Suami Selingkuh di Puncak, Cici Paramida Babak Belur

pritaBaru saja menuai kebahagiaan rumah tangga, pedangdut Cici Paramida mendapat musibah. Bukan hanya harus menerima kenyataan bahwa sang suami selingkuh, Cici juga harus menelan perlakuan kasar yang diduga dilakukan sang suami.

Minggu (14/6/2009) malam, Cici mengaku memergoki suaminya Suhaebi tengah asyik bersama perempuan lain di daerah Puncak, Bogor. Tak kuasa menahan emosi, Cici pun meminta penjelasan kepada suaminya.

Bukannya penjelasan yang didapat, pelantun ‘Wulan Merindu’ malah mendapat perlakuan yang kasar. Pertengkaran hebat pun terjadi. Alhasil. Cici mendapatkan beberapa luka di wajah serta tangannya.

Pedangdut Cici Paramida babak belur usai memergoki suaminya bersama perempuan lain di dalam mobil. Luka-luka yang didapat Cici tersebut terjadi karena pelantun ‘Wulan Merindu’ itu tersungkur usai disenggol mobil Range Rover sang suami.

“Mba Cici menghentikan kendaraan suaminya sehingga kesenggol. Pak Suhaebi tidak mengenali Mba Cici. Dia takut yang menghadang itu orang jahat,” ujar Kapolres Bogor AKBP Sentana saat ditemui di Polres Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2009) malam.

Menurut Sentana, pada polisi, Suhaebi juga membantah melakukan pemukulan. Ia sama sekali tidak tahu kalau yang menghadangnya adalah Cici, perempuan yang dinikahinya di Mekkah, Maret lalu.

Meski Suhaebi membantah memukul, polisi tetap menjadikan pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu sebagai tersangka. Ia disangkakan dengan pasal 44 UU KDRT yang ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara.

Polisi saat ini juga sudah memegang bukti-bukti dan saksi-saksi dari pihak Cici. Setidaknya ada 7 saksi yang digandeng Cici untuk menyeret suaminya ke penjara.

Mengenai orang ketiga yang disebut Cici ikut dipergokinya bersama sang suami, Sentana berujar perempuan bernama Ami tersebut bukanlah selingkuhan Suhaebi. “Itu kawan lama. Ami janjian ketemu di atas sana (Puncak-red),” jelasnya.

Namun seorang petugas kepolisian yang mengawal Ami saat setelah pemeriksaan Ami, sempat mengungkap identitas perempuan tersebut. “Itu mantan istrinya,” begitu kata si polisi.

Sekadar informasi, sebelum menikah dengan Cici, Suhaebi memang disebut-sebut sudah beberapa kali menikah. Cici malah dikabarkan sebagai istri ke-5 Suhaebi.

Pernikahan Sarat Masalah Cici Paramida

Pernikahan Cici Paramida dengan suaminya Suhaebi sejak awal memang sarat masalah. Dari status Suhebi yang masih jadi tanda tanya, hingga berita perselingkuhan dan dugaan KDRT yang baru saja terjadi.

Cici dan Ebi menjalin ikatan cinta mereka di Masjidil Haram, pada 12 Maret 2009 lalu. Di Tanah Suci, keduanya berikrar untuk menjalani kehidupan rumah tangga.

Sepulangnya dari Arab Saudi, Cici dan Ebi langsung diterpa masalah. Istri siri ketiga, Ebi, Neni membongkar seluruh cerita masa lalu Suhaebi. Cici tak hanya dituding sebagai perebut suami orang, Namun menurut Neni, Cici juga menjadi penyebab silaturahmi Ebi dan anaknya terputus.

Namun Ebi dan Cici tak patah arang. Dengan kompak, keduanya justru menuduh Neni menyebarkan fitnah.Seakan ingin menunjukkan kebenaran ceritanya, Ebi dan Cici bahkan mengadakan pesta pernikahan di kawasan Tebet. Para rekan artis pun datang dan ikut mendoakan pernikahan Cici.

Cerita Neni berakhir ketika ibu tiga anak itu sambil menahan tangis berujar bahwa yang ia katakan sebelumnya adalah bohong belaka. Ia mengaku sudah dicerai Ebi, dan mendoakan Cici-Ebi berbahagia. Pengakuan itu dilakukan Neni pada 22 April 2009 lalu. Berubahnya pikiran Neni secara singkat membuat banyak orang beranggapan bahwa Neni ada di bawah tekanan Ebi dan Cici.

Sebelum Babak Belur, Cici Paramida 1,5 Bulan Pisah Ranjang

Belum genap 4 bulan menikah, ada fakta mengejutkan dari rumah tangga Cici Paramida. Sang suami, Suhaebi, mengaku kalau ia dan Cici sudah 1,5 bulan pisah rumah.

“Benar saya dan Cici sudah pisah rumah selama 1,5 bulan terakhir,” ujar Suhaebi yang ditemui di Polres Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2009).

Namun Suhaebi enggan menjelaskan penyebab dirinya pisah rumah dari Cici. “Alasannya sangat pribadi yah,” imbuhnya.

Kronologi Kejadian Cici Paramida Babak Belur

Pedangdut Cici Paramida diwakili keluarganya mengungkap kronologi kejadian saat dirinya ditabrak oleh mobil suaminya, Suhaebi, Minggu (14/6/2009) malam. Cici mengakui memang saat itu dirinya mengikuti insting seorang istri yang kerap ditinggal suami selama beberapa hari.

“Ini berawal dari kecurigaan Cici, Ebi pulang malam terus bahkan kadang tidak pulang selama dua hari. Cici ngajak saya, ayo kita jalan, akhirnya kita jalan ke daerah Puncak,” kisah Sahrul, sepupu Cici yang menyaksikan aksi mobil Suhaebi menabrak Cici dalam jumpa pers di rumah pedangdut itu di Jl Swasembada Barat Raya 6, Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2009).

Saat beristirahat di kawasan Cisarua, Jawa Barat, Cici melihat mobil Range Rover Suhaebi yang juga tengah berhenti. Ketika itu pelantun ‘Wulan Merindu’ tersebut melihat sang suami turun dari mobil. Namun beberapa saat kemudian Suhaebi kembali masuk ke dalam mobil.

“Tiba-tiba ada perempuan yang masuk ke dalam mobilnya. Begitu mobil itu jalan, kita ikuti, kebetulan waktu itu jalannya macet dan mobilnya pasti berhenti,” kisah Sahrul.

Begitu mobil Suhaebi berhenti, Cici pun turun dari mobilnya. Ia kemudian mengetuk-ngetuk kaca mobil sang suami, meminta Suhaebi untuk turun.

“Tapi tidak turun-turun. Cici langsung ke depan mobilnya bersama saya yang juga turun. Tapi Ebi tetap tidak turun. Ebi langsung tancap gas. Cici tersungkur, saya pun terpental. Tapi saya langsung mengejar Ebi,” urai Sahrul lagi. Cici yang tersungkur kemudian ditolong oleh supir mobilnya. Sedangkan Sahrul langsung menghampiri polisi yang kebetulan berada kurang dari 500 meter di dekatnya. “Saya melaporkan ada tabrak lari,” jelasnya.

Akhirnya polisi meminta Cici dan Sahrul melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bogor. Suhaebi pun kemudian diperiksa pihak kepolisian gara-gara aksinya menabrak Cici.

Cici Paramida Tak Mau Dibilang Kena Karma

Sebelum peristiwa KDRT menimpa Cici Paramida, pedangdut itu disebut-sebut merebut istri orang. Melihat kemalangan yang terjadi padanya kini, ia tak mau dibilang kena karma.

“Dari berita yang beredar, katanya semua ini terjadi karena hukum karma. Terus Cici sudah bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Cici merebut suami orang. Itu tidak benar,” ujar Rosita, tante Cici ditemui di Jl Swasembada Barat Raya 6, Plumpang, Jakarta Utara, Senin (15/6/2009).

Menurut Rosita, sejak awal istri Cici, Ebi telah membongkar status pernikahannya. Ia mengatakan telah menyandang status duda yang bercerai sekitar 5 tahun lalu.

Ebi membuktikan kepada Cici dengan membawa surat cerai tersebut. Namun sayang Ebi tak pernah jujur mengenai status nikah sirinya dengan Neni.

“Kita keluarga sangat merasa dibohongi karena akte cerai yang diberikan itu orang yang berbeda. Kita syok banget tapi akhirnya Ebi minta maaf karena sudah membohongi,” jelas Rosita.

Cici Paramida Curiga Suami Selingkuh Sejak Awal Nikah

Malang benar nasib pedangdut Cici Paramida, sejak awal pernikahannya ia rupanya sudah kurang bahagia. Hanya sebulan setelah menikah, Cici mencurigai suaminya selingkuh.

“Awalnya karena Mas Ebi tidak mengetahui status Neni. Mas Ebi sering didesak soal kejujuran itu,” ujar Rosita, tante Cici dalam jumpa pers di di Jl Swasembada Barat Raya 6, Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2009).

Neni yang disebut Rosita adalah istri ketiga Suhaebi. Pada pertengahan April 2009, sebulan setelah Cici menikah dengan Suhaebi di Mekkah, Neni mengeluarkan pernyataan kalau dirinya masih jadi istri sah pria yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut.

Namun beberapa hari setelah membuat pernyataan tersebut, ia mencabutnya lagi. Ada dugaan, Neni melakukan hal tersebut secara terpaksa karena tidak mau anak-anaknya ditelantarkan Suhaebi.

Berkaca dari kasus Neni, Cici rupanya tidak merasa tentram lagi menikah dengan Suhaebi. Mulai timbul hal-hal yang mencurigakan dari suaminya tersebut.

“Mba Cici menemukan kecurigaan dari HP Ebi, seperti apa isinya saya nggak tahu. Tapi itu dikaitkan dengan insting seorang istri makanya dia langsung bertindak,” urai Rosita lagi.

Bertindak yang dimaksud Rosita adalah Cici kemudian mencari suaminya ke kawasan Puncak, Jawa Barat. Cici curiga karena Suhaebi kerap tidak pulang berhari-hari. Sayang peristiwa naas menimpa Cici saat memergoki suaminya bersama perempuan lain di dalam mobil, Minggu (14/6/2009) malam. Mobil Suhaebi menabraknya saat ia minta Suhaebi keluar untuk menemuinya. Alhasil kakak Siti KDI itu pun tersungkur dan mendapat sejumlah luka.

Adhyaksa Dault: Suami Cici Paramida Mesti Diganjar Hukuman

Peristiwa babak belur pedangdut Cici Paramida karena ditabrak oleh suaminya, Suhaebi, membuat Adhyaksa Dault kecewa dan geram. Adhyaksa, Menpora yang juga kerabat Cici, menegaskan Suhaebi harus diberi ‘pelajaran’.

“Kalau Cici anak saya, mungkin si Ebi sudah tinggal kaosnya aja. Suaminya mesti diganjar (hukuman) tuh. Terlalu,” cetus Adhyaksa saat ditemui di kantornya di Jl Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2009).

Pria berkumis itu tak habis pikir bagaimana bisa Cici yang lemah-lembut sampai harus diperlakukan seperti itu. Apalagi Suhaebi mengaku sempat tak mengenali Cici ketika menabraknya di Jl Raya Puncak Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/6/2009) malam.

Adhyaksa pun menuding Suhaebi ibarat laki-laki pengecut. “Sebagai cowok apa yang dilakukan Ebi nggak pantas. Menurut saya dia bukan laki-laki. Masa di tengah jalan istrinya ditabrak terus ditinggalkan begitu aja,” jelasnya sewot. Adhyaksa yang juga bertindak sebagai penerima lamaran saat Cici hendak dinikahi Suhaebi meminta agar kasus tersebut benar-benar ditangani dengan baik.

Adhyaksa Dault pernah bertindak sebagai orang yang menerima lamaran Suhaebi ketika hendak menikahi Cici Paramida. Namun sebenarnya Adhyaksa sempat kurang menyetujui rencana pernikahan itu. Ia bahkan meminta Cici untuk memikirkan kembali rencana pernikahannya dengan Suhaebi.

“Saya sudah bilang ke Cici untuk lebih hati-hati, awalnya juga sudah saya nasihati. Orang kalau sudah kawin berkali-kali pasti nggak beres! Masa orang udah 4 kali kawin kelakuannya nggak berubah,” jelas Adhyaksa Dault saat ditemui di kantor Menpora, Jl Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2009).

Firasat Adhayksa seakan tidak salah setelah ia mendengar Cici Paramida ditabrak suaminya di Jalan Raya Puncak, Bogor, Minggu (14/6/2009) malam. Ia pun meminta agar Cici mempertimbangkan masa depan pernikahannya dengan Suhaebi.

“Saya memang dari awal menyangsikan itikad Ebi menikahi Cici,” kata Adhyaksa geram. Adhyaksa masih punya hubungan kekeluargaan dengan Cici. “Cici kalau manggil saya, Om,” kata menteri dari PKS itu.

Pria berkumis itu berharap Cici bisa lebih sabar menerima musibah tersebut. Cici juga diharapkan bisa lebih terbuka pikirannya mengenai calon pendamping hidup yang akan dipilihnya kelak.

Kronologi Cici Paramida Babak Belur Versi Suhaebi

Keluarga pedangdut Cici Paramida sudah mengungkapkan kronologi kejadian versi Cici. Lewat polisi, Suhaebi yang menabrak Cici juga membeberkan kronologi versinya. Ia mengaku dihadang empat orang berbadan kekar, sebelum akhirnya menyenggol istrinya sendiri dengan mobilnya.

Kronologi kejadian versi Suhaebi itu diungkapkan oleh Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Iptu Ari Trisnawati, Selasa (16/6/2009).

Pada Minggu (14/6/2009), Suhaebi mengaku menjemput Ami, perempuan yang dipergoki Cici satu mobil dengan suaminya. Ami saat itu tengah ada acara keluarga di kawasan Cipanas, Jawa Barat. Suhaebi mengakui Ami sebagai teman lamanya.

“Di perjalanan menuju Jakarta, di daerah Gang Semen, mobil Suhaebi dihadang mobil. Di depan turun empat orang berbadan kekar dan dibelakang ada Pak Sahrul bersama Cici,” jelas Ari.

Melihat empat orang berbadan kekar menghadang mobilnya, Suhaebi rupanya panik. “Pak Suhaebi langsung tancap gas karena kaget di depan ada empat orang menghadang. Karena itu Mba Cici yang ada di belakang Pak Sahrul kesenggol mobil Suhaebi,” urai Ari lagi.

Suhaebi yang kabur kemudian dikejar oleh Sahrul. Sahrul minta bantuan petugas kepolisian yang berada 500 meter dari lokasi kejadian.

Setelah berhasil dikejar, Suhaebi diamankan di Polsek Gadok, Bogor, Jawa Barat. Awalnya, Suhaebi akan diproses kasus tabrak lari. Namun ternyata setelah Cici hadir, diketahui kalau keduanya suami-istri.

“Jadi dimasukkan ke pasal 44 UU KDRT,” tandas Ari.

Usai Babak Belur, Cici Paramida-Suhaebi Cekcok di Kantor Polisi

Rumah tangga Cici Paramida dan Suhaebi sepertinya memang gawat. Setelah ditabrak, Cici dan Suhaebi sempat terlibat adu mulut di kantor Polsek Gadok, Bogor, Jawa Barat. Polsek Gadok adalah tempat sementara sebelum akhirnya Suhaebi dan Cici dibawa ke Polresta Bogor.

“Selama diamankan, Suhaebi dan Cici terlibat pertengkaran. Awalnya kami mengira itu adalah tabrak lari, tapi ternyata mereka suami istri,” jelas Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Iptu Ari Trisnawati, saat ditemui di kantornya, Selasa (16/6/2009).

Iptu Ari menuturkan saat Cici dan Suhaebi bertengkar, pihaknya sudah mencoba mendamaikan. Namun sepertinya permasalahan rumah tangga yang sedang mereka alami benar-benar serius.

Babak Belur, Cici Paramida Malah Akan Dipolisikan Suami

Pengakuan Cici Paramida soal dirinya babak belur karena ditabrak mobil suaminya Suhaebi dianggap sebagai kebohongan. Suhaebi pun siap melaporkan balik Cici ke polisi.

”Tindakan si pelapor itu memberikan keterangan palsu dan kita juga akan melakukan penuntutan hukum,” ujar kuasa hukum Suhaebi, Zulhendri Hasan saat ditemui di kediaman kliennya itu di Perumahan Raffles Hills, Cibubur, Selasa (16/6/2009) jelang tengah malam.

Suhaebi pun kemudian memberikan kronologi kejadian versinya. Namun keterangannya tersebut berbeda dengan apa yang disampaikannya pada polisi.

Menurut Ebi, sapaan akrab Suhaebi, ia berada di Puncak bukan untuk selingkuh. Perempuan yang berada satu mobil dengannya, Ami adalah sahabatnya.

Ebi mengaku langsung menemui Ami di Puncak setelah ia berada di Demak, Jawa Tengah selama dua hari. Ebi memilih bertemu Ami dulu sebelum pulang ke rumah.

Pengusaha asal Kudus itu menemui Ami untuk membicarakan acara bakti sosial yang akan mereka adakan. Sebenarnya ada satu orang lagi yang ikut dalam pertemuan tersebut. Namun menurut Ebi, temannya itu batal datang.

”Tiba-tiba saat di perjalanan ada yang menyalip. Mobil Ebi dicegat enam orang berbadan kekar, dua di antaranya mengeluarkan senjata dari pinggang sambil teriak, bawa ke Polda,” kisah Zulhendri lagi-lagi mewakili Ebi. Sebelum jumpa pers Ebi memang sempat mengatakan dirinya tidak bisa banyak bicara karena suaranya serak.

Dicegat enam orang berbadan kekar, Ebi pun ketakutan. Ia langsung tancap gas dan menghampiri polisi yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi kejadian. Si polisi lalu minta pada pria-pria tersebut untuk menyelesaikan di Polsek Gadok, Bogor, Jawa Barat.

Keterangan Ebi di atas sangat berbeda dengan keterangan Cici dan pihak Polres Bogor. Menurut Cici, saat ia mengetuk-ngetuk kaca mobil suaminya, sang suami langsung tancap gas. Alhasil ia pun jatuh tersungkur.

Tidakkah Ebi melihat Cici? ”Saya nggak tahu ada orang, yang saya lihat hanya enam orang itu dan saya hanya fokus lurus ke depan untuk meninggalkan dan menyelamatkan diri,” jawab Ebi membela diri.

Bantah Nabrak, Suhaebi Kaget Cici Paramida Berdarah

Suami pedangdut Cici Paramida, Suhaebi tidak merasa menabarak Cici. Ia pun mengaku kaget saat bertemu di Polres Bogor pelipis kanan istrinya dalam keadaan berdarah.

”Saya terkejut melihat dia berdarah. Tapi sebelum saya tanya dia sudah bilang, saya yang melukai dia. Padahal saya tidak merasa menabrak atau menyerempet,” ujar Suhaebi dalam jumpa pers di kediamannya di perumahan Raffles Hills, Cibubur, Selasa (16/6/2009) jelang tengah malam.

Dalam jumpa pers tersebut, Ebi sapaan akrab Suhaebi tidak terlalu banyak bertutur. Mengaku tengah serak, ia lebih banyak menyerahkan pembicaraan pada pengacaranya Zulhendri Hasan.

Zulhendri mengatakan kalau pengakuan Cici dirinya ditabrak mobil Ebi adalah sebuah keterangan palsu. Saksi yang diikut sertakan Cici dalam laporan di Polres Bogor juga kebanyakan dari pihak pelantun ‘Wulan Merindu’ itu.

”Nggak ada bunyi benturan, Ami pun mengakui hal itu,” tukas Zulhendri. Ami yang disebutnya adalah perempuan yang berada satu mobil dengan Ebi.

Ebi menambahkan saat mobilnya dihadang enam orang berbadan kekar, ia benar-benar konsentrasi ke depan. ”Saya konsentrasi untuk meninggalkan tempat itu,” tuturnya.

Jika Ebi tidak merasa menabrak, bagaimana Cici bisa terluka?

”Saya rasa sebagai seorang istri melukai dirinya seperti itu tidak mungkin ya. Tapi saya nggak tahu juga,” jawabnya penuh teka-teki.

Dituding Doyan Nikah, Suami Cici Paramida Ancam Polisikan Menpora

Adhyaksa Dault, kerabat pedangdut Cici Paramida menyebut suami Cici, sebagai pria yang tidak beres karena sudah menikah berkali-kali. Tidak terima, Suhaebi pun siap melaporkan pria yang menjabat sebagai Menpora itu ke polisi.

“Ini sudah memenuhi unsur pasal pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan, bisa kita laporkan,” ujar kuasa hukum Suhaebi, Zulhendri Hasan saat ditemui di kantornya di Tendean Square, Jl. Kapt. P. Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2009).

Menurut Zulhendri, kalau memang Adhyaksa mengaku sebagai paman yang ingin membela keponakannya, seharusnya Adhyaksa tidak mengeluarkan pernyataan menyudutkan. “Seharusnya jadi penengah yang baik dong. Apalagi kita tahu dia seorang menteri dan kita tahu latar belakangnya doktor dalam bidang hukum,” urainya.

Zulhendri mewakili Suhaebi sangat menyesalkan pernyataan Adhyaksa yang dimuat di berbagai media. Salah satu yang ditunjukkannya adalah pernyataan Adhyaksa di koran Rakyat Merdeka.

Dalam koran tersebut, Suhaebi disebut bukan laki-laki. Suami Cici juga dikatakan tidak ganteng, ompong dan botak.

“Saya rasa nggak pantas dia mengeluarkan statement seperti itu,” tukas Zulhendri.

Kapan persisnya Suhaebi akan mempolisikan Adhyaksa? Saat ini Zulhendri tengah mengumpulkan fakta-fakta terlebih dulu. Pihak Suhaebi juga akan konsentrasi dulu pada kasus perseteruan dengan Cici Paramida.

Dituding Jadi Selingkuhan Suami Cici, Ami Sakit

Ami, perempuan yang dipergoki Cici Paramida semobil dengan suaminya, Suhaebi berecana menjumpai media, Rabu (17/6/2009) ini. Namun tiba-tiba ia membatalkannya. Perempuan yang dituding sebagai selingkuhan Suhaebi itu jatuh sakit.

“Ketika saya hubungi pukul 10.00 tadi, Ami bilang kondisi badannya sedang tidak enak. Dia mau berobat ke rumah sakit,” jelas kuasa hukum Ami, Zulhendri Hasan saat ditemui di kantornya di Tendean Square, Jl.Kapt.P. Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2009).

Melalui SMS, Ami minta maaf. Ia pun berjanji akan menemui wartawan dan infotainment untuk menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya.

Seperti dalam jumpa pers di rumah Suhaebi, Selasa (16/6/2009) malam, Zulhendri mengatakan kalau Ami dan kliennya tidak ada hubungan spesial. Ami dan Suhaebi memang sudah berteman sejak lama.

“Mereka sempat pergi haji bersama-sama teman-teman yang lain,” tuturnya.

Ami, menurut Zulhendri adalah seorang perempuan baik-baik yang memiliki suami dan anak. Ia seorang ibu rumah tangga yang juga pengusaha. Makanya Ami merasa cocok berteman dengan Suhaebi yang juga pengusaha.

Niat Polisikan Cici Paramida, Suhaebi Dipenjara

Suami Cici Paramida, Suhaebi, sebenarnya berniat melaporkan balik istrinya Cici Paramida ke Polres Bogor, Kamis (18/6/2009) ini. Namun setelah berada di kantor polisi selama kurang lebih delapan jam, Suhaebi malah ditahan pihak kepolisian.

Suhaebi keluar dari Kasat Reskrim Polres Bogor sekitar pukul 21.00 WIB. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu dikawal ketat beberapa polisi.

Sebelum Suhaebi keluar, salah seorang petugas kepolisian sempat menjanjikan akan ada jumpa pers dari Suhaebi. “Jumpa persnya jangan di sini, sudah disediakan di lobi,” ujar si petugas.

Namun ternyata yang menunggu di lobi adalah pengacara Suhaebi, Zulhendri Hasan. Pria yang menikahi Cici pada 12 Maret 2009 itu justru digiring petugas ke arah sel.

“Saya difitnah. Saya tadi berniat melaporkan balik,” tukas Suhaebi yang bicara di bawah kawalan polisi itu.

Keterangan resmi dari pihak kepolisian soal penahanan Suhaebi disampaikan Kasat Reskrim AKP M. Santoso. “Pada malam ini secara resmi saudara Suhaebi kita lakukan penahanan dengan pasal 44 ayat 1, nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT,” jelasnya.

Terbukti Menganiaya, Penangguhan Penahanan Suami Cici Ditolak

Ahmad Suhaebi melalui pengacaranya, Zulhendri Hasan, mengajukan penangguhan penahanan kepada Polres Bogor. Namun karena terbukti melakukan penganiyaan terhadap Cici Paramida, permohonan Suhaebi tersebut ditolak mentah-mentah.

“Pak Ebi memang minta penangguhan penahanan, namun tidak kami kabulkan. Alasannya bukti-bukti yang ada sudah mencukupi adanya dugan penganiyaan terhadap Mbak Cici,” jelas Kasat Reskrim Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi M. Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (18/6/2009) malam.

Alasan polisi tetap menahan Suhaebi di Polres Bogor didasarkan kepada hasil visum Cici Paramida dan keterangan sejumlah saksi yang menguatkan adanya peristiwa penabrakan terhadap pelantun ‘Wulan Merindu’ itu.

“Setelah kita melakukan penyidikan secara mendalam, unsur pidananya layak untuk dilakukan penahanan. Untuk masalah visum kita sudah terima dari rumah sakit. Dokter melihat adanya kekerasan yang diakibatkan benda tumpul, yang mengakibatkan terganggunya kegiatan sehari-hari Mbak Cici,” urai AKP M . Santoso.

Penahanan Suhaebi ditegaskan M Santoso bukan karena adanya tekanan dari pihak-pihak tertentu. Tapi karena murni untuk kepentingan penyidikan perkara.

Saat ditanya apakah Suhaebi sudah melaporkan balik istrinya, M. Santoso menjawab. “Kita belum dapat laporan karena memang Pak Ebi sendiri tidak tahu siapa yang akan dilaporkan,” tandasnya.

Jadi Tersangka, Suami Cici Paramida Siap Ngadu ke Presiden

Tak hanya menyeret nama Menpora Adhyaksa Dault, kasus KDRT yang dialami pedangdut Cici Paramida tampaknya akan menjadi luas. Suhaebi, suami Cici berujar siap mengadukan kasusnya ke presiden.

Diwakili pengacaranya Zulhendri Hasan, Ebi sapaan akrabnya mengaku merasa dirugikan dengan penetapan statusnya sebagai tersangka. Ebi merasa justru dirinyalah yang harusnya mendapat perlindungan karena merasa terancam dengan perbuatan Cici.

“Hari ini kami berniat melaporkan tindak pidana penghadangan, penculikan. Kedatangan klien kami sebenarnya untuk meminta perlindungan. Tapi setelah ke sini klien kami malah jadi tersangka,” jelas Zulhendri saat ditemui di Polres Bogor, Kamis (18/6/2009) malam.

Masih menurut Zul sapaan akrabnya, ada yang ganjil dengan penahanan dan penetapan kliennya sebagai tersangka. Zul merasa, ada tekanan dari pihak-pihak tertentu yang membuat proses hukum berjalan berat sebelah. Untuk itu, Zul mengaku Suhaebi akan tak ragu mengadukan kasusnya kepada Kapolri bahkan Presiden RI.

“Kami akan meminta perlindungan ke Kapolri dan Presiden, karena ada peristiwa yang tidak ditindaklanjuti,” tegas Zul.

Ditahan, Suami Cici Paramida Merasa Dizalimi

Ingin mengadu tapi malah ditahan. Itulah yang dialami Suhaebi, suami Cici Paramida ketika ingin melaporkan balik sang istri. Pengusaha yang diduga melakoni KDRT itu pun merasa dirinya dizalimi.

“Dia (Suhaebi) nggak komentar apa-apa. Dia pasrah kepada Tuhan tapi dia merasa dizalimi,” ujar pengacara Suhaebi, Zulhendri Hasan saat ditemui di Polres Bogor, Kamis (18/6/2009).

Suami Cici Paramida itu ditahan dengan pasal 44 ayat 1, nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT. Merasa tidak melakukan hal itu, pihak Suhaebi pun langsung keberatan.

“Kami keberatan pada KDRT. Kami dipanggil Kasat karena klien kami wajib lapor. Kami juga ingin melapor adanya penghadangan itu,” jelas Zul.

Ketika ditanya apakah ada intervensi dari pihak lain soal penahanan Ebi, Zul pun menjawab. “Kalau kita lihat psikologi yang kita hadapi terlihat seperti itu, tapi saya tidak berani mengatakan siapa,” ucapnya.

Ungkap Kronologi Ditabrak Suhaebi, Cici Paramida Banjir Air Mata

Pedangdut Cici Paramida akhirnya menunjukkan wajahnya pasca dirinya babak belur saat memergoki suaminya, Suhaebi semobil bersama perempuan lain. Dengan berurai air mata, Cici pun menceritakan kronologi kejadian versinya.

Cici menggelar jumpa pers di Hotel Century, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2009). Mengenakan blouse lengan panjang berwarna abu-abu dan didampingi tiga pengacaranya, ia tiba sekitar pukul 17.40 WIB. Wajah Cici masih terlihat lebam. Malah rahangnya tampak memar.

Pelantun ‘Wulan Merindu’ itu memulai jumpa pers dengan memohon maaf pada media. Sejak membuka mulutnya, Cici sudah terdengar seperti mau menangis.

“Mohon maaf saya baru bisa hadir karena keadaan saya yang baru stabil,” begitu katanya.

Kakak Siti KDI itu kemudian melanjutkan dengan memberikan ucapan terimakasih kepada pihak kepolisian. “Terimakasih kepada kepolisian yang menangani kasus ini secara profesional,” ujarnya.

Air matanya setelah itu mulai mengalir saat ia menceritakan kronologi kejadian versinya. Cici mengaku sempat bicara dengan Suhaebi saat mereka diamankan di pos polisi Gadok, Puncak, Bogor, Minggu (14/6/2009) malam setelah ia ditabrak.

“Dia katakan dia tidak melihat saya,” ujarnya dengan air mata menetes.

Cici Paramida Kejar Suhaebi Dengan Bercucuran Darah

Setelah lima hari mengatasi syok, pedangdut Cici Paramida akhirnya bisa menceritakan kronologi kejadian ketika ia ditabrak mobil suaminya, Suhaebi. Didampingi tiga pengacaranya, Cici menceritakan kronologi saat ia memergoki Suhaebi semobil bersama perempuan lain di kawasan Puncak, Minggu (14/6/2009) malam.

Bagaimana cerita Cici? Ini dia cerita pelantun ‘Wulan Merindu’ itu dalam jumpa pers di Hotel Century, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2009):

Saya melihat mobil suami saya di daerah Puncak arah turun. Keadaan saat itu memang agak padat merayap. Saya lihat mobilnya, terus saya turun. Saya ketok-ketok mobilnya.

Saya melihat di sampingnya ada wanita yang tidak saya kenal. Saya ketok-ketok dia nengok tapi tidak dihiraukan. Lalu saya pindah ke depan dan dia menabrak saya.

Lalu Allu (Sahrul, sepupu Cici-red) turun dan dia mencari motor. Dia naik motor warga. Kebetulan ada polisi yang sedang bertugas karena di dekat situ juga lagi ada kecelakaan. Polisi itu yang membawa dia mengejar. Allu bilang ke polisi ada tabrak lari.

Polisi itu yang membawa dia (Suhaebi-red) ke pos polisi. Polisi itu mengamankan. Saya nyusul sambil bercururan darah. Sampai pos polisi saya langsung diminta ke rumah sakit untuk visum.

Kita sempat bicara di kantor polisi aja. Tidak ada minta maaf. Dia katakan dia tidak melihat saya.

Cici Curiga Suami Tukang Bohong Sejak Baru Nikah

Awal pernikahan seharusnya dilalui dengan indah dan penuh kenangan manis. Tapi itu tidak berlaku bagi Cici Paramida. Baru saja menggelar resepsi, Cici curiga kalau suaminya, Suhaebi, penuh dengan kebohongan.

“Setelah resepsi saya sudah merasakan kejanggalan, Pak Adhyaksa juga merasakannya karena muncul berita Neni masih istrinya itu. Dari situ saya ingin adanya kejujuran, apakah dia sudah bercerai atau belum,” jelasnya sendu saat ditemui di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2009) petang. Cici menikah dengan Suhaebi pada 12 Maret 2009. Sesudahnya, mereka menggelar pesta nikah sebanyak tiga kali.

Cici tak mau masyarakat luas mencap dirinya sebagai perempuan perebut suami orang. Ia menikah dengan Suhaebi karena telah diyakinkan kalau pengusaha tersebut memang benar-benar telah bercerai.

Namun indikasi Suhaebi tidak jujur makin terlihat saat seorang perempuan bernama Neni mengklaim masih jadi istri sah pengusaha asal Kudus itu. Belakangan Neni terkesan melunak soal pengakuannya tersebut. Diduga Neni diancam. Cici curiga karena Suhaebi bukannya meluruskan berita yang beredar, malah terkesan menghindar.

Akibatnya, Cici dan Suhaebi memutuskan untuk pisah rumah sejak 2 bulan terakhir. Tak hanya Cici yang merasa dibohongi oleh Suhaebi, keluarganya pun demikian.

Cici Paramida Kejar Suami ke Puncak Karena Insting

Pedangdut Cici Paramida memergoki suaminya, Suhaebi semobil dengan perempuan lain di kawasan Puncak, Jawa Barat, Minggu (14/6/2009) malam. Menurut Cici, ia bisa tahu suaminya berada di Puncak karena insting seorang istri.

“Karena insting istri dan saya juga banyak sahabat. Jadi saya pergi ke Puncak karena insting,” ujar Cici dalam jumpa pers di Hotel Century, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2009).

Dikisahkan Cici, pada dirinya, Suhaebi mengaku pergi ke Demak, Jawa Tengah. Pria yang menikahi Cici pada 12 Maret 2009 itu bilang akan pulang Minggu (14/6/2009) malam.

“Memang betul dia ke Demak. Tapi ternyata dia bolak-balik,” kesal pelantun ‘Wulan Merindu’ itu.

Berdasarkan kronologi versinya, Cici mengaku memergoki suaminya saat mobil sang suami arah turun ke Jakarta. Ketika itu sebenarnya mobil Range Rover Suhaebi memakai plat nomer yang berbeda.

“Awalnya dia pakai B 12 CF, tapi pas di Puncak berubah jadi B 8308 YN. Karena insting seorang istri, saya juga sering naik mobil itu, jadi saya tahu itu mobil dia,” jelasnya.

Adhyaksa Dault: Suami Cici Paramida Memang Botak!

Kerabat Cici Paramida, Adhyaksa Dault akan dipolisikan gara-gara menyebut suami Cici, Suhaebi botak. Namun pria yang menjabat sebagai Menpora itu tak gentar. “Ya memang dia botak.

“Emangnya dia mau nuntut statement saya yang mana? Yang saya bilang dia itu botak, ya memang dia botak. Yang bilang dia gondrong memang siapa?,” kata pria
berkumis itu saat ditemui sejumlah wartawan di kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jumat (19/6/2006).

Adhyaksa mempersilahkan Suhaebi untuk menuntutnya. Namun ia pun menitip pesan agar Suhaebi hati-hati untuk mempolisikannya.

“Kalau mau somasi atau tuntut itu silahkan saja, tapi hati-hati juga. Biar begini juga saya ngerti hukum,” lanjutnya.

Soal apakah Cici akan menceraikan Suhaebi, Adhyaksa sudah bicara dengan kakak Siti KDI itu. Ia dan keluarga besar Cici menyerahkan semuanya kepada pelantun ‘RT 5, RW 3’ itu. Namun ia mencium rumah tangga Cici dan Suhaebi akan akan berakhir.

“Saya ngomong di sini sebagai paman dari keluarga Cici. Saya sudah bicara dan sudah ketemu Cici. Kayaknya sulit dilanjutkan, tapi semua saya serahkan pada
proses hukum biar pengadilan yang selesaikan,” katanya.

Terhina Disebut Botak, Suami Cici Laporkan Adhyaksa

Adhyaksa Dault menyebut Suhaebi, suami Cici Paramida sebagai pria botak, ompong dan tukang kawin. Tersinggung dengan ucapan Adhayksa, Suhaebi laporkan Menpora itu ke polisi.

“Kita melaporkan Adhyaksa Dault dengan tuduhan telah melakukan penghinaan, fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan,” jelas Adheri Zulkifli Sitompul, kuasa hukum Suhaebi, saat ditemui di SPK Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2009) malam.

Adheri menjelaskan kalau apa yang dikatakan Adhyaksa sudah keterlaluan. Tak seharusnya Adhyaksa ikut campr terlalu jauh di urusan rumah tangga Cici dan Suhaebi.

Kuasa hukum Suhaebi membawa surat kabar Rakyat Merdeka edisi 17 Juni 2009 sebagai bukti. Koran tersebut memang memuat sejumlah pernyataan Adhyaksa yang dianggap menyinggung perasaan Suhaebi.

Kaca spion sebelah kanan mobil asal Inggris itu pecah. .

Bagian bemper kanan belakang terlihat lecet-lecet.

Salah satu bagian mobil yang juga lecet.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: