Mbah Surip ‘Tak Gendong’ Meninggal Dunia

lk

Jakarta Penyanyi fenomenal Mbah Surip meninggal dunia, Selasa (4/8/2009) pukul 10.30 WIB. Penyanyi ‘Tak Gendong’ itu sempat dilarikan ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur.

“Iya benar tadi meninggal pukul 10.30 WIB,” kata Mega, petugas pendaftaran RS Pusdikkes saat dikonfirmasi detikcom.

Mamiek Srimulat: I Love You Full, Kata Terakhir Mbah Surip
Mbah Surip meninggal dunia di rumah Mamiek ‘Srimulat’ di kawasan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Mamiek tahu persis kondisi penyanyi berambut gimbal itu, termasuk kata terakhir yang diucapkan oleh Mbah Surip.

“Berulang-ulang dia bilang I love you full,” kata Mamiek Prakoso melalui telepon, Selasa (4/7/2009).

Mamiek menceritakan, dia sempat dipanggil kerabatnya agar masuk ke dalam karena didapati kondisi Mbah Surip tengah meracau ‘I Love You Full’ dengan air liur berleleran di mulut.

Takut Dikejar Penggemar, Mbah Surip Emoh ke RS
Menjelang kematiannya, Mbah Surip telah mengeluh bahwa badannya letih. Namun ia menolak dibawa ke rumah sakit karena takut dikerubuti penggemarnya.

“Aku capek, tapi tidak mau ke rumah sakit. Aku nggak mau dikejar dikerubuti penggemar,” demikian ujar kerabat Mbah Surip, Mamiek ‘Srimulat’ meniru ucapan pelantun ‘Tak gendong ke mana-mana’ itu ketika memberi keterangan kepada ‘Insert’ Trans TV, Selasa (4/8/2009).

Setelah itu menurut Mamiek, Mbah Surip minta untuk di bawa kerumah pentolan ‘Srimulat’ itu untuk beristirahat. Ia pun sempat menyantap bubur ayam.

Namun setelah tertidur, pria yang selalu eksis dengan gaya rasta itu tak bangun lagi. Ia langsung dilarikan ke Pusdikkes Kramat Jati, dan dinyatakan meninggal di sana

Desta Kaget Mbah Surip Meninggal
Desta sempat tampil bareng Mbah Surip di video klip ‘Tak Gendong’. Mendengar Mbah Surip meninggal pada Selasa (4/8/2009), personel band Club 80’s itu pun sontak kaget.

“Dengar kabar itu, kaget banget,” ujarnya saat dihubungi detikhot lewat telepon, Selasa (4/8/2009).

Desta pun mengaku sedih karena mereka berencananya untuk tampil bareng lagi di ‘Bangun Pagi’, video klip baru Mbah Surip. “Padahal kita mau bikin video klip lagi, buat lagu ‘Bangun Pagi’,” ucapnya.

Mbah Surip ‘Tak Gendong’ Alami Gagal Jantung
Penyebab kematian Mbah Surip ‘Tak Gendong’ sudah diketahui. Penyanyi berambut gimbal itu menderita gagal jantung.

“Tadi dia meninggal pukul 10.20 WIB. Setelah dicek mengalami gagal jantung,” kata perawat UGD RS Dik Pusdikkes, Lettu Sukadi, di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Selasa (4/8/2009).

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Mengeluh Kelelahan
Kondisi fisik yang kelelahan untuk sementara diduga sebagai penyebab meninggalnya Mbah Surip. Sehari sebelum meninggal, penyanyi berambut gimbal itu sempat memeriksakan kondisi fisiknya ke dokter.

“Katanya karena kelelahan, kurang istirahat,” kata Mamiek Prakoso melalui telepon, Selasa (4/8/2009).

Mbah Surip kemudian menginap di rumah pentolan grup lawak Srimulat itu di Kampung Makassar, Jakarta Timur. Sampai pagi ini pelantun lagu reggae “Tak Gendong” itu masih terlihat sehat bahkan sempat sarapan bersama.

Semasa Hidup, Mbah Surip Misterius Soal Keluarga

lk

Semasa hidupnya, Urip Ariyanto atau dikenal dengan nama Mbah Surip terkesan enggan membuka fakta tentang keluarganya. Dia selalu menghindar jika ditanya seputar hal itu.

“Mbah Surip kalo ke kantor sendirian aja, dia agak-agak susah untuk masalah itu. Nggak pernah terbuka,” ujar Dina, marketing operator Falcon Records, perusahaan rekaman yang menangani album mbah Surip kepada detikhot, Selasa (4/7/2009).

Dari 10 lagu Mbah Surip yang ditangani Falcon Records, pemasukannya cukup luar biasa. Dalam dua bulan, dari hasil RBT saja Mbah Surip sudah mendulang sedikitnya Rp. 2 miliar.

Pihak Falcon mengaku mengetahui kabar berpulangnya Mbah Surip dari rumah sakit. Pihak Pusdikkes menelepon Falcon Records untuk mengabarkan kalau pelantun ‘Tak Gendong’ tersebut sudah tiada.

Pendapatan RBT Mbah Surip Bisa Jadi Rebutan
Berpulangnya Mbah Surip bisa jadi menimbulkan kisruh ahli waris seperti Michael Jackson. Jika Mbah Surip misterius soal keluarga, lalu siapakah ahli waris pendapatan RBT senilai lebih dari Rp 2 M tersebut?

Sejak direkrut Falcon Records dan sukses melambungkan lagu ‘Tak Gendong’ pendapatan Mbah Surip meroket tajam. Dari seorang pengamen jalanan di kawasan Blok M, aset Mbah Surip setelah lagunya meroket diperkirakan bisa melebihi Rp 4 Miliar.

Semasa hidupnya Mbah Surip paling misterius jika ditanya soal siapa anak istrinya. “Sudah jangan tanya-tanya soal itu,” elaknya dalam beberapa kesempatan.

Selama menghadiri berbagai show dan temu wartawan Mbah Surip hanya ditemani asistennya Farid. Farid sendiri kerap disebut-sebut sebagai ‘anak’ dari Mbah Surip.

“Biasanya akan jatuh ke tangan anaknya dulu,” ujar Dina, marketing operator Falcon Records label yang menaungi Mbah Surip ketika dihubungi detikhot, Selasa (4/8/2009).

Namun hingga kini mbah Surip belum pernah menyebutkan siapa ahli warisnya. Selama ini pria yang sering berucap ‘I Love Full’ itu menangani sendiri urusan kontraknya. Siapa keluarganya, juga belum pernah diperkenalkan ke pihak label.

Dengan kondisi ini bisa saja bermunculan orang yang mengaku ahli waris. Bagaimana sikap label tentang hal itu?

“Wah kita belum membahas sampai sejauh itu dulu,” terang Dina

Manohara Menangis Mendengar Mbah Surip Meninggal

lk

Penyanyi Mbah Surip pernah berujar kalau ia ingin menggendong model Manohara Odelia Pinot. Tapi keinginan Mbah Surip itu pupus karena ia terlebih dahulu menghadap Sang Kuasa. Mendengar Mbah Surip meninggal, Manohara menangis.

“Saya langsung nangis ketika dengar Mbah Surip meninggal,” ujarnya berlinang air mata saat ditemui di kantor pengacara Hotman Paris di gedung Summitmas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2009).

Manohara memang tidak dekat secara emosional dengan Mbah Surip, tapi sosokya yang kocak membuat perempuan jangkung itu benar-benar kehilangan. “Dia sosok yang bisa membuat orang lain tersenyum dan tertawa,” imbuhnya.

Walau sedih Mano merasa bangga melihat Mbah Surip meninggal di saat jayanya. “Bagus yah saya seneng melihat dia meninggal di masa jayanya,” pungkasnya.

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Dibonceng Motor
ebelum meninggal Mbah Surip masih menunjukkan kesederhanaannya. Bukan naik mobil mewah, Mbah Surip malah memilih dibonceng sepeda motor.

Hal tersebut diungkapkan oleh pelawak Mamiek Prakoso. “Kemarin (Senin-red) sore dia ke sini sama anaknya, dibonceng naik motor,” jelas Mamiek saat ditemui di kediamannya di Kampung Makasar RT 02 RW 04, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Mbah Surip saat itu mengutarakan kalau ia menderita kelelahan yang luar biasa akibat padatnya jadwal manggung dan wawancara. “Dia bilang dia capek dikejar-kejar orang terus, dikejar wartawan, fans sama kebanyakan manggung,” tuturnya.

Sebagai sahabat, Mamiek mempersilakan Mbah Surip untuk beristirahat di rumahnya. Apalagi Mbah Surip sudah meminta izin ke Mamiek 3 kali sebelumnya untuk berkunjung.

“Dia sudah 3 kali sebelumnya nyari saya, baru kemarin sore ketemu. Eh langsung nggak ada,” imbuhnya.

Kini jenazah pelantun ‘Tak Gendong’ itu sedang disemayamkan di rumah Mamiek. Jasadnya pun sudah dimandikan dan sejumlah warga terlihat membacakan surat Yasin.

Anak Kecil Dilarang Lihat Jenazah Mbah Surip
Banyak penggemar Mbah Surip yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Jika ibu-ibu dan wartawan dibolehkan masuk, kerabat melarang pelayat anak-anak untuk melihat.

Sejak tersiar kabar Mbah Surip disemayamkan di rumah Mamiek di kawasan Cililitan, banyak pelayat berdatangan. Selain keluarga dan kerabat, penggemar Mbah Surip mulai dari ibu-ibu sampai anak-anak pun ikut menyerbu rumah Mamiek di kawasan Cililitan.

Agar suasana di rumah lebih tertib, kerabat Mbah Surip pun meminta anak-anak dilarang masuk ke dalam rumah. Anak-anak yang umumnya masih terlihat berseragam sekolah dasar itu hanya bisa ikut menyaksikan keramaian pelayat dari luar rumah.

Saat ini jenazah pelantun ‘Tak Gendong’ itu tengah bersiap untuk dimandikan. Di antara para pelayat terlihat pemain serial ‘OB’, pelawak Tarsan, dan pedangdut Meggy Z

“Malaikat pun kaget dia meninggal,” ungkap Tarsan.

Mbah Surip, Dari Ngamen Hingga Kantongi Miliaran Rupiah

lk

Kepopuleran Mbah Surip bisa dibilang tidak instant. Pemilik nama asli Urip Ariyanto itu mengawali karirnya sebagai pengamen jalanan. Setelah 20 tahun berkiprah sebagai musisi, akhirnya Mbah sukses meraup miliaran rupiah.

Pada 1989, Mbah Surip mulai hidup di jalanan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Bahkan, saat itu pelantun ‘Tak Gendong’ tak segan-segan menggelar koran di emperan toko untuk tidur.

‘Tak Gendong’ sebetulnya bukan lagu baru, Mbah Surip merilis lagu itu pada 2003 lalu. Bahkan Mbah Surip juga sudah merilis beberapa album indipendent. Di antaranya ‘Ijo Royo-royo’, ‘Indonesia’, ‘Barang Baru’ dan ‘Reformasi’. Mbah pun menjajakan album-album itu di warung dan WC umum di sekitar terminal Blok M.

Soal rambut gimbalnya, Mbah Surip mengaku terinspirasi dari penyanyi Tony Rastafara. Tony adalah musisi reggae yang juga sempat malang-melintang di bilangan Bulungan.

Hingga akhirnya pada 2008, Falcon Record mengontrak Mbah Surip. Setelah melewati beberapa proses pemilihan lagu, Falcon pun merilis single ‘Tak Gendong’ pada April 2009.

‘Tak Gendong’ pun meraih sukses besar. Beberapa waktu lalu, Mbah Surip sempat mengaku mendapat Rp 4,5 Miliar dari penjualan RBT lagu tersebut. Dengan pendapatannya itu, Mbah Surip berniat untuk membeli sebuah helikopter.

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Sempat Bercanda Riang
Umur tak ada yang tahu, kecuali Tuhan. Saat mengunjungi kediaman pelawak Mamiek Prakoso tak ada yang menyangka Mbah Surip bakal meninggal. Itu karena sebelumnya Mbah Surip sempat bercanda riang.

“Pas baru nyampe, dia numpang ngadem di rumah saya, mau numpang istirahat. Wong sorenya masih bercanda-canda kok sama saya,” ujar Mamiek saat ditemui di kediamannya di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Setelah bersenda gurau itulah wajah Mbah Surip tiba-tiba pucat pasi. “Dia ngeluh nggak enak badan, makanya tak panggilin mantri,” tuturnya.

Setelah beristirahat malamnya Mbah Surip masih terlihat fit pada Selasa (4/8/2009). Bahkan penyanyi nyentrik itu sempat minta dibelikan bubur ayam.

“Nah setelah makan bubur itu mukanya tambah pucat, terus ngiler. Saya manggil mantri lagi, tapi Pak Mantri bilang dibawa saja ke rumah sakit,” ujarnya.

Sayangnya, ajal tak bisa ditolak. Mbah Surip menghembuskan nafas terakhirnya ketika dalam perjalanan menuju RS Pusdikkes TNI-AD, Kramat Jati Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009) sekitar pukul 10.30 WIB.

Tukul: Minum Kopi, Pasti Ingat Mbah Surip
Bagi Tukul, Mbah Surip mempunyai andil penting dalam karirnya. Pembawa acara ‘Bukan Empat Mata’ itu sangat mengenal Mbah Surip, bahkan sampai kebiasaan minum kopinya.

“Saya sudah mengenal beliau sejak lama. Yang paling diingat kebiasaan minum kopinya. Kalau saya minum kopi, pasti ingat Mbah Surip,” kata Tukul saat dihubungi detikhot via ponselnya, Selasa (4/8/2009).

Dari dulu, kata Tukul, Mbah Surip tak pernah terpisahkan dari kopi. Kopi jenis dan merek apa pun diminum Mbah Surip.

“Apa saja dia lahap, saya juga jadi ikut, ikut asyik menikmati kopi,” aku Tukul.

Saat merantau ke Jakarta, salah satu orang yang ia kenal adalah Mbah Surip. Pelantun ‘Tak Gendong’ itu turut membantu karir Tukul hingga jadi komedian tenar.

“Sejak tahun 80-an saya kenal Mbah di Bulungan, dia juga yang bantu saya hingga seperti ini,” kenang Tukul.

Di mata Tukul, Mbah Surip itu sosok seniman yang patut dicontoh. Mbah Surip sangat bangga dengan pekerjaannya. Meski hidupnya masih susah, ia tetap menjadi musisi.

“Dia seniman Tulen, konsisten, gitu-gitu aja, nggak pernah menyakiti orang, dan mencintai dunianya,” lanjut Tukul.

Budi Anduk: Perjuangan Hidup Mbah Surip Sama dengan Saya

lk

Komedian Budi Anduk, menyayangkan kematian Mbah Surip yang mendadak. Budi menganggap perjuangan hidup Mbah Surip sama seperti dirinya, dari bawah.

“Mbah Surip itu seniman sejati banget, dia perjuangannya sama dengan gue, mulai dari awal. Tapi masih lama dia perjuangannya,” kata Budi saat dihubungi detikhot via ponselnya, Selasa (4/8/2009).

Budi pun sempat mengobrol dengan musisi gimbal itu. Obrolan mereka saat itu seputar karir dan kehidupan Mbah Surip. Meski sebentar, banyak hal penting yang didapat Budi di obrolannya itu.

Budi mengenal Mbah Surip sejak tahun 90-an ketika ia masih menjadi pembantu umum kru film. Bahkan saat itu, Budi mengaku sudah mengidolakan Mbah Surip.

“Itu sudah jadi idola gue banget. Gue nggak tahu mau ngelakuin apa, yang penting doanya aja,” lanjut Budi.

Teman Dekat: Ngakak Mbah Surip Sudah Sejak Dulu
Meninggalnya Mbah Surip membuat kawan sepermainannya terkejut. Salah satunya Eko Cahyo (46). Dia tak menyangka Mbah Surip dipanggil Tuhan ketika sedang ngetop-ngetopnya. Ngakak Mbah Surip tak pernah ia lupakan.

Tetangga Mbah Surip yang dulu tinggal di Magersari Gg Buntu Kota Mojokerto itu masih teringat dengan Mbah Surip saat mudanya. Dia kumpul Mbah Surip tiap dan sering mendengar suara ngakaknya.

“Saya setiap hari kumpul beliau. Sewaktu kecil sering ngemong saya. Sewaktu berangkat sekolah, beliau yang nganter saya,” kenang Eko yang saat ini tinggal di Dukuh Kupang Surabaya kepada detiksurabaya.com, Selasa (4/8/2009).

Yang membuat pria yang saat ini bekerja di ekspedisi itu tak bisa melupakan adalah kebiasaan Mbah Surip yang ke mana-mana membawa gitar. “Tertawanya juga ngakak begitu sejak dulu. Hanya saja, rambutnya tidak gimbal begitu,” ungkap dia.

Eko mengaku dirinya ketemu terakhir kalinya 3 tahun lalu di Pasar Seni Ancol. “Setelah itu tidak pernah. Dan nama Mbah Surip itu baru baru ini saja. Semasa muda biasa dipanggil Cak Urip,” kata dia.

Melayat Mbah Surip, Manohara Disambut Ribuan Orang
Model Manohara Odelia Pinot melayat Mbah Surip di kediaman pelawak Mamiek ‘Srimulat’ di Kampung Makasar, Jakarta Timur. Saat tiba, Manohara disambut ribuan orang.

Manohara tiba sekitar pukul 14.05 WIB bersama dengan ibunya Daisy Fajarina dan ayah tirinya, Rainier. Wajah Manohara terlihat sendu.

“Aku sedih banget,” ujarnya sambil berjalan menuju rumah duka, Selasa (4/8/2009).

Ribuan warga yang melihat kedatangan Mano pun histeris dengan memanggil nama model jangkung itu. “Mano, Mano,” teriak sejumlah warga.

Jenazah Mbah Surip Dibawa ke Pemakaman Bengkel Teater
Jenazah penyanyi Mbah Surip dibawa ke pemakaman Bengkel Teater milik penyair WS Rendra. Jenazah berangkat dari kediaman pelawak Mamiek sekitar pukul 14.35 WIB.

Sebelum jenazah dibawa keluar, sejumlah kerabat penyanyi Mbah Surip terlihat meminta ribuan warga menyingkir dari Jalan Kerja Bakti 1, Kampung Makasar, Jakarta Timur. Padatnya warga memang menyulitkan mobil ambulans untuk masuk ke dalam jalan yang memiliki lebar tak lebih dari 2,5 meter itu.

Setelah ambulans berhasil menembus ribuan warga, jenazah Mbah Surip yang sudah disalatkan dimasukkan ke dalam mobil.

Mbah Surip Dimakamkan Rabu Pukul 10.00 WIB
Jenazah Mbah Surip menurut rencana akan dimakamkan di Pemakaman Bengkel Teater Citayam, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 10.00 WIB. Pemakaman Mbah Surip menunggu kedatangan keluarga dari Mojokerto.

“Iyah besok jam 10, kita nunggu keluarga dulu dari Mojokerto,” jelas pelawak Tarsan saat ditemui sesaat sebelum mengantar jenazah Mbah Surip di Jl Kerja Bakti, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Artinya rencana memakamkan Mbah Surip di Mojokerto batal. Mbah Surip memang pernah berujar jika ia meninggal agar dimakamkan di pemakaman milik penyair WS Rendra tersebut.

Jenazah Mbah Surip Disemayamkan, ‘Tak Gendong’ Berkumandang
Ketika jenazah Mbah Surip disemayamkan di rumah pelawak Mamiek, terdengar lagu ‘Tak gendong’ dikumandangkan sejumlah orang.

“Tak gendong ke mana-mana, tak gendong ke mana-mana,” begitu suara anak-anak seraya tertawa menyanyikan hits ‘Tak Gendong’ di halaman rumah Mamiek Prakoso di Jalan Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Kebanyakan anak-anak itu adalah warga sekitar jalan Kampung Makassar kediaman Mamiek. Sebagian juga dibawa oleh pelayat. Sontak suasana haru pun sejenak tergantikan dengan senyuman pelayat Mbah Surip yang berjubel. Jenazah Mbah Surip sudah dibawa ke Pemakamaan Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 14.35 WIB.

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Kapok Tidur di Lantai
Ada yang berubah sehari sebelum Mbah Surip berpulang. Pelantun ‘Bangun Tidur’ yang biasanya tidur di lantai tiba-tiba pindah tidur di kasur.

Sehari-harinya Mbah Surip tinggal di kawasan Cipayung, Jakarta Timur bersama anak angakatnya, Cucu Lestari. Sebelum mendapat rumah baru di kawasan Cipayung itu, ia biasa tinggal sendirian.

Selama lima tahun terakhir ini, Mbah Surip tak pernah sakit, ataupun mengeluh kesakitan. Meskipun demikian, Mbah Surip banyak mempunyai kebiasaan yang kurang sehat semisal tidur di lantai atau terlalu banyak minum kopi.

“Tumben dia tidur di kasur dan pakai guling. Padahal dia itu tidur sembarangan. Tidur di ubin sambil nonton TV,” kata Cucu saat diwawancarai wartawan di Jalan Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (2/8/2009).

Senin (3/8/2009) Mbah Surip mengeluh nafasnya sesak dan dadanya sakit. Cucu pun mengajaknya ke dokter, namun Mbah Surip menolak. Setelah dirayu, Mbah Surip mau diperiksa oleh mantri.

“Mbah disuruh istirahat total, otomatis semua kegiatannya di tunda semua,” lanjut Cucu.

Doyok Pernah Sembunyikan Sepatu Mbah Surip
Pelawak Doyok punya kenangan tersendiri bersama Mbah Surip. Doyok mengaku pernah menyembunyikan sepatu penyanyi berambut gimbal tersebut.

Hal itu terjadi ketika Doyok dan Mbah Surip tengah melakukan perjalanan ke Medan pada tahun 90-an. Keusilan Doyok itu pun membuat pelantun ‘Tak Gendong’ tersebut hanya mengenakan sepatu sebelah selama tiga hari.

“Pas saya kasih tahu kalau saya yang ngumpetin, dia cuma bisa tertawa,” kenang Doyok sambil berkaca-kaca saat ditemui di kediaman Mamiek, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Pelawak yang sempat terseret kasus narkoba itu mengaku pernah bersama Mbah Surip selama lima tahun. Saat itu, Mbah Surip selalu menemani Doyok syuting.

“Mbah sering ikut saya nungguin syuting film,” ucapnya.

Tak hanya itu, Doyok juga sering begadang bareng Mbah Surip sambil menikmati kopi dan menghisap rokok. Sayang, ketika Mbah Surip mulai populer, Doyok malah jarang bertemu dengannya.

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Minta Burjo
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ada satu keinginan Mbah Surip. Ia ingin makan burjo alias bubur kacang hijau. Sayangnya ajal keburu menjemput Mbah Surip.

“Kemarin terakhir minta bubur kacang ijo,” kata kata Cucu, anak angkat Mbah Surip saat diwawancarai wartawan di Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Karena ajal keburu menjemput, Cucu belum kesampaian memenuhi permintaan ayah tirinya untuk membeli bubur kacang hijau. Cucu banyak bercerita soal kehidupan sehari-hari Mbah Surip setelah dan sebelum tenar. Kebiasaan Mbah Surip sampai saat ini tak ada perubahan. Hanya saja setelah tenar, Mbah Surip memang sedikit istrahat. Bahkan waktu tidurnya berkurang hingga tiga jam perhari.

“Dia itu selalu cerita seneng-senengnya aja. Sekarang udah ngetop, istirahatnya tiga jam sehari,” lanjut Cucu.

Setelah tenar, Mbah Surip sedang membeli rumah di kawasan Kampung Artis, Cipayung, Jakarta Timur. Bahkan ia berencana akan menempati rumah itu dengan keluarga lainnya.

“Dia punya pesan, kalau rumahnya udah jadi, kita akan pindah semua,” kata Cucu.

Putri Titian Kenang Mbak Surip Lewat Rekaman Suara
Sosok Mbah Surip meninggalkan kenangan bagi orang-orang yang mengenalnya. Putri Titian pun mengingat pria berambut gimbal itu lewat rekaman suara khusus yang dibuat Mbah Surip untuknya.

I love you Putri.. hahaha,” demikian bunyi rekaman suara yang kemudian dijadikan nada panggil di ponsel Putri.

Walau baru beberapa kali bertemu pelantun hits ‘Tak Gendong’ itu, Tian, begitu ia akrab disapa mengaku bisa lengsung dekat dengan Mbah Surip. Dihubungi wartawan via ponselnya, Selasa (4/8/2009), Tian mengungkapkan bahwa Mbah Surip adalah orang yang selalu suka bercanda.

Baru-baru ini juga Tian dan Mbah Surip menyelesaikan iklan bersama. Saat itulah Tian mengenal Mbah Surip sebagai sosok yang tak kenal lelah dan selalu bersemangat.

“Mbah orangnya seru. Penghibur banget. Ciri khasnya yang nggak akan dilupa, selain ketawanya adalah kebiasaan dia setelah syuting. Yang pertama kali diambil adalah gitarnya,” jelas Tian.

Kesibukan di Kampung Mbah Surip
Penembang ‘Tak Gendong’ Mbah Surip meninggal dunia. Di kampung halamannya, Magersari Gg Buntu nomor 12 Kota Mojokerto dilakukan persiapan bila jenazah dipulangkan untuk dimakamkan di asalnya.

lk

Tenda juga dipersiapkan untuk mengantisipasi bila almarhum dimakamkan di Mojokerto

lk

Warga melayat di rumah Mbah Surip di Mojokerto

Mbah Surip Pernah Belajar Mesin dan Kuliah di Unsuri
Mbah Surip yang lahir di Mojokerto pada tahun 1957 pernah kuliah di Universitas Sunan Giri (Unsuri) Jawa Timur di Mojokerto tahun 1979. Namun tidak diketahui, apakah pemilik nama asli Urip Ahmad Riyanto kuliah hingga lulus dan diwisuda atau tidak.

Dalam Piagam Bimbingan Studi Unsuri Tahun 1979 yang ada di rumah keluarganya di Mojokerto, tertera nama Urip Ahmad Riyanto, yang lahir pada 6 Juni 1957. Namun dalam piagam itu, tidak disebutkan jurusan maupun fakultas yang ditempuh Urip.

“Itu saat masih muda. Masih tampan. Sekarang kenapa rambutnya seperti itu, jadinya jelek dan terlihat tua,” kata Rusiati (51), tetangga Mbah Surip yang saat itu berada di teras depan rumah orangtua Mbah Surip, di Kelurahan Magersari Gang Buntu No 12.

Mbah Surip pernah sekolah di Sekolah Teknik Mojokerto Jurusan Mesin tahun 1978. Di tahun 1970, Mbah Surip menempuh pendidikan dasar 6 tahun di SDN Purwotengah II, Kota Mojokerto. Namun ijazah SMP Mbah Surip tidak berhasil dicari oleh keluarganya.

“Urip itu sampai kuliah beberapa tahun. Tapi saya tidak tahu, apakah Urip lulus atau tidak. Sebab Urip kuliah juga disambi bekerja jual tiket di bioskop,” kata kakak Urip alias Mbah Surip, Suhartik kepada detiksurabaya.com di rumah Mbah Surip.


Mbah Surip Dikala Muda
Mbah Surip lahir di Mojokerto tahun 1957. Pelantun ‘Tak Gendong’ yang bernama asli Urip Ahmad Riyanto meninggal Selasa (4/8). Saat muda, Mbah Surip cukup tampan dan tidak berambut gimbal.

lk

Mbah Surip ketika duduk di bangku SDN Purwotengah II, Kota Mojokerto.

lk

Mbah Surip pernah sekolah di Sekolah Teknik Mojokerto Jurusan Mesin tahun 1978.

lk

Piagam Bimbingan Studi Unsuri Tahun 1979, tertera nama Urip Ahmad Riyanto, yang lahir pada 6 Juni 1957. Namun dalam piagam itu, tidak disebutkan jurusan maupun fakultas yang ditempuh Mbah Surip.Saat itu dia juga bekerja jualan tiket bioskop.


Mbah Surip Tinggalkan 4 Anak Berinisial TVRI
Mbah Surip meninggalkan 4 anak dan seorang isteri yang dicerai sekitar tahun 1982 lalu di Mojokerto. Keempat anaknya bernama Tita (27), Varid (25), Risna alias Krisna (24), dan Ivo (22). Huruf depan ke-4 anak itu disingkat TVRI.

“Nama anak-anak itu disengaja oleh Urip, karena Urip sangat ingin bisa tampil di stasiun TVRI saat itu,” kata Senen Subandi, kakak Mbah Surip kepada detiksurabaya.com beberapa saat sebelum berangkat ke Bandara Juanda, Surabaya, Selasa (4/8/2009).

Mbah Surip punya nama asli Urip Aryanto. Sejak 1982, Mbah Surip merantau ke Jakarta. Selama pelantun lagu ‘Tak Gendong’ itu berkelana di Jakarta, keempat anaknya tinggal di Mojokerto bersama mantan istrinya, Minuk Sulistyowati. Selain Varid, ketiga anak Mbah Surip hidup bersama Minuk di Lingkungan Sinoman Gang Kali, Kota Mojokerto.

Para kerabat tidak tahu apakah Mbak Surip menikah lagi atau tidak di Jakarta, setelah bercerai dari Minuk.

“Sejak dulu Urip itu senang bawa gitar, menyanyi ke mana-mana. Mungkin karena tidak punya pekerjaan tetap, rumah tangganya jadi tidak terurus saat itu,” kata teman kecil Mbah Surip, Misdianto (51) saat berada di depan rumah Mbah Surip.

Keluarga di Mojokerto sebenarnya sudah menyiapkan liang lahat di TPU Kelurahan Magersari, di kawasan Jalan Raya Losari untuk Mbah Surip. Namun setelah melakukan rapat, keluarga memutuskan Mbah Surip dimakamkan di pemakaman Bengkel Teater milik penyair WS Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat.

Kesehatan Mbah Surip Drop Setelah Minum Air Es
Walau tak lagi muda, sejumlah kerabat dekat Mbah Surip menuturkan kalau pelantun ‘Tak Gendong’ itu memiliki stamina yang kuat. Namun karena minum air es, kesehatan Mbah Surip makin menurun.

“Sejak tanggal 1 Agustus Mbah Surip udah sakit sesak nafas. Gara-garanya kebanyakan minum es, saya jadi merasa kecolongan,” jelas Farid, putra kedua Mbah Surip saat menggelar jumpa pers di Bengkel Teater WS Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2009) malam.

Farid melanjutkan selama ini keluarga memang melarang Mbah Surip minum air dingin. Karena jika minum air es, sesak nafas Mbah Surip kambuh.

Untuk kopi dan rokok, Farid mengaku keluarga tak bisa melarangnya karena Mbah Surip bisa lebih galak. “Kalau rokok dan kopi memang sudah wajib untuk Mbah dan biasanya nggak apa-apa kok,” tuturnya.

Farid kini hanya bisa meratapi kelalaiannya menjaga pola makan ayahnya. Mbah Surip meninggal Selasa (4/8/2009) sekitar pukul 09.00 WIB.

Keluarga Mbah Surip Histeris Tiba di Bengkel Teater
Jasad Mbah Surip akan menjadi saksi pernikahan anak ketiganya, Resia Tri Kresnawati. Rombongan keluarga dari Mojokerto telah datang. Mereka langsung histeris ketika tiba di Bengkel Teater.

Pantauan detikcom, 29 orang rombongan keluarga Mbah Surip dari Mojokerto tiba di Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2009) pukul 21.45 WIB.

Dari 29 orang itu mayoritas di antaranya adalah perempuan. Sekitar 4-5 orang di antara keluarga yang datang langsung menangis histeris.

Mereka terlihat lemas dan langsung dipapah keluarga lainnya. Tak lama mereka ditenangkan dan berkumpul di depan jenazah Mbah Surip untuk menyaksikan pernikahan putri ketiga Mbah Surip, Resia Tri Kresnawati dan Sam.

Pengantin Perempuan Pingsan di Depan Jasad Mbah Surip

lkPeristiwa emosional terjadi ketika prosesi akad nikah putri Mbah Surip, Resia Tri Kresnawati, berakhir. Resia jatuh pingsan saat melihat wajah ayahnya.

Setelah suami Resia, Syamsuri dinyatakan sah membaca ijab kabul dan menyerahkan mas kawin senilai Rp 100 ribu. Keluarga lalu mempersilakan Resia melihat jasad ayahnya untuk terakhir kalinya.

Sejumlah kerabat lalu membuka penutup keranda tempat jasad Mbah Surip diletakkan. Sesaat setelah penutup wajah Mbah Surip dibuka, Resia yang mengenakan kebaya hijau tak kuasa menahan emosi lalu jatuh pingsan.

Perempuan berusia 29 tahun itu pun lalu digotong sejumlah pria, termasuk suaminya, Syamsuri.

Jenazah Mbah Surip Dikawal Ratusan Orang Menuju Liang Lahat

lkMbah Surip segera dimakamkan. Ratusan orang mengawal keranda jenazah Mbah Surip menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.

Suasana gelap di Pemakaman Bengkel Teater Selasa (4/8/2009) malam tidak menghalangi ratusan warga yang antusias melihat pemakaman pelantun ‘Tak Gendong’ itu. Sebuah tenda sederhana berukuran 5×4 meter sudah dipasang di atas liang lahat Mbah Surip.

Hanya beberapa lampu neon yang menjadi penerang tenda tersebut. Untungnya penerangan terbantu dengan lampu kamera sejumlah wartawan media elektronik.

Cuaca Mendung Iringi Jenazah Mbah Surip ke Liang Lahat
Alam seperti berkabung mengiringi pemakaman penyanyi Mbah Surip. Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, cuaca di sekitar lokasi pemakaman terlihat mendung.

Awan tebal menutupi langit Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2009) malam. Tak terlihat kerlap kerlip bintang ketika prosesi pemakaman Mbah Surip.

Pelantun lagu ‘Tak gendong’ itu tepat dimakamkan sekitar pukul 23.10 WIB. Sejumlah kerabat dan pelayat tak dapat menahan emosinya.

Beberapa di antara mereka bahkan terlihat bercucuran air mata. Mbah Surip yang kaya raya namun sederhana itu dimakamkan dengan prosesi yang jauh dari kata mewah.


detikdotcom











Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: