model Indonesia Manohara Odelia Pinot dengan suaminya pangeran Malaysia Tengku Muhammad Fakhry??? kalo belom tahu baca ini, itu, disana, disitu dan disini [...]

    Penulis : ” Terima kasih telah ikut meramekan weblog kami.. “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: