Justin Bieber Ciptakan Single untuk ‘Hater’ Cin…

Single berjudul ‘Heartbreaker’ ditujukan kepada siapa saja yang benci dan selalu menjelek-jelekkan penyanyi muda asal Kanada itu. Hal itu disampaikan oleh manajer Justin Bieber, Scooter Braun.

Pemberitaan miring yang selama ini diterima Justin Bieber tampaknya sudah sampai tahap yang mengganggu pikirannya. Tidak mau ambil pusing, Justin Bieber membalas semua itu dengan lagu terbarunya tersebut.

“Aku hanya akan bilang bahwa Justin akan segera merilis single dengan cara yang sangat sangat berbeda. Orang-orang dan penggemarnya juga yang benci dengannya pasti akan tersentak,” tuturnya seperti dilansir oleh Aceshowbiz, Kamis (4/27/2013).

“Kita memutuskan merilis ini dengan beda untuk mengekspresikan perasaannya (Justin Bieber) yang lelah dengan semua berita miring ini,” tambah Scooter Braun lagi.

‘Heartbreaker’ nantinya akan masuk di album keempat mantan kekasih Selena Gomez itu bertajuk, ‘Installment’.

 

Gimana cin?

hotel murah di jakarta

Iklan

Mau Jadi Pacar Cinta Laura? Ini Syaratnya!

lkApa kriterianya jika mau menjadi kekasih Cinta Laura? Jangan khawatir, Anda tidak perlu berwajah tampan. Cinta tak peduli kalaupun pacarnya tidak ganteng.

“Bagiku number one itu dia harus pintar di sekolah, personalitynya juga bagus. Kalau muka sih aku nggak terlalu peduli,” ujarnya saat ditemui di Jl. Gaharu, Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2009).

Kepintaran jadi kriteria utama karena memang dara berdarah Jerman itu terobsesi akan hal tersebut.

Untuk urusan sekolah, Cinta selalu berusaha menomorsatukan. Buktinya, di luar sekolah, Cinta merasa dirinya wajib belajar selama 8-9 jam.

“Aku kunci kamar sampai berjam-jam sampai aku merasa nyaman. Kalau ada musik kedengaran sedikit aku juga nggak bisa konsentrasi, jadi harus diam,” ujar Cinta yang tidak suka pelajaran Biologi dan lebih menyukai belajar Psikologi.


detik.com

link – kaos sablon , sablon kaos , lombok indonesia ,   , lombok, Berita terkini

 

kuliah karyawan, kuliah kerja, kuliah komputer,
sablon kaos, kaos sablon, lombok, lombok indonesia,
kuliah, beasiswa, kuliah karyawan

Maria ‘Miyabi’ Ozawa Siap Beraksi di Film Indonesia

lkNama Maria Ozawa alias Miyabi pasti nggak asing bagi pengguna internet nakal. Kini sepertinya Anda tidak perlu sibuk-sibuk mengunduh film-film yang dibintanginya karena Miyabi akan beraksi di film nasional.

Hal itu diungkapkan Raditya Dika, penulis yang populer lewat buku ‘Kambing Jantan’. Ia mengaku tengah mempersiapkan naskah film yang rencananya diberi judul ‘Menculik Miyabi’.

“Aku penulis sekaligus jadi bintangnya,” ujar pria yang hobi nge-blog itu saat bincang-bincang dengan detikhot lewat telepon, Selasa (15/9/2000).

Di film tersebut, Dika akan berperan sebagai seorang pemuda bernama Raffa. Kisahnya, Raffa akan menculik perempuan yang diperankan oleh bintang porno asal Jepang itu.

Dika pun mengungkapkan kalau Miyabi sudah sepakat untuk tampil di film produksi Maxima Picture tersebut. “Dalam waktu dekat ini, dia (Miyabi) akan dateng,” jelasnya.

Namun Dika enggan untuk membeberkan soal film tersebut. “Actually, aku masih mau ngejaga ceritanya, nanti nggak seru lagi,” pungkasnya.


Miyabi Minta Dibayar Mahal Untuk Beraksi di Indonesia
Maria Ozawa alias Miyabi akan tampil di film komedi ‘Menculik Miyabi’. Meski kemampuan aktingnya masih diragukan, bintang film porno asal Jepang itu pun meminta bayaran mahal.

“Mahal lah pokoknya,” jawab Odi Mulya Hidayat produser Maxima Pictures ketika ditanya detikhot lewat telepon, Rabu (16/9/2009).

Produser ‘Mati Suri’ itu mengungkapkan pihaknya kini tengah mempersiapkan segala sesuatunya. Ia pun menampik kabar kalau Miyabi akan datang ke Indonesia pada 14 Oktober mendatang.

“Belum pasti, kita baru mulai merencanakan semuanya habis lebaran,” jelasnya.


Produser: Nggak Mudah Datangkan Miyabi ke Indonesia
Menampilkan bintang porno asal Jepang Maria Ozawa alias Miyabi di film Indonesia bukan perkara mudah. Maxima Production pun mengakui sedikit menemui kendala.

“Nggak mudahlah datengin dia (Miyabi), pasti ada ijin dan lain-lainnya,” ujar Odi Mulya Hidayat produser Maxima Pictures saat bincang-bincang dengan detikhot lewat telepon, Rabu (16/9/2009).

Miyabi direncanakan akan beraksi di ‘Menculik Miyabi’, film yang ditulis naskahnya oleh si Kambing Jantan, Raditya Dika. Nggak hanya menulis, Dika juga akan tampil sebagai bintang utamanya.

Namun di ‘Menculik Miyabi’, Miyabi tidak akan beraksi seperti yang biasa Anda temukan di internet. Kabarnya, film tersebut murni bergenre komedi.

Mendatangkan bintang film dari luar negeri bukan hal yang pertama bagi Maxima. Sebelumnya, rumah produksi spesialis film horor itu sempat menghadirkan pemain ‘Epic Film’, Heather Storm di ‘Paku Kuntilanak’.


Film Miyabi Siap Rilis Akhir 2009!
Maria Ozawa alias Miyabi, bintang film porno Jepang dipastikan akan tampil di film komedi ‘Menculik Miyabi’. Sttt…rencananya film tersebut siap dirilis Maxima Picture pada akhir 2009 mendatang.

“Rencananya akhir 2009 ini, bulan Desember,” ujar Odi Mulya Hidayat produser Maxima Pictures saat bincang-bincang dengan detikhot lewat telepon, Rabu (16/9/2009).


Siapakah Miyabi?
Miyabi adalah seorang bintang film porno asal Jepang yang memiliki nama asli Maria Ozawa. Dengan wajah campuran Asia-Eropa, Miyabi memiliki ayah keturunan Kanada-Prancis dengan Ibu seorang warga negara Jepang.

Miyabi juga pernah bermain dalam film horor di Taiwan. Film tersebut bertajuk ‘Invitation Only’.


MUI Tolak Miyabi Main Film di Indonesia
Rencana mendatangkan bintang film porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, untuk bermain film di Indonesia mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tampilnya Miyabi dinilai akan merusak citra Indonesia di mata negara lain.

“Sebaiknya janganlah menggunakan bintang porno itu. Walaupun filmnya tidak porno tapi kan bintangnya porno. Kecuali kalau sudah berhenti jadi bintang porno,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin saat dihubungi detikhot via ponselnya, Jumat (18/9/2009).

Menurut Ma’ruf, meski film yang akan dibintangi Miyabi itu bukan film porno, tapi citra di masyarakat sudah terbentuk bahwa Miyabi adalah bintang porno. Masyarakat akan punya kesan kurang baik terhadap film tersebut.

Selain itu, tampilnya Miyabi dalam film Indonesia berjudul ‘Menculik Miyabi’ itu juga berpotensi mencemarkan nama Indonesia di mata negara lain.

“Bisa saja Indonesia dapat kesan buruk karena mengimpor bintang porno. Kayak kurang bintang dalam negeri saja,” ucapnya.
Ditolak MUI, Miyabi Tak Akan Pamer Dada dan Bokong
Raditya Dika, sang penulis naskah film ‘Menculik Miyabi’ menjamin film yang akan digarapnya nanti tidak mengandung unsur seks. Radit mengaku film Miyabi total sebagai film komedi.

Semua itu ia janjikan bukan lantaran adanya penolakan kedatangan bintang porno asal Jepang, Miyabi ke Indonesia. Kekasih penyanyi Sherina Munaf itu menegaskan kalau dirinya juga tak suka dengan film seks komedi yang marak dewasa ini.

“Ini total komedi. Kebanyakan kita lihat sekarang film seks komedi, gue juga nggak suka seks komedi dan horor. Saya tidak mau cerita porno sama sekali,” tegas Radit saat dihubungi detikhot via ponselnya, Jumat (18/9/2009).

Bahkan Radit dengan tegas menjanjikan tak ada aksi pamer dada dan bokong di film Miyabi. “Nanti nggak perintah syut dada dan pantat (bokong-red),” tegasnya kembali.

Cerita film ‘Menculik Miyabi’ yang sedang ditulis Radit bercerita tentang tiga anak muda yang sedang membantu mencari hadiah untuk seorang perempuan. Kebetulan seorang bintang porno asal Jepang yang diperankan Maria Ozawa alias Miyabi baru membuka toko pakaian dalam di Indonesia.

“Nah, tiba-tiba mereka menculik si pemilik tokonya untuk hadiah. Tapi dia juga dibingungkan bagaimana cara mengembalikan Miyabi tanpa ada tuduhan mereka lagi menculik. Cerita itu yang akan ada adegan lucunya,” cerita Radit.

Meski demikian, Radit sadar dengan imej ‘pemain porno’ yang melekat di diri Miyabi. Makanya sebagai penulis cerita, Radit pun harus berhati-hati membuat alur ceritanya.

“Gue juga harus hati-hati biar ini jadi cerita total komedi dan nggak ada agedan seks atau porno,” katanya.


Menkominfo Dukung Miyabi ke Jakarta Asal..
Sejumlah kelompok dengan tegas menentang rencana kedatangan bintang porno Miyabi untuk berakting di Indonesia. Menkominfo mendukung kedatang Miyabi tapi ada syaratnya.

Perempuan yang bernama Maria Ozawa tersebut rencananya akan membintangi film komedi bertajuk ‘Menculik Miyabi’. Raditya Dika didapuk sebagai penulis skenario sekaligus membintangi film tersebut.

Ternyata rencana tersebut mendapat tanggapan pro dan kontra. Menkominfo, Muhammad Nuh pun punya pendapat sendiri dengan masalah tersebut. Ia mendukung Miyabi asalkan ada syaratnya.

“Kalau dia di Indonesia tidak melakukan kegiatan-kegiatan porno, secara legal tidak bisa dilarang,” ungkapnya usai memberikan ceraman dan meresmikan website Madrasah Qudsiyah di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2009).

Nuh pun melihat, bahwa penolakan terhadap Miyabi dari berbagai pihak sebenarnya bukan faktor kebencian, melainkan sebagai seruan moral. “Jadi kita harus menghormati pendapat mereka yang menolak,” katanya.

Untuk itu, mantan Rektor ITS itu menyarankan, agar masyarakat tidak membuat kegiatan yang kontroversial. “Tetapi kreatifitas hendaknya tidak lantas mengabaikan kepekaan sosial.”.

‘Menculik Miyabi’. Setujukah Anda? Speak up yuk!
Ditunggu komentarmu…


detik.com


WS Rendra Meninggal Dunia

lkJakarta – Setelah sempat sakit-sakitan, akhirnya penyair WS Rendra (75 tahun) meninggal dunia. Budayawan tersebut meninggal setelah sempat keluar dari RS yang merawatnya. Rendra meninggal pada Kamis (6/8/2009) pukul 22.10 WIB di RS Mitra Keluarga Depok.

“Betul (meninggal dunia), tapi saya nggak bisa jawab apa-apa yah, mohon maaf, tanya ke yang lain saja” jawab salah satu putri Rendra, Mariam, saat dihubungi detikcom, Kamis (6/8/2009).

Gara-gara sakit, Rendra tidak bisa menghadiri prosesi pemakaman sahabat karibnya, Mbah Surip di Makam Bengkel Teater, miliknya, Selasa (4/8/2009) lalu.

Penyair bersuara serak ini sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading. Rendra masuk rumah sakit akibat jantung koroner yang dia alami.

Sebelumnya pria kelahiran Solo tahun 1935 itu sempat dirawat di RS Cinere sejak Kamis, 25 Juni. Namun karena kondisinya tidak membaik, Rendra lantas dirujuk ke RS Harapan Kita, lalu dirujuk lagi ke RS Mitra Keluarga.

Rendra sebenarnta sudah meninggalkan rumah sakit hanya beberapa saat setelah Mbah Surip meninggal dunia. Rendra bahkan sempat mengizinkan Mbah Surip dimakamkan di komplek pemakaman Bengkel Teater di Citayam, Depok.

Willibrordus Surendra Broto Rendra lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Pada perkembangannya Bengkel Teater dipindahkan Rendra di Depok.

WS Rendra Tetap Melucu Saat Sakit
Penyakit yang mendera fisiknya, tak mengurangi kebiasaan WS Rendra untuk terus melucu. Sebagai seorang seniman, Rendra bahkan tetap menjadi ‘sutradara’ saat di rumah sakit.

“Walaupun sakit dia masih sempat melucu,” kata artis senior Ratna Riantiarno di rumah duka, di Perumahan Pesona Depok Blok AV No 5, Jumat (7/8/2009).

“Ini Mas Rendra lagi akting sakit, ya?” Kenang Ratna.  Ditanya demikian, Rendra pun menjawab, “Iya.”

Menurut Ratna, seluruh jenis obat yang diterima Rendra selalu ditanya dengan rinci. “Dia memang nggak bisa diatur. Ya namanya sutradara, di rumah sakit pun dia masih men-direct,” canda Ratna.

Ratna percaya, dunia seni akan sangat kehilangan sosok Rendra. Si Burung Merak tersebut adalah inspirasi bagi anak-anak muda pencinta seni.

“Dunia seni teater pasti kehilangan, dia inspirasi bagi anak-anak muda sampai akhir hayatnya, sosok seperti dia bisa dihitung dengan jari,” pungkasnya.

WS Rendra Tinggalkan ‘Wasiat’ Melalui Puisi
Meski sudah terkenal, ternyata masih banyak keinginan WS Rendra yang belum terpenuhi. Dan itu semua terekam dalam sebuah puisi yang dibuatnya beberapa hari sebelum Si Burung Merak tersebut menghembuskan nafasnya yang terakhir.

“Dia meninggalkan satu puisi, puisi itu menyebutkan bahwa masih banyak keinginannya tetapi dia tidak bisa. Jadi daya masih ada tapi dia tidak bisa mengatasi kelelahannya,” kata salah satu sahabat Rendra, sastrawan Jose Rizal Manua di Perumahan Pesona Depok Blok AV No 5, Jumat (7/8/2009).

Puisi itu dibuat Rendra sekitar 3-4 hari lalu saat dia masih dirawat di rumah sakit. Dari sekian banyak tulisan yang dibuat Rendra, Jose ingat betul isi keinginannya.

Puisi tersebut disampaikan oleh salah seorang putri Rendra. Jose pun langsung mengetahui puisi tersebut dari gaya tulisan khas Rendra.

“Saya waktu itu ada di dalam kamar (rumah sakit), saya melihat puisi itu saya baca dalam hati yang menyentuh itu tadi,” paparnya.

Usai Disalatkan, Jenazah WS Rendra Dibawa ke Bengkel Teater
Jenazah WS Rendra disalatkan lebih dulu di rumah duka, Perumahan Pesona Depok Estate. Usai disalatkan, jenazah WS Rendra langsung dibawa ke Bengkel Teater, Cipayung.

Pantuan detikcom, salat dimulai sekitar pukul 04.30 WIB, Jumat (7/8/2009). Sementara itu, sebagian kerabat terlihat mulai mempersiapkan kendaraan yang akan beriringan menuju Cipayung.

Tepat pukul 05.10 WIB, Jenazah Rendra yang juga diikuti oleh rombongan sanak keluarga dan sahabat bergerak meninggalkan rumah duka untuk menuju Cipayung.

Pencarian ‘Keyakinan’ WS Rendra Dimulai Sejak Kecil
Kehidupan spiritual penyair WS Rendra mungkin baru bisa terbaca setelah dia memasuki usia paruh baya. Namun sesungguhnya, proses pencariannya sudah dimulai sejak kecil.

Demikian diungkapkan KH Muchtar Husain saat memimpin acara persemayaman dan doa-doa di depan jenazah WS Rendra, di rumah salah satu anaknya di kompleks Pesona Depok Blok AV No 5, Jumat (6/8/2009).

Dikatakan Kyai Muchtar, dirinya turut menjadi saksi ketika ‘Si Burung Merak’ secara resmi memeluk agama Islam, yang disebutnya dilakukan di Parangtritis, Yogyakarta, di tahun 1971.

“Begitu dia mengucap syahadat, asyhadu alla ila ha illallah, dia langsung bertanya pada saya, ‘apakah saya sekarang sudah islam, ustadz?'”

“Ya, kamu sudah islam sekarang,” tuturnya.

“Meski begitu saya tahu, dia sudah mencari sejak umur 13 tahun, bahkan saat 4 tahun, pencarian yang prosesnya mungkin kita tidak tahu,” sambung sosok yang dianggap almarhum Rendra sebagai salah satu gurunya itu.

Tentang kehidupan spiritual Rendra, aktor Alex Komang menceritakan pengalamannya saat bertemu budayawan besar itu untuk pertama kalinya di tahun 1993.

“Waktu ke rumahnya di Cipayung, saya diajak melihat-lihat kebunnya, perpustakannya, buku-buku dan kitab-kitabnya,” ujar Alex kepada detikcom.

“Yang saya tangkap waktu itu, dia ini sedang mengalami hijrah ke dunia spiritual. Dia merasa sangat menikmati belajar ilmu-ilmu tafsir,” tambah seniman akting yang ikut bermain dalam film bertema bom Bali, Long Road to Heaven, itu.

Alex melanjutkan, walaupun dirinya tak pernah bekerja sama langsung dan berhubungan intens dengan almarhum, tapi ia begitu kagum pada sosok Rendra.

“Dengan energi yang dia miliki, tanpa bersinggungan langsung pun kita sudah bisa terinspirasi.”

Salah satu pesan pribadi yang pernah disampaikan Rendra kepada KH Muchtar Husain di masa-masa awalnya sebagai seorang muallaf adalah menyangkut keluarganya.

“Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa dulu sekali beliau pernah berharap, semoga anak-anak dan istrinya, keturunan-keturunannya, insya allah bisa memberi kebaikan buat orang lain, di dunia dan akhirat,” pungkas sang kyai.

WS Rendra Disalatkan Lagi di Masjid Jami Nurul Yaqin
Sebelum dimakamkan, jenazah Wahyu Sulaiman (WS) Rendra akan disalatkan di Masjid Jami Nurul Yaqin. Jenazah budayawan itu dibawa ke masjid yang berada di dekat Bengkel Teater itu.

Seratusan pelayat tampak mengikuti saat jenazah dibawa ke masjid tersebut. Si Burung Merak akan disalatkan setelah Salat Jumat, Jumat (7/8/2009).

Lalu lintas di Jalan Citayam sedikit tersendat saat jenazah Rendra dibawa melintas. Polisi tampak sibuk mengatur kendaraan agar tidak berhenti di sekitar lokasi sehingga menyebabkan kemacetan.

Rencananya Rendra akan dimakamkan tidak jauh dari makam Mbah Surip ‘Tak Gendong’. Penyair bernama asli Willibrordus Surendra Broto Rendra itu meninggal di RS Mitra Keluarga Depok, Kamis 6 Agustus malam.

Sebelumnya, bapak 10 anak sempat masuk rumah sakit hingga beberapa minggu karena jantung koroner. Kondisi Rendra sempat membaik dan diperbolehkan pulang. Namun ternyata fisik Rendra kembali menurun dan akhirnya meninggal dunia.

Akhir Tahun Lalu, Rendra Sudah ‘Pamitan’
Tanda-tanda akan surutnya WS Rendra telah dirasakan oleh Sugiyatno, salah seorang sahabat dekatnya di Solo. Bulan Desember tahun lalu, Rendra datang ke Solo. Saat itu kepada Sugiyatno, Rendra meminta pamitan secara khusus yang bisa ditafsirkan akan meninggalkan segala urusan di dunia.

“Bulan Desember tahun lalu adalah perjumpaan terakhir secara fisik antara saya dengan Mas Willy. Saat itu kepada saya Mas Willy minta pamit. Beliau menyebut pamitannya sebagai pamitan basuki,” papar Sugiyatno saat ditemui di rumahnya di Solo, Jumat (7/8/2009).

Pamit basuki adalah istilah khusus untuk menyebut akan segera meninggalkan segala urusan di dunia. Pamitan seperti itu sering dilakukan orang-orang tertentu yang memiliki kepekaan batin atau prarasa akan segera datangnya ajal.

“Mas Willy orang yang biasa olah batin dan dekat dengan alam. Meskipun saat itu dia masih kelihatan segar-bugar, namun barangkali dia sudah merasakan ajal sudah semakin dekat menghampiri,” tambahnya.

Sugiyatno mengaku sangat terpukul atas kepergian Rendra, apalagi dia tidak bisa datang langsung ke Bengkel Teater untuk melihat untuk terakhir kalinya sosok orang yang dihormatinya. Hal itu lantaran saat ini Sugiyatno juga harus menunggui istrinya yang sedang sakit.

“Saya sedih. Kalau ke Solo, kemanapun Mas Willy hendak pergi, saya yang mengantar. Beliau sering ngobrol sampai malam dan menginap di rumah ini. Beliau bahkan datang dari Jakarta ketika bapak saya meninggal. Tapi saat beliau wafat, saya tidak bisa mengantarnya ke pemakaman,” ujarnya sambil berkaca-kaca.

Tahlilan

Rasa kehilangan terhadap sosok Rendra juga dirasakan para seniman Solo. Maklum seniman kawakan itu pernah tinggal di Wisma Seni Taman Budaya Surakarta pada tahun 1999 hingga 2002, sehingga bisa sangat dekat dengan banyak seniman lintas generasi.

Sebagai bagian dari kecintaan mereka, pada 11 Agustus mendatang para seniman di Solo akan menggelar doa bersama di Wisma Seni. Doa dan ungkapan duka akan mereka ekspresikan melalui berbagai media baik tahlil, lagu-lagu, musik, puisi dan ekspresi lainnya.

Hari ini, sejumlah murid SMA Santo Yosef juga menggelar musikalisasi puisi karya Rendra. Acara tersebut digelar untuk megantar kepulangan Rendra ke haribaan Tuhan. Di SMA tersebut Rendra pernah mengenyam pendidikan sebelum meneruskan studinya ke Fakultas Sasta UGM.

Jockie Suryo Prayogo: Rendra Tak Pernah Memakai ‘Topeng’
Sahabat dekat WS Rendra, Jockie Suryo Prayogo, mengaku kaget dengan kabar meninggalnya salah satu penyair besar Indonesia itu. Dalam kenangan Jockie, Rendra adalah sosok yang apa adanya, tak pernah memakai “topeng”.

“Kita kehilangan tokoh bangsa, seniman dan budayawan besar. Dia manusia yang tidak pernah coba memakai topeng, selalu hadir sebagai manusia seutuhnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” ujar Jockie ketika ditemui di rumah duka, Jumat (7/8/2009) dinihari WIB.

“Kita mesti belajar banyak dari dia,” tandas pria yang pernah berkolaborasi dengan Rendra di grup musik Kantata Takwa ini. Jockie mengucapkan testimoninya mengenai Rendra dengan sesekali jeda, sembari menahan haru.

Jockie juga mengungkapkan bahwa banyak pemikiran-pemikiran Rendra yang bermanfaat bagi Indonesia. Ada beberapa hal yang diajarkan Rendra kepada orang-orang di sekitarnya, termasuk salah satunya adalah mengenai ketekunan dalam melakukan sesuatu.

“Sejak saya sama dia di era reformasi, saya melihat pikiran-pikran dia bermanfaat buat bangsa. Kalau saya bisa mewakili, itu yang bikin kita gelisah. Kita nggak bisa menggunakan kesempatan ketika itu ada.”

“Saya kaget mendegar kabar ini, terus terang saya berharap banyak dari dia. Ketekunan, itu yang dia ajarkan kepada kita. Walaupun ketekunan itu tak menghasilkan apa-apa,” tutupnya.

Mulyana: Belum Ada Budayawan Seperti Beliau
Kepergian penyair kondang, WS Rendra memang begitu mengejutkan para sahabatnya. Bahkan bagi mantan anggota KPU, Mulyana W Kusumah, figur Rendra sebagai seorang budayawan belum tergantikan.

“Saya kira sampai sekarang budayawan belum ada yang seperti beliau,” kata Mulyana di rumah duka, di Perumahan Pesona Depok Blok AV No 5, Jumat (7/8/2009).

Menurut Mulyana, puisi Rendra juga sering masuk ke ranah politik. Meski dengan kondisi yang tidak lagi fit, lanjut Mulyana, Rendra masih sanggup membacakan puisinya dengan waktu yang tidak sebentar.

“Dia pernah pidato mengenai negara, saat itu walaupun nafasnya ini (tersengal-sengal), dari yang tadinya cuma 15 menit, sampai 45 menit,” ungkapnya.

Sosok Rendra dikenal Mulyana sebagai seorang yang sangat peduli akan nilai-nilai kebangsaan.

Moerdiono Sedih Tidak Sempat Jenguk Rendra
Kematian seniman WS Rendra menimbulkan duka yang dalam bagi banyak orang. Termasuk mantan Mensesneg Moerdiono.

Saat ditemui di rumah duka Komp. Pesona Depok Blok A no. 5, Depok, Kamis (6/8/2009) malam WIB, Moerdiono tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.

“Saya terakhir kali ketemu almarhum minggu lalu. Beliau terlihat lebih sehat. Saya menyesal sekali kemarin tak sempat jenguk,” ujar Moerdiono.

Mantan menteri di zaman Orde Baru itu memang telah mengetahui penyakit yang diderita Rendra. Namun tetap saja kematian sang maestro menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam.

“Kita kehilangan seorang seniman dan pemikir yang hingga detik terakhir masih memikirkan nasib bangsa,” tukasnya lagi.

Iwan Fals Terpukul dengan Kepergian Si Burung Merak
Kepergian penyair Willibrordus Surendra Broto Rendra atau Wahyu Salaiman Rendra yang dikenal dengan WS Rendra menyisakan luka mendalam. Tak terkecuali bagi penyanyi Iwan Fals.

Iwan Fals yang datang ke rumah duka, di Perumahan Pesona Depok Blok AV No 5, Jumat (7/8/2009) pukul 00.30 WIB langsung masuk ke dalam. Sekitar 40 menit ia berada di dalam rumah tersebut.

Usai melayat, tanpa komentar apa pun, ia langsung ngeloyor masuk menuju mobilnya. Namun raut mukanya menunjukkan kesedihan yang begitu mendalam terhadap kepergian Rendra tersebut. Iwan Fals bersama WS Rendra pernah mendirikan grup musik Kantata Takwa.

Sementara itu, bagi istri mendiang aktor Sophan Sophiaan, Widyawati, Rendra adalah sosok yang memiliki karisma luar biasa. “Dia memang mempesona, karismanya yang besar sekali, itu sebabnya dia dijuluki si burung merak,” papar Widyawati.

Gus Dur Merasa Kehilangan WS Rendra
Mantan Presiden RI, Gus Dur merasa sedih atas meninggalnya WS Rendra. Bagi Gus Dur, di antara mereka berdua memiliki kesamaan visi soal berbangsa.

“Pasti ada rasa kehilangan yang mendalam terutama dari Gus Dur,” kata putri Gus Dur, Yenny Wahid di rumah duka di Perumahan Pesona Depok Blok AV No 5, Jumat (7/8/2009).

Bagi Yenny, keterikatan Gus Dur dan Rendra terekam dalam komunitas Dewan Kesenian Jakarta. Kebetulan Rendra memang sempat menjabat sebagai ketuanya.

Rendra dan Gus Dur juga memiliki keberanian untuk mendobrak nilai-nilai yang ada demi kemajuan Indonesia. Bagi Yenny, hanya mereka berdua lah yang memiliki keberanian untuk mendobrak itu semua.

“Memaksa bangsa kita supaya bisa berfikir merdeka melampaui batas-batas yang kaku,” papar Yenny.

WS Rendra Bukan Hanya Seniman Tapi Juga Negarawan
Sosok penyair kondang WS Rendra dinilai lebih dari sekedar seniman atau budayawan. Lewat karya-karyanya yang sering mengungkap masalah bangsa, ia juga layak disebut negarawan.

“Dia salah satu tonggak sejarah kebudayaan dan kesenian. Dia bukan saja budayawan atau seniman tapi cara berfikirnya sudah seperti negarawan,” kata aktor senior Deddy Mizwar usai melayat jenazah WS Rendra di depan rumah duka, Perumahan Pesona Depok Estate Blok AV No 5, Depok, Jawa Barat, Jumat (7/8/2009).

Menurut Deddy, pribadi negarawan Rendra bisa dilihat dari karya-karyanya yang berpihak pada kepentingan rakyat. Sajak, drama, maupun karya-karyanya yang lain selalu mengangkat tema-tema tentang penderitaan rakyat.

“Waktu saya ke RS (Kelapa Gading) dia masih bicara tentang bangsa, tentang keprihatinan rakyat. Dia sudah tidak lagi menggubris puisi dan karya-karyanya tetapi lebih peduli tentang bangsa dan rakyat. Bahkan ia juga tidak setuju dengan neolib,” ungkap pemeran Jenderal Naga Bonar ini.

Sebagai seorang sahabat, Deddy sangat mengagumi pribadi Rendra yang gigih dan idealis. Walau dalam sakit pun, Rendra masih memikirkan keprihatinan rakyat.

“Rendra tidak pernah mengeluh, dia selalu berbagi dengan menyenangkan dan tidak otoriter. Di ujung hayat keprihatinan saat di ICU dia tetap membicarakan tentang bangsa,” imbuhnya.

“Ia tetap Si Burung Merak baik sakit maupun sehat,” pungkasnya.

Meski Telah Tiada, Pemikiran WS Rendra Tetap Hidup
Si Burung Merak WS Rendra telah terbang selama-lamanya. Namun pemikiran kritisnya dipastikan akan tetap hidup.

“Satu lagi anak terbaik dari bangsa ini meninggalkan kita. Tapi sumbangsih dia, pemikiran dia akan tetap hidup,” kata aktor Alex Komang di Bengkel Teater WS Rendra, Cipayung, Jumat (7/8/2009).

Alex sendiri mengaku jika ia adalah salah satu pengagum karya-karya Rendra. Baginya, suatu kebanggaan tersendiri saat diperbolehkan masuk ke perpustakaan pribadi Rendra.

“10 tahun lalu saya agak tersanjung diperbolehkan masuk ke perpustakaannya. Kalau bicara dengan beliau seperti samudera yang dalam dan tak berdasar,” jelasnya.

Rendra ‘Si Burung Merak’ yang Vokal
Penyair ternama WS Rendra meninggal dunia pada usia 74 tahun di RS Mitra Keluarga, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/8/2009) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pria bernama lengkap Wahyu Sulaiman Rendra ini meninggalkan 10 orang anak dari 3 pernikahannya.

Rendra selama ini dikenal sebagai penyair bersuara lantang yang mahir memainkan irama serta tempo. Ia juga handal membakar emosi penonton.

Pria yang akrab dipanggil Willy ini mencurahkan sebagian besar hidupnya dalam dunia sastra dan teater. Menggubah sajak maupun membacakannya, menulis naskah drama sekaligus melakoninya sendiri, dikuasainya dengan sangat matang. Sajak, puisi, maupun drama hasil karyanya sudah melegenda di kalangan pecinta seni sastra dan teater di dalam negeri, bahkan di luar negeri.

Ia bukanlah penyair biasa. Sajak dan puisinya tidak sedikit berisi nada protes. Tak heran ia dikenal sebagai penyair yang kritis terhadap pemerintah. Karya-karyanya yang berbau protes pada masa aksi para mahasiswa sangat aktif di tahun 1978, membuat suami Ken Zuraida ini pernah ditahan oleh pemerintah berkuasa saat itu.

Tidak hanya sajak dan puisi yang sering mengalami tekanan kekuasaan, dramanya yang terkenal berjudul SEKDA dan Mastodon dan Burung Kondor juga pernah dilarang untuk dipentaskan di Taman Ismail Marzuki. Di samping karya berbau protes, dramawan kelahiran Solo, 7 Nopember 1935, ini juga sering menulis karya sastra yang menyuarakan kehidupan kelas bawah seperti puisinya yang berjudul ‘Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta’ dan puisi ‘Pesan Pencopet Kepada Pacarnya’.

Kepiawaian Rendra dalam membacakan syair maupun berteater bukan sesuatu yang gratis dari langit. Kemampuannya sudah dimulai diasah sejak ia kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada. Rendra dikenal giat menulis cerpen dan essai di berbagai majalah sepeprti Mimbar Indonesia, Basis, Budaya Jaya, Siasat.

Selain memiliki bakat, ia terus mengelaborasi kemampuannya dalam dunia seni dengan menimba ilmu di American Academy of Dramatical Art, New York, USA. Sekembalinya dari Amerika pda tahun 1967, pria tinggi besar berambut gondrong ini mendirikan bengkel teater di Yogyakarta. Tak lama bengkel teater tersebut ia pindahkan ke Citayam, Cipayung, Depok, Jawa Barat.

Karena karya-karyanya yang begitu gemilang, Rendra beberapa kali pernah tampil di acara berskala Internasional . Sajaknya yang berjudul ‘Mencari Bapak’, pernah dibacakannya pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 118 Mahatma Gandhi pada tanggal 2 Oktober 1987, di depan para undangan The Gandhi Memorial International School Jakarta. Ia juga pernah ikut serta dalam acara penutupan Festival Ampel Internasional 2004 yang berlangsung di halaman Masjid Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 22 Juli 2004.

Kini, ‘Si Burung Merak’ itu telah terbang selamanya meninggalkan kita. Selamat Jalan Mas Willy. Semoga tenang disisi-Nya.

Al Kautsar, Film Religi Rendra yang Fenomenal
Tak cuma lihai membuat puisi, seniman WS Rendra juga pernah bermain film. Bahkan film yang dia bintangi tersebut menjadi hits pada era 80-an.

Film religi berjudul Al Kautsar karya sutradara ternama Cahaerul Umam ini menceritakan pemuda bernama Saiful Bachri (WS Rendra), seorang guru mengaji di pesantren Pabelan, Jawa Tengah. Saiful adalah pemuda tampan yang ahli agama. Selain pandai agama, Saiful juga pandai dalam hal pertanian, sehingga warga sekitar pesantren pun mengaguminya.

Namun selain membuat warga senang, ada juga segelintir warga yang mencibir kedatangan Saiful di desa tersebut. Haji Musa, tokoh desa setempat, mula-mula tidak suka dengan kedatangan Saiful. Saiful dianggap melakukan pembaruan di desa itu, terutama dalam hal pertanian.

Konflik pun semakin menganga saat Saiful berhadapan dengan Harun (Soultan Saladin), tengkulak desa yang biasa memeras petani miskin. Harun terkenal menghalalkan segala cara untuk bisa mewujudkan semua keinginan yang hendak dia dapat, termasuk membunuh suami Halimah (Yulinar Firdaus), janda muda yang ternyata menaruh simpati kepada Saiful.

Suami Halimah dibunuh oleh anak buah Harun lantaran Harun ingin memperistri Halimah yang cantik tersebut. Namun sayang, pujaan hati Harun telah menemukan cintanya kembali pada sosok ustadz Saiful. Harun pun naik pitam kepada anak muda pendatang itu.

Berbagai siasat dilakukan oleh Harun untuk memisahkan Saiful dan Halimah. Hingga pada suatu hari, saat Saiful bersama penduduk setempat membuat saluran air agar sawah desa itu tidak lagi tergantung hujan. Tak disangka, Halimah hanyut di sungai. Saiful menyelamatkannya dengan mengangkat tubuh Halimah ke tepian sungai. Agar nyawa halimah selamat, Saiful membuat napas bantuan. Harun menuding perbuatan itu zina!

Penduduk terhasut, sementara Haji Musa tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya madrasah tempat Saiful mengajar dirusak. Dalam kondisi seperti ini, Saiful bisa menyadarkan Sutan (Wahab Abdi), warga setempat yang awalnya dianggap bejat.

Hingga pada suatu ketika, Saiful dan Sutan memergoki Harun yang hendak memperkosa Halimah. Sutan marah karena Harun dianggap menghina Tuhan. Ia lalu salat dan membakar gudang beras Harun yang dianggap sebagai tempat mesum. Perkelahian terjadi di dalam gudang yang terbakar. Lagi-lagi Saiful menyelamatkan mereka. Akhirnya nama Saiful pulih. Masyarakat kembali menerimanya. Dan Halimah, sang janda cantik, dinikahinya.

Film ini dianggap sebagai film religi yang sukses menyuarakan ajaran Islam, dibanding film religi bertema cinta seperti ‘Ayat-ayat Cinta’. Film yang dibuat pada tahun 1977 ini dianggap sebagai film dakwah Islam yang utuh dan membukukan sukses pertama film religi dalam riwayat perfilman nasional.

‘Tuhan, Aku Cinta Padamu..’ Puisi Terakhir Rendra
WS Rendra tetap berkarya meski dirawat di rumah sakit karena sakit jantung koroner. Puisi terakhir Rendra menghadirkan nuansa religius yang dalam, yang mengisyaratkan kecintaan pada Sang Pencipta.

“Tuhan, aku cinta padamu…” demikian penggalan puisi yang tak diberi judul itu. Puisi terakhir ini ditulis Rendra pada 31 Juli di RS Mitra Keluarga.

Teks puisi bertulis tangan itu diperlihatkan di rumah duka di Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jumat (7/8/2009). Berikut teks puisi tersebut:

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu

Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga

Cerita Julukan ‘Si Burung Merak’ untuk WS Rendra
‘Si Burung Merak’, begitulah julukan penyair lintas generasi, Willibrordus Surendra Broto Rendra alias WS Rendra. Bagaimana kisah julukan Si Burung Merak itu muncul? Kisah ini bermula saat Rendra dan sahabatnya dari Australia berlibur di Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta.

“Waktu itu dia mengantar temannya dari Australia ke Yogya. Kemudian temannya itu diajak jalan-jalan ke Kebun Binatang Gembiraloka,” cerita sahabat dekat Rendra, Edi Haryono, kepada detikcom, Jumat (7/8/2009).

Nah, saat tiba di kandang merak, Rendra melihat seekor merak jantan berbuntut indah sedang dikerubungi merak-merak betina. “Seperti itulah saya,” tutur Edi mengulang ucapan Rendra. Kala itu Rendra memiliki dua istri yaitu Sunarti dan Sitoresmi.

Setelah kejadian tersebut, teman Rendra langsung cerita kepada teman-temannya. Berawal dari mulut ke mulut inilah akhirnya julukan Si Burung Merak melambung. “Temannya langsung cerita-cerita, Rendra kayak burung merak. Temannya di Yogya langsung menjuluki dia Si Burung Merak,” ungkap Edi.

Edi, yang kenal WS Rendra sejak tahun 1974 ini mengaku, memang pribadi Rendra mirip dengan merak. “Dia orangnya suka pamer. Seperti burung merak jantan yang suka memamerkan bulu-bulu indahnya,” cerita Edi.

Sebagai teman yang sangat dekat, Edi merasa sangat kehilangan. Dia menuturkan, semasa hidup Rendra adalah sosok yang sangat jenaka dan baik hati serta suka membantu teman yang kesusahan.

“Orangnya kocak, suka melucu, suka ngerjain teman-teman dekatnya. Tapi dia orang yang sangat teliti dan suka membantu teman-temannya,” ujar pria yang hingga saat ini masih menjadi pengurus Bengkel Teater milik Rendra di Citayam, Depok, ini.

Dia pertama kali mendengar kabar meninggalnya Rendra dari asisten pribadi Rendra, Arifin. “Arifin ngasih tahu sambil nangis. Dia bilang Mas Willi wis ora ono (Mas Willi sudah tidak ada),” cerita Edi.

“Rencananya almarhum akan dimakamkan usai salat Jumat nanti,” pungkas Edi.

Selamat jalan Si Burung Merak..

Pesan Rendra: Pejuang Harus Mau Susah
Selain seniman dan budayawan, WS Rendra juga dikenal sebagai aktivis yang gemar demonstrasi. Hingga tahun 90-an, pria yang dijuluki Si Burung Merak itu masih sering turun ke jalan.

“Dulu dia selalu bilang, kalau jadi pejuang harus mau susah. Itulah pesannya,” kata Adnan Buyung Nasution saat melayat sahabatnya itu di Bengkel Teater Rendra, Citayam, Depok, Jawa Barat, Jumat (7/8/2009).

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu terlihat sangat sedih dengan kepergian Rendra. Saat tiba di tempat Rendra disemayamkan, mantan pengacara senior itu sudah tampak berkaca-kaca.

Buyung juga terlihat terbata-bata saat mengucapkan kata-kata bela sungkawa. Sesekali, air mata menitik di pipinya.

“Saya sempat menengok waktu Rendra sakit, kita harus mendoakan agar diterima dan diampuni dosanya,” kata Buyung mengakhiri kata-katanya.

Mbah Surip dan Rendra Menutup Usia dengan Cinta
Sahabat akan selalu sehati, meski kadang ada riak-riak kecil menghalang. Begitulah ungkapan yang sepertinya pantas disandang oleh dua sahabat seprofesi, Mbah Surip dan WS Rendra. Keduanya akhirnya meninggal dunia dalam waktu yang tak jauh beda dengan sama-sama mengungkapkan kata cinta.

Mbah Surip meninggal dunia pada 4 Agustus lalu akibat serangan jantung, sedangkan WS Rendra meninggal Kamis (6/8/2009) malam akibat menderita penyakit yang tak jauh beda, jantung koroner.

Kesamaan lain, Mbah Surip menjelang ajal menjemput selalu mengatakan ‘I love you full’, kalimat yang akhir-akhir ini menjadi booming di khalayak. Sementara Rendra, juga mengungkapkan kata-kata cinta menjelang hari kematian. Ungkapan rasa cinta itu dia sampaikan melalui sebuah puisi saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok, Jawa Barat.

Namun kata-kata cinta Rendra dia tujukan kepada Sang Khalik, Tuhan pencipta alam semesta. “Tuhan, aku cinta pada-Mu”, begitulah bunyi penggalan puisi yang dia ciptakan 31 Juli 2009 lalu.

Mbah Surip dan WS Rendra memang sahabat dekat. Atas anjuran WS Rendra, Mbah Surip akhirnya dimakamkan di Bengkel Teater miliknya, meski Mbah Surip sendiri juga menginginkan hal itu.

Beberapa hari sebelum dirinya meninggal, Mbah Surip menyempatkan diri menjenguk Rendra yang terbaring di rumah sakit. Waktu itu Mbah Surip sudah menunjukkan firasat bahwa dia akan berpulang.

“Sepertinya nanti saya duluan (meninggal),” kata Mbah Surip saat menjenguk Rendra. Hal ini diucapkan oleh teman dekat Mbah Surip. Mamik ‘Srimulat’ Prakoso dalam sebuah wawancara di salah satu TV swasta.

WS Rendra pun juga pernah menjadi bintang iklan lagu ‘Tak Gendong’ karya Mbah Surip versi awal. Di Youtube, kita bisa dengan mengakses gambar dua sahabat itu dalam klip lagu yang membawa Mbah Surip menjadi milyarder dadakan.

Sebulan sebelum Mbah Surip tiada, WS Rendra melalui orang dekatnya, Kalong mengundang sesama seniman, termasuk Mbah Surip untuk menghadiri pengajian di Bengkel Teater. Mbah Surip yang kala itu tidak bisa hadir cuma memberi jawaban via SMS.

“Salam damai doa untuk Si Burung Merak Nusantara” demikian isi dalam pesan singkat itu tertanggal 18 Juli 2009.

Rendra juga sering mengingatkan kepada Kalong untuk membersihkan lingkungan areal pemakaman.

“Tak tahu firasat apa yang dirasakan Rendra. Tiap saya jenguk dia selalu mengatakan itu. Ya saya selalu jawab, sudah dibersihkan. Rumput-rumput juga sudah saya babat,” kata Kalong di makam Mbah Surip di kompleks Bengkel Teater, Cipayung, Citayam, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2009) lalu.

Selamat jalan dua sahabat sejati..

Selamat Jalan Willy, Aku Mencintaimu….
Sahabat memberikan kesan-kesan terakhirnya untuk WS Rendra. Termasuk sahabat Si Burung Merak, Jose Rizal Manua. Jose membacakan puisi Rendra dengan lantang.

Aku mendengar suara
Jerit hewan yang terluka
Ada orang memanah rembulan
Ada anak burung terjatuh dari sarang

Orang-orang harus dibangunkan
Kesaksian harus diberikan agar kehidupan tetap terjaga
Selamat Jalan Willy, Aku mencintaimu….

Pantauan detikcom, Jumat (7/8/2009), di Pendopo Bengkel Teater Rendra, Citayam, Depok, Jawa Barat, puluhan pelayat tampak hanyut dalam kesedihan saat Jose membacakan puisi Rendra. Para pelayat juga terlihat menunduk.

Budayawan Emha Ainun Najib sebelumnya juga memberikan sambutan. Bahkan suami penyanyi Novia Kolopaking ini menitikkan air mata.

‘Willy’, Sebuah Kekaguman Iwan Fals pada WS Rendra
Di mata para sahabatnya, WS Rendra adalah sosok yang berwibawa dan disegani. Tak terkecuali bagi penyanyi legenda Iwan Fals. Iwan bahkan pernah menuangkan kekagumannya terhadap Rendra dalam salah satu lagunya bertajuk ‘Willy’.

Lagu tersebut dirilis Iwan Fals pada tahun 1986 dalam album ‘Ethiopia’. Liriknya menggambarkan kekaguman sekaligus kekangenan Iwan Fals pada sosok Rendra yang memiliki kepedulian tinggi terhadap rakyat kecil.

Berikut lirik lengkap lagu berjudul ‘Willy’ tersebut:


Si anjing liar dari Jogjakarta
Apa kabarmu ?
Kurindu gonggongmu
Yang keras hantam cadas

Si kuda binal dari Jogjakarta
Sehatkah dirimu ?
Kurindu ringkikmu
Yang genit memaki onar

Dimana kini kau berada ?
Tetapkah nyaring suaramu ?

Si mata elang dari Jogjakarta
Resahkah kamu ?
Kurindu sorot matamu
Yang tajam belah malam

Di mana runcing kokoh paruhmu ?
Tetapkah angkuhmu hadang keruh ?

Masih sukakah kau mendengar ?
Dengus nafas saudara kita yang terkapar
Masih sukakah kau melihat ?
Butir keringat kaum (orang) kecil yang terjerat
Oleh slogan slogan manis sang hati laknat
Oleh janji-janji muluk tanpa bukti

Di mana kini kau berada ?
Tetapkah nyaring suaramu ?
Di mana runcing kokoh paruhmu ?
Tetapkah angkuhmu hadang keruh ?

Tak heran jika Iwan begitu terpukul dengan kepergian Rendra. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya saat dicegat wartawan usai melayat ke rumah duka di Perumahan Pesona Depok Blok AV No 5, Jumat (7/8/2009) pukul 00.30 WIB. Iwan memilih terus berjalan ke mobilnya dengan wajah menyimpan duka.

Puisi Rendra Inspirasi Nursyahbani Jadi Aktivis Prodemokrasi
Puisi-puisi WS Rendra sanggup membakar semangat Nursyahbani Katjasungkana saat muda dahulu. Puisi-puisi itulah yang menguatkan tekadnya menjadi seorang aktivis prodemokrasi.

Demikian kenangan Nursyahbani Katjasungkana pada sosok penyair WS Rendra di Jakarta, Jumat (7/8/2009).

Nursyahbani tidak segan-segan menganggap Si Burung Merak itu sebagai guru spiritualnya. “Bagi saya, Mas Willy begitu biasanya saya memanggil dia adalah guru spiritual saya saat saya muda,” ujarnya.

Nursyahbani masih ingat puisi-puisi Rendra yang menjadi favoritnya dulu semasa muda. Dia menggemari  romantisnya puisi Rendra  yang terkumpul dalam Sajak Untuk Bonny dan Sajak Sepatu Tua.

“Sajak cintanya kepada Mbak Narti dan sajak Burung Kondornya membuat saya ngefans berat padanya. Sajak Ibunda membuat saya mencintai dan menghormati ibunda saya tiada taranya,” kata aktivis Kaukus Perempuan Parlemen ini.

Nursyahbani mengenal Rendra  pertama kali saat dirinya bekerja di LBH Yogya antara tahun 1980-1982.

“Saya sering bertemu karena dia akrab dengan Buyung Nasution, Abdul Rahman Saleh yang aktif di LBH,” ujar perempuan berkacamata ini mengenang perkenalannya dengan Rendra.

Dan sejak saat itu dirinya selalu berusaha selalu menonton pertunjukan pendiri Bengkel Teater itu di Yogya.

Nursyahbani mengaku menyesal tidak dapat menjenguk Rendra saat menjalani perawatan sakitnya. Dia berdoa agar idolanya itu tenang dalam kepergiannya.

“Semoga arwahnya diterima disisi-Nya dan nama harumnya menghiasi keharuman tanah air kita Indonesia,” kata dia.

Rendra Batal Pentas Seabad Kebangkitan Nasional
WS Rendra berencana menggelar pementasan di sejumlah kota untuk memperingati kemerdekaan RI dan seabad kebangkitan nasional. Mata tombak sepanjang dua meter yang akan dijadikan bagian pergelaran hingga kini masih berada di rumah salah seorang sahabatnya di Solo.

Sugiyatno adalah orang kepercayaan Rendra jika sedang berada di Solo, kampung halaman seniman besar tersebut. Banyak hal disampaiakan Rendra kepada Sugiyatno. Salah satunya adalah ide menggelar pementasan peringatan seabad kebangkitan nasional.

Bahkan kepada Sugiyatno pula, Rendra memesan sebilah tombak yang rencananya akan dikirabkan ke berbagai kota seiring dengan rencana pementasan keliling itu. Kebetulan Sugiyatno memang berprofesi sebagai pedagang barang-barang antik, pusaka tradisional dan penerjemah naskah-naskah kuno.

“Tombaknya dhapur Plered pamor rondhulu. Bilah tombaknya saja sepanjang dua meter. Seusai dikirabkan, tombak itu rencananya akan kami hadiahkan kepada Mas Willy sebagai koleksi pribadi beliau,” ujar Sugiyatno sambil menunjuk tombak yang dimaksud saat ditemui di rumahnya di Solo, Jumat (7/8/2009).

Rencana semula beberapa waktu lalu Sugiyatno akan mengantarkan tombak itu ke Bengkel Teater. Namun rencana itu tertunda seiring kabar memburuknya kesehatan dramawan gaek tersebut. Pengiriman tombak itu dipastikan batal setelah wafatnya Rendra karena dipastikan pementasan keliling juga akan batal.

Ide pementasan itu, menurut Sugiyatno, mengambil momentum HUT kemerdekaan RI dengan spirit seabad kebangkitan nasional. Pemikiran nasionalis dan kecintaan Rendra pada bangsa dan negara mendorongnya untuk terus mengingatkan kebangkitan bersama sebagai yang merdeka.

“Kalau urusannya dengan bangsa, negara, NKRI dan semacamnya. Mas Willy tak pernah kenal lelah untuk terus menggelorakannya. Prinsip menjaga daya hidup benar-benar dipegangnya,” kata Sugiyatno.


detikdotcom

Mbah Surip ‘Tak Gendong’ Meninggal Dunia

lk

Jakarta Penyanyi fenomenal Mbah Surip meninggal dunia, Selasa (4/8/2009) pukul 10.30 WIB. Penyanyi ‘Tak Gendong’ itu sempat dilarikan ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur.

“Iya benar tadi meninggal pukul 10.30 WIB,” kata Mega, petugas pendaftaran RS Pusdikkes saat dikonfirmasi detikcom.

Mamiek Srimulat: I Love You Full, Kata Terakhir Mbah Surip
Mbah Surip meninggal dunia di rumah Mamiek ‘Srimulat’ di kawasan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Mamiek tahu persis kondisi penyanyi berambut gimbal itu, termasuk kata terakhir yang diucapkan oleh Mbah Surip.

“Berulang-ulang dia bilang I love you full,” kata Mamiek Prakoso melalui telepon, Selasa (4/7/2009).

Mamiek menceritakan, dia sempat dipanggil kerabatnya agar masuk ke dalam karena didapati kondisi Mbah Surip tengah meracau ‘I Love You Full’ dengan air liur berleleran di mulut.

Takut Dikejar Penggemar, Mbah Surip Emoh ke RS
Menjelang kematiannya, Mbah Surip telah mengeluh bahwa badannya letih. Namun ia menolak dibawa ke rumah sakit karena takut dikerubuti penggemarnya.

“Aku capek, tapi tidak mau ke rumah sakit. Aku nggak mau dikejar dikerubuti penggemar,” demikian ujar kerabat Mbah Surip, Mamiek ‘Srimulat’ meniru ucapan pelantun ‘Tak gendong ke mana-mana’ itu ketika memberi keterangan kepada ‘Insert’ Trans TV, Selasa (4/8/2009).

Setelah itu menurut Mamiek, Mbah Surip minta untuk di bawa kerumah pentolan ‘Srimulat’ itu untuk beristirahat. Ia pun sempat menyantap bubur ayam.

Namun setelah tertidur, pria yang selalu eksis dengan gaya rasta itu tak bangun lagi. Ia langsung dilarikan ke Pusdikkes Kramat Jati, dan dinyatakan meninggal di sana

Desta Kaget Mbah Surip Meninggal
Desta sempat tampil bareng Mbah Surip di video klip ‘Tak Gendong’. Mendengar Mbah Surip meninggal pada Selasa (4/8/2009), personel band Club 80’s itu pun sontak kaget.

“Dengar kabar itu, kaget banget,” ujarnya saat dihubungi detikhot lewat telepon, Selasa (4/8/2009).

Desta pun mengaku sedih karena mereka berencananya untuk tampil bareng lagi di ‘Bangun Pagi’, video klip baru Mbah Surip. “Padahal kita mau bikin video klip lagi, buat lagu ‘Bangun Pagi’,” ucapnya.

Mbah Surip ‘Tak Gendong’ Alami Gagal Jantung
Penyebab kematian Mbah Surip ‘Tak Gendong’ sudah diketahui. Penyanyi berambut gimbal itu menderita gagal jantung.

“Tadi dia meninggal pukul 10.20 WIB. Setelah dicek mengalami gagal jantung,” kata perawat UGD RS Dik Pusdikkes, Lettu Sukadi, di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Selasa (4/8/2009).

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Mengeluh Kelelahan
Kondisi fisik yang kelelahan untuk sementara diduga sebagai penyebab meninggalnya Mbah Surip. Sehari sebelum meninggal, penyanyi berambut gimbal itu sempat memeriksakan kondisi fisiknya ke dokter.

“Katanya karena kelelahan, kurang istirahat,” kata Mamiek Prakoso melalui telepon, Selasa (4/8/2009).

Mbah Surip kemudian menginap di rumah pentolan grup lawak Srimulat itu di Kampung Makassar, Jakarta Timur. Sampai pagi ini pelantun lagu reggae “Tak Gendong” itu masih terlihat sehat bahkan sempat sarapan bersama.

Semasa Hidup, Mbah Surip Misterius Soal Keluarga

lk

Semasa hidupnya, Urip Ariyanto atau dikenal dengan nama Mbah Surip terkesan enggan membuka fakta tentang keluarganya. Dia selalu menghindar jika ditanya seputar hal itu.

“Mbah Surip kalo ke kantor sendirian aja, dia agak-agak susah untuk masalah itu. Nggak pernah terbuka,” ujar Dina, marketing operator Falcon Records, perusahaan rekaman yang menangani album mbah Surip kepada detikhot, Selasa (4/7/2009).

Dari 10 lagu Mbah Surip yang ditangani Falcon Records, pemasukannya cukup luar biasa. Dalam dua bulan, dari hasil RBT saja Mbah Surip sudah mendulang sedikitnya Rp. 2 miliar.

Pihak Falcon mengaku mengetahui kabar berpulangnya Mbah Surip dari rumah sakit. Pihak Pusdikkes menelepon Falcon Records untuk mengabarkan kalau pelantun ‘Tak Gendong’ tersebut sudah tiada.

Pendapatan RBT Mbah Surip Bisa Jadi Rebutan
Berpulangnya Mbah Surip bisa jadi menimbulkan kisruh ahli waris seperti Michael Jackson. Jika Mbah Surip misterius soal keluarga, lalu siapakah ahli waris pendapatan RBT senilai lebih dari Rp 2 M tersebut?

Sejak direkrut Falcon Records dan sukses melambungkan lagu ‘Tak Gendong’ pendapatan Mbah Surip meroket tajam. Dari seorang pengamen jalanan di kawasan Blok M, aset Mbah Surip setelah lagunya meroket diperkirakan bisa melebihi Rp 4 Miliar.

Semasa hidupnya Mbah Surip paling misterius jika ditanya soal siapa anak istrinya. “Sudah jangan tanya-tanya soal itu,” elaknya dalam beberapa kesempatan.

Selama menghadiri berbagai show dan temu wartawan Mbah Surip hanya ditemani asistennya Farid. Farid sendiri kerap disebut-sebut sebagai ‘anak’ dari Mbah Surip.

“Biasanya akan jatuh ke tangan anaknya dulu,” ujar Dina, marketing operator Falcon Records label yang menaungi Mbah Surip ketika dihubungi detikhot, Selasa (4/8/2009).

Namun hingga kini mbah Surip belum pernah menyebutkan siapa ahli warisnya. Selama ini pria yang sering berucap ‘I Love Full’ itu menangani sendiri urusan kontraknya. Siapa keluarganya, juga belum pernah diperkenalkan ke pihak label.

Dengan kondisi ini bisa saja bermunculan orang yang mengaku ahli waris. Bagaimana sikap label tentang hal itu?

“Wah kita belum membahas sampai sejauh itu dulu,” terang Dina

Manohara Menangis Mendengar Mbah Surip Meninggal

lk

Penyanyi Mbah Surip pernah berujar kalau ia ingin menggendong model Manohara Odelia Pinot. Tapi keinginan Mbah Surip itu pupus karena ia terlebih dahulu menghadap Sang Kuasa. Mendengar Mbah Surip meninggal, Manohara menangis.

“Saya langsung nangis ketika dengar Mbah Surip meninggal,” ujarnya berlinang air mata saat ditemui di kantor pengacara Hotman Paris di gedung Summitmas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2009).

Manohara memang tidak dekat secara emosional dengan Mbah Surip, tapi sosokya yang kocak membuat perempuan jangkung itu benar-benar kehilangan. “Dia sosok yang bisa membuat orang lain tersenyum dan tertawa,” imbuhnya.

Walau sedih Mano merasa bangga melihat Mbah Surip meninggal di saat jayanya. “Bagus yah saya seneng melihat dia meninggal di masa jayanya,” pungkasnya.

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Dibonceng Motor
ebelum meninggal Mbah Surip masih menunjukkan kesederhanaannya. Bukan naik mobil mewah, Mbah Surip malah memilih dibonceng sepeda motor.

Hal tersebut diungkapkan oleh pelawak Mamiek Prakoso. “Kemarin (Senin-red) sore dia ke sini sama anaknya, dibonceng naik motor,” jelas Mamiek saat ditemui di kediamannya di Kampung Makasar RT 02 RW 04, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Mbah Surip saat itu mengutarakan kalau ia menderita kelelahan yang luar biasa akibat padatnya jadwal manggung dan wawancara. “Dia bilang dia capek dikejar-kejar orang terus, dikejar wartawan, fans sama kebanyakan manggung,” tuturnya.

Sebagai sahabat, Mamiek mempersilakan Mbah Surip untuk beristirahat di rumahnya. Apalagi Mbah Surip sudah meminta izin ke Mamiek 3 kali sebelumnya untuk berkunjung.

“Dia sudah 3 kali sebelumnya nyari saya, baru kemarin sore ketemu. Eh langsung nggak ada,” imbuhnya.

Kini jenazah pelantun ‘Tak Gendong’ itu sedang disemayamkan di rumah Mamiek. Jasadnya pun sudah dimandikan dan sejumlah warga terlihat membacakan surat Yasin.

Anak Kecil Dilarang Lihat Jenazah Mbah Surip
Banyak penggemar Mbah Surip yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Jika ibu-ibu dan wartawan dibolehkan masuk, kerabat melarang pelayat anak-anak untuk melihat.

Sejak tersiar kabar Mbah Surip disemayamkan di rumah Mamiek di kawasan Cililitan, banyak pelayat berdatangan. Selain keluarga dan kerabat, penggemar Mbah Surip mulai dari ibu-ibu sampai anak-anak pun ikut menyerbu rumah Mamiek di kawasan Cililitan.

Agar suasana di rumah lebih tertib, kerabat Mbah Surip pun meminta anak-anak dilarang masuk ke dalam rumah. Anak-anak yang umumnya masih terlihat berseragam sekolah dasar itu hanya bisa ikut menyaksikan keramaian pelayat dari luar rumah.

Saat ini jenazah pelantun ‘Tak Gendong’ itu tengah bersiap untuk dimandikan. Di antara para pelayat terlihat pemain serial ‘OB’, pelawak Tarsan, dan pedangdut Meggy Z

“Malaikat pun kaget dia meninggal,” ungkap Tarsan.

Mbah Surip, Dari Ngamen Hingga Kantongi Miliaran Rupiah

lk

Kepopuleran Mbah Surip bisa dibilang tidak instant. Pemilik nama asli Urip Ariyanto itu mengawali karirnya sebagai pengamen jalanan. Setelah 20 tahun berkiprah sebagai musisi, akhirnya Mbah sukses meraup miliaran rupiah.

Pada 1989, Mbah Surip mulai hidup di jalanan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Bahkan, saat itu pelantun ‘Tak Gendong’ tak segan-segan menggelar koran di emperan toko untuk tidur.

‘Tak Gendong’ sebetulnya bukan lagu baru, Mbah Surip merilis lagu itu pada 2003 lalu. Bahkan Mbah Surip juga sudah merilis beberapa album indipendent. Di antaranya ‘Ijo Royo-royo’, ‘Indonesia’, ‘Barang Baru’ dan ‘Reformasi’. Mbah pun menjajakan album-album itu di warung dan WC umum di sekitar terminal Blok M.

Soal rambut gimbalnya, Mbah Surip mengaku terinspirasi dari penyanyi Tony Rastafara. Tony adalah musisi reggae yang juga sempat malang-melintang di bilangan Bulungan.

Hingga akhirnya pada 2008, Falcon Record mengontrak Mbah Surip. Setelah melewati beberapa proses pemilihan lagu, Falcon pun merilis single ‘Tak Gendong’ pada April 2009.

‘Tak Gendong’ pun meraih sukses besar. Beberapa waktu lalu, Mbah Surip sempat mengaku mendapat Rp 4,5 Miliar dari penjualan RBT lagu tersebut. Dengan pendapatannya itu, Mbah Surip berniat untuk membeli sebuah helikopter.

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Sempat Bercanda Riang
Umur tak ada yang tahu, kecuali Tuhan. Saat mengunjungi kediaman pelawak Mamiek Prakoso tak ada yang menyangka Mbah Surip bakal meninggal. Itu karena sebelumnya Mbah Surip sempat bercanda riang.

“Pas baru nyampe, dia numpang ngadem di rumah saya, mau numpang istirahat. Wong sorenya masih bercanda-canda kok sama saya,” ujar Mamiek saat ditemui di kediamannya di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Setelah bersenda gurau itulah wajah Mbah Surip tiba-tiba pucat pasi. “Dia ngeluh nggak enak badan, makanya tak panggilin mantri,” tuturnya.

Setelah beristirahat malamnya Mbah Surip masih terlihat fit pada Selasa (4/8/2009). Bahkan penyanyi nyentrik itu sempat minta dibelikan bubur ayam.

“Nah setelah makan bubur itu mukanya tambah pucat, terus ngiler. Saya manggil mantri lagi, tapi Pak Mantri bilang dibawa saja ke rumah sakit,” ujarnya.

Sayangnya, ajal tak bisa ditolak. Mbah Surip menghembuskan nafas terakhirnya ketika dalam perjalanan menuju RS Pusdikkes TNI-AD, Kramat Jati Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009) sekitar pukul 10.30 WIB.

Tukul: Minum Kopi, Pasti Ingat Mbah Surip
Bagi Tukul, Mbah Surip mempunyai andil penting dalam karirnya. Pembawa acara ‘Bukan Empat Mata’ itu sangat mengenal Mbah Surip, bahkan sampai kebiasaan minum kopinya.

“Saya sudah mengenal beliau sejak lama. Yang paling diingat kebiasaan minum kopinya. Kalau saya minum kopi, pasti ingat Mbah Surip,” kata Tukul saat dihubungi detikhot via ponselnya, Selasa (4/8/2009).

Dari dulu, kata Tukul, Mbah Surip tak pernah terpisahkan dari kopi. Kopi jenis dan merek apa pun diminum Mbah Surip.

“Apa saja dia lahap, saya juga jadi ikut, ikut asyik menikmati kopi,” aku Tukul.

Saat merantau ke Jakarta, salah satu orang yang ia kenal adalah Mbah Surip. Pelantun ‘Tak Gendong’ itu turut membantu karir Tukul hingga jadi komedian tenar.

“Sejak tahun 80-an saya kenal Mbah di Bulungan, dia juga yang bantu saya hingga seperti ini,” kenang Tukul.

Di mata Tukul, Mbah Surip itu sosok seniman yang patut dicontoh. Mbah Surip sangat bangga dengan pekerjaannya. Meski hidupnya masih susah, ia tetap menjadi musisi.

“Dia seniman Tulen, konsisten, gitu-gitu aja, nggak pernah menyakiti orang, dan mencintai dunianya,” lanjut Tukul.

Budi Anduk: Perjuangan Hidup Mbah Surip Sama dengan Saya

lk

Komedian Budi Anduk, menyayangkan kematian Mbah Surip yang mendadak. Budi menganggap perjuangan hidup Mbah Surip sama seperti dirinya, dari bawah.

“Mbah Surip itu seniman sejati banget, dia perjuangannya sama dengan gue, mulai dari awal. Tapi masih lama dia perjuangannya,” kata Budi saat dihubungi detikhot via ponselnya, Selasa (4/8/2009).

Budi pun sempat mengobrol dengan musisi gimbal itu. Obrolan mereka saat itu seputar karir dan kehidupan Mbah Surip. Meski sebentar, banyak hal penting yang didapat Budi di obrolannya itu.

Budi mengenal Mbah Surip sejak tahun 90-an ketika ia masih menjadi pembantu umum kru film. Bahkan saat itu, Budi mengaku sudah mengidolakan Mbah Surip.

“Itu sudah jadi idola gue banget. Gue nggak tahu mau ngelakuin apa, yang penting doanya aja,” lanjut Budi.

Teman Dekat: Ngakak Mbah Surip Sudah Sejak Dulu
Meninggalnya Mbah Surip membuat kawan sepermainannya terkejut. Salah satunya Eko Cahyo (46). Dia tak menyangka Mbah Surip dipanggil Tuhan ketika sedang ngetop-ngetopnya. Ngakak Mbah Surip tak pernah ia lupakan.

Tetangga Mbah Surip yang dulu tinggal di Magersari Gg Buntu Kota Mojokerto itu masih teringat dengan Mbah Surip saat mudanya. Dia kumpul Mbah Surip tiap dan sering mendengar suara ngakaknya.

“Saya setiap hari kumpul beliau. Sewaktu kecil sering ngemong saya. Sewaktu berangkat sekolah, beliau yang nganter saya,” kenang Eko yang saat ini tinggal di Dukuh Kupang Surabaya kepada detiksurabaya.com, Selasa (4/8/2009).

Yang membuat pria yang saat ini bekerja di ekspedisi itu tak bisa melupakan adalah kebiasaan Mbah Surip yang ke mana-mana membawa gitar. “Tertawanya juga ngakak begitu sejak dulu. Hanya saja, rambutnya tidak gimbal begitu,” ungkap dia.

Eko mengaku dirinya ketemu terakhir kalinya 3 tahun lalu di Pasar Seni Ancol. “Setelah itu tidak pernah. Dan nama Mbah Surip itu baru baru ini saja. Semasa muda biasa dipanggil Cak Urip,” kata dia.

Melayat Mbah Surip, Manohara Disambut Ribuan Orang
Model Manohara Odelia Pinot melayat Mbah Surip di kediaman pelawak Mamiek ‘Srimulat’ di Kampung Makasar, Jakarta Timur. Saat tiba, Manohara disambut ribuan orang.

Manohara tiba sekitar pukul 14.05 WIB bersama dengan ibunya Daisy Fajarina dan ayah tirinya, Rainier. Wajah Manohara terlihat sendu.

“Aku sedih banget,” ujarnya sambil berjalan menuju rumah duka, Selasa (4/8/2009).

Ribuan warga yang melihat kedatangan Mano pun histeris dengan memanggil nama model jangkung itu. “Mano, Mano,” teriak sejumlah warga.

Jenazah Mbah Surip Dibawa ke Pemakaman Bengkel Teater
Jenazah penyanyi Mbah Surip dibawa ke pemakaman Bengkel Teater milik penyair WS Rendra. Jenazah berangkat dari kediaman pelawak Mamiek sekitar pukul 14.35 WIB.

Sebelum jenazah dibawa keluar, sejumlah kerabat penyanyi Mbah Surip terlihat meminta ribuan warga menyingkir dari Jalan Kerja Bakti 1, Kampung Makasar, Jakarta Timur. Padatnya warga memang menyulitkan mobil ambulans untuk masuk ke dalam jalan yang memiliki lebar tak lebih dari 2,5 meter itu.

Setelah ambulans berhasil menembus ribuan warga, jenazah Mbah Surip yang sudah disalatkan dimasukkan ke dalam mobil.

Mbah Surip Dimakamkan Rabu Pukul 10.00 WIB
Jenazah Mbah Surip menurut rencana akan dimakamkan di Pemakaman Bengkel Teater Citayam, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 10.00 WIB. Pemakaman Mbah Surip menunggu kedatangan keluarga dari Mojokerto.

“Iyah besok jam 10, kita nunggu keluarga dulu dari Mojokerto,” jelas pelawak Tarsan saat ditemui sesaat sebelum mengantar jenazah Mbah Surip di Jl Kerja Bakti, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Artinya rencana memakamkan Mbah Surip di Mojokerto batal. Mbah Surip memang pernah berujar jika ia meninggal agar dimakamkan di pemakaman milik penyair WS Rendra tersebut.

Jenazah Mbah Surip Disemayamkan, ‘Tak Gendong’ Berkumandang
Ketika jenazah Mbah Surip disemayamkan di rumah pelawak Mamiek, terdengar lagu ‘Tak gendong’ dikumandangkan sejumlah orang.

“Tak gendong ke mana-mana, tak gendong ke mana-mana,” begitu suara anak-anak seraya tertawa menyanyikan hits ‘Tak Gendong’ di halaman rumah Mamiek Prakoso di Jalan Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Kebanyakan anak-anak itu adalah warga sekitar jalan Kampung Makassar kediaman Mamiek. Sebagian juga dibawa oleh pelayat. Sontak suasana haru pun sejenak tergantikan dengan senyuman pelayat Mbah Surip yang berjubel. Jenazah Mbah Surip sudah dibawa ke Pemakamaan Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 14.35 WIB.

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Kapok Tidur di Lantai
Ada yang berubah sehari sebelum Mbah Surip berpulang. Pelantun ‘Bangun Tidur’ yang biasanya tidur di lantai tiba-tiba pindah tidur di kasur.

Sehari-harinya Mbah Surip tinggal di kawasan Cipayung, Jakarta Timur bersama anak angakatnya, Cucu Lestari. Sebelum mendapat rumah baru di kawasan Cipayung itu, ia biasa tinggal sendirian.

Selama lima tahun terakhir ini, Mbah Surip tak pernah sakit, ataupun mengeluh kesakitan. Meskipun demikian, Mbah Surip banyak mempunyai kebiasaan yang kurang sehat semisal tidur di lantai atau terlalu banyak minum kopi.

“Tumben dia tidur di kasur dan pakai guling. Padahal dia itu tidur sembarangan. Tidur di ubin sambil nonton TV,” kata Cucu saat diwawancarai wartawan di Jalan Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (2/8/2009).

Senin (3/8/2009) Mbah Surip mengeluh nafasnya sesak dan dadanya sakit. Cucu pun mengajaknya ke dokter, namun Mbah Surip menolak. Setelah dirayu, Mbah Surip mau diperiksa oleh mantri.

“Mbah disuruh istirahat total, otomatis semua kegiatannya di tunda semua,” lanjut Cucu.

Doyok Pernah Sembunyikan Sepatu Mbah Surip
Pelawak Doyok punya kenangan tersendiri bersama Mbah Surip. Doyok mengaku pernah menyembunyikan sepatu penyanyi berambut gimbal tersebut.

Hal itu terjadi ketika Doyok dan Mbah Surip tengah melakukan perjalanan ke Medan pada tahun 90-an. Keusilan Doyok itu pun membuat pelantun ‘Tak Gendong’ tersebut hanya mengenakan sepatu sebelah selama tiga hari.

“Pas saya kasih tahu kalau saya yang ngumpetin, dia cuma bisa tertawa,” kenang Doyok sambil berkaca-kaca saat ditemui di kediaman Mamiek, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Pelawak yang sempat terseret kasus narkoba itu mengaku pernah bersama Mbah Surip selama lima tahun. Saat itu, Mbah Surip selalu menemani Doyok syuting.

“Mbah sering ikut saya nungguin syuting film,” ucapnya.

Tak hanya itu, Doyok juga sering begadang bareng Mbah Surip sambil menikmati kopi dan menghisap rokok. Sayang, ketika Mbah Surip mulai populer, Doyok malah jarang bertemu dengannya.

Sebelum Meninggal, Mbah Surip Minta Burjo
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ada satu keinginan Mbah Surip. Ia ingin makan burjo alias bubur kacang hijau. Sayangnya ajal keburu menjemput Mbah Surip.

“Kemarin terakhir minta bubur kacang ijo,” kata kata Cucu, anak angkat Mbah Surip saat diwawancarai wartawan di Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Karena ajal keburu menjemput, Cucu belum kesampaian memenuhi permintaan ayah tirinya untuk membeli bubur kacang hijau. Cucu banyak bercerita soal kehidupan sehari-hari Mbah Surip setelah dan sebelum tenar. Kebiasaan Mbah Surip sampai saat ini tak ada perubahan. Hanya saja setelah tenar, Mbah Surip memang sedikit istrahat. Bahkan waktu tidurnya berkurang hingga tiga jam perhari.

“Dia itu selalu cerita seneng-senengnya aja. Sekarang udah ngetop, istirahatnya tiga jam sehari,” lanjut Cucu.

Setelah tenar, Mbah Surip sedang membeli rumah di kawasan Kampung Artis, Cipayung, Jakarta Timur. Bahkan ia berencana akan menempati rumah itu dengan keluarga lainnya.

“Dia punya pesan, kalau rumahnya udah jadi, kita akan pindah semua,” kata Cucu.

Putri Titian Kenang Mbak Surip Lewat Rekaman Suara
Sosok Mbah Surip meninggalkan kenangan bagi orang-orang yang mengenalnya. Putri Titian pun mengingat pria berambut gimbal itu lewat rekaman suara khusus yang dibuat Mbah Surip untuknya.

I love you Putri.. hahaha,” demikian bunyi rekaman suara yang kemudian dijadikan nada panggil di ponsel Putri.

Walau baru beberapa kali bertemu pelantun hits ‘Tak Gendong’ itu, Tian, begitu ia akrab disapa mengaku bisa lengsung dekat dengan Mbah Surip. Dihubungi wartawan via ponselnya, Selasa (4/8/2009), Tian mengungkapkan bahwa Mbah Surip adalah orang yang selalu suka bercanda.

Baru-baru ini juga Tian dan Mbah Surip menyelesaikan iklan bersama. Saat itulah Tian mengenal Mbah Surip sebagai sosok yang tak kenal lelah dan selalu bersemangat.

“Mbah orangnya seru. Penghibur banget. Ciri khasnya yang nggak akan dilupa, selain ketawanya adalah kebiasaan dia setelah syuting. Yang pertama kali diambil adalah gitarnya,” jelas Tian.

Kesibukan di Kampung Mbah Surip
Penembang ‘Tak Gendong’ Mbah Surip meninggal dunia. Di kampung halamannya, Magersari Gg Buntu nomor 12 Kota Mojokerto dilakukan persiapan bila jenazah dipulangkan untuk dimakamkan di asalnya.

lk

Tenda juga dipersiapkan untuk mengantisipasi bila almarhum dimakamkan di Mojokerto

lk

Warga melayat di rumah Mbah Surip di Mojokerto

Mbah Surip Pernah Belajar Mesin dan Kuliah di Unsuri
Mbah Surip yang lahir di Mojokerto pada tahun 1957 pernah kuliah di Universitas Sunan Giri (Unsuri) Jawa Timur di Mojokerto tahun 1979. Namun tidak diketahui, apakah pemilik nama asli Urip Ahmad Riyanto kuliah hingga lulus dan diwisuda atau tidak.

Dalam Piagam Bimbingan Studi Unsuri Tahun 1979 yang ada di rumah keluarganya di Mojokerto, tertera nama Urip Ahmad Riyanto, yang lahir pada 6 Juni 1957. Namun dalam piagam itu, tidak disebutkan jurusan maupun fakultas yang ditempuh Urip.

“Itu saat masih muda. Masih tampan. Sekarang kenapa rambutnya seperti itu, jadinya jelek dan terlihat tua,” kata Rusiati (51), tetangga Mbah Surip yang saat itu berada di teras depan rumah orangtua Mbah Surip, di Kelurahan Magersari Gang Buntu No 12.

Mbah Surip pernah sekolah di Sekolah Teknik Mojokerto Jurusan Mesin tahun 1978. Di tahun 1970, Mbah Surip menempuh pendidikan dasar 6 tahun di SDN Purwotengah II, Kota Mojokerto. Namun ijazah SMP Mbah Surip tidak berhasil dicari oleh keluarganya.

“Urip itu sampai kuliah beberapa tahun. Tapi saya tidak tahu, apakah Urip lulus atau tidak. Sebab Urip kuliah juga disambi bekerja jual tiket di bioskop,” kata kakak Urip alias Mbah Surip, Suhartik kepada detiksurabaya.com di rumah Mbah Surip.


Mbah Surip Dikala Muda
Mbah Surip lahir di Mojokerto tahun 1957. Pelantun ‘Tak Gendong’ yang bernama asli Urip Ahmad Riyanto meninggal Selasa (4/8). Saat muda, Mbah Surip cukup tampan dan tidak berambut gimbal.

lk

Mbah Surip ketika duduk di bangku SDN Purwotengah II, Kota Mojokerto.

lk

Mbah Surip pernah sekolah di Sekolah Teknik Mojokerto Jurusan Mesin tahun 1978.

lk

Piagam Bimbingan Studi Unsuri Tahun 1979, tertera nama Urip Ahmad Riyanto, yang lahir pada 6 Juni 1957. Namun dalam piagam itu, tidak disebutkan jurusan maupun fakultas yang ditempuh Mbah Surip.Saat itu dia juga bekerja jualan tiket bioskop.


Mbah Surip Tinggalkan 4 Anak Berinisial TVRI
Mbah Surip meninggalkan 4 anak dan seorang isteri yang dicerai sekitar tahun 1982 lalu di Mojokerto. Keempat anaknya bernama Tita (27), Varid (25), Risna alias Krisna (24), dan Ivo (22). Huruf depan ke-4 anak itu disingkat TVRI.

“Nama anak-anak itu disengaja oleh Urip, karena Urip sangat ingin bisa tampil di stasiun TVRI saat itu,” kata Senen Subandi, kakak Mbah Surip kepada detiksurabaya.com beberapa saat sebelum berangkat ke Bandara Juanda, Surabaya, Selasa (4/8/2009).

Mbah Surip punya nama asli Urip Aryanto. Sejak 1982, Mbah Surip merantau ke Jakarta. Selama pelantun lagu ‘Tak Gendong’ itu berkelana di Jakarta, keempat anaknya tinggal di Mojokerto bersama mantan istrinya, Minuk Sulistyowati. Selain Varid, ketiga anak Mbah Surip hidup bersama Minuk di Lingkungan Sinoman Gang Kali, Kota Mojokerto.

Para kerabat tidak tahu apakah Mbak Surip menikah lagi atau tidak di Jakarta, setelah bercerai dari Minuk.

“Sejak dulu Urip itu senang bawa gitar, menyanyi ke mana-mana. Mungkin karena tidak punya pekerjaan tetap, rumah tangganya jadi tidak terurus saat itu,” kata teman kecil Mbah Surip, Misdianto (51) saat berada di depan rumah Mbah Surip.

Keluarga di Mojokerto sebenarnya sudah menyiapkan liang lahat di TPU Kelurahan Magersari, di kawasan Jalan Raya Losari untuk Mbah Surip. Namun setelah melakukan rapat, keluarga memutuskan Mbah Surip dimakamkan di pemakaman Bengkel Teater milik penyair WS Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat.

Kesehatan Mbah Surip Drop Setelah Minum Air Es
Walau tak lagi muda, sejumlah kerabat dekat Mbah Surip menuturkan kalau pelantun ‘Tak Gendong’ itu memiliki stamina yang kuat. Namun karena minum air es, kesehatan Mbah Surip makin menurun.

“Sejak tanggal 1 Agustus Mbah Surip udah sakit sesak nafas. Gara-garanya kebanyakan minum es, saya jadi merasa kecolongan,” jelas Farid, putra kedua Mbah Surip saat menggelar jumpa pers di Bengkel Teater WS Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2009) malam.

Farid melanjutkan selama ini keluarga memang melarang Mbah Surip minum air dingin. Karena jika minum air es, sesak nafas Mbah Surip kambuh.

Untuk kopi dan rokok, Farid mengaku keluarga tak bisa melarangnya karena Mbah Surip bisa lebih galak. “Kalau rokok dan kopi memang sudah wajib untuk Mbah dan biasanya nggak apa-apa kok,” tuturnya.

Farid kini hanya bisa meratapi kelalaiannya menjaga pola makan ayahnya. Mbah Surip meninggal Selasa (4/8/2009) sekitar pukul 09.00 WIB.

Keluarga Mbah Surip Histeris Tiba di Bengkel Teater
Jasad Mbah Surip akan menjadi saksi pernikahan anak ketiganya, Resia Tri Kresnawati. Rombongan keluarga dari Mojokerto telah datang. Mereka langsung histeris ketika tiba di Bengkel Teater.

Pantauan detikcom, 29 orang rombongan keluarga Mbah Surip dari Mojokerto tiba di Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2009) pukul 21.45 WIB.

Dari 29 orang itu mayoritas di antaranya adalah perempuan. Sekitar 4-5 orang di antara keluarga yang datang langsung menangis histeris.

Mereka terlihat lemas dan langsung dipapah keluarga lainnya. Tak lama mereka ditenangkan dan berkumpul di depan jenazah Mbah Surip untuk menyaksikan pernikahan putri ketiga Mbah Surip, Resia Tri Kresnawati dan Sam.

Pengantin Perempuan Pingsan di Depan Jasad Mbah Surip

lkPeristiwa emosional terjadi ketika prosesi akad nikah putri Mbah Surip, Resia Tri Kresnawati, berakhir. Resia jatuh pingsan saat melihat wajah ayahnya.

Setelah suami Resia, Syamsuri dinyatakan sah membaca ijab kabul dan menyerahkan mas kawin senilai Rp 100 ribu. Keluarga lalu mempersilakan Resia melihat jasad ayahnya untuk terakhir kalinya.

Sejumlah kerabat lalu membuka penutup keranda tempat jasad Mbah Surip diletakkan. Sesaat setelah penutup wajah Mbah Surip dibuka, Resia yang mengenakan kebaya hijau tak kuasa menahan emosi lalu jatuh pingsan.

Perempuan berusia 29 tahun itu pun lalu digotong sejumlah pria, termasuk suaminya, Syamsuri.

Jenazah Mbah Surip Dikawal Ratusan Orang Menuju Liang Lahat

lkMbah Surip segera dimakamkan. Ratusan orang mengawal keranda jenazah Mbah Surip menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.

Suasana gelap di Pemakaman Bengkel Teater Selasa (4/8/2009) malam tidak menghalangi ratusan warga yang antusias melihat pemakaman pelantun ‘Tak Gendong’ itu. Sebuah tenda sederhana berukuran 5×4 meter sudah dipasang di atas liang lahat Mbah Surip.

Hanya beberapa lampu neon yang menjadi penerang tenda tersebut. Untungnya penerangan terbantu dengan lampu kamera sejumlah wartawan media elektronik.

Cuaca Mendung Iringi Jenazah Mbah Surip ke Liang Lahat
Alam seperti berkabung mengiringi pemakaman penyanyi Mbah Surip. Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, cuaca di sekitar lokasi pemakaman terlihat mendung.

Awan tebal menutupi langit Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2009) malam. Tak terlihat kerlap kerlip bintang ketika prosesi pemakaman Mbah Surip.

Pelantun lagu ‘Tak gendong’ itu tepat dimakamkan sekitar pukul 23.10 WIB. Sejumlah kerabat dan pelayat tak dapat menahan emosinya.

Beberapa di antara mereka bahkan terlihat bercucuran air mata. Mbah Surip yang kaya raya namun sederhana itu dimakamkan dengan prosesi yang jauh dari kata mewah.


detikdotcom











Megan Fox Jadi Cewek Terseksi di Dunia

meganBintang ‘Transformers’ Megan Fox benar-benar sedang naik daun. Setelah pada 2008 lalu ia sukses terpilih sebagai cewek terseksi di dunia, pada 2009 ini belum ada yang bisa mengalahkannya. Megan kembali mendapat gelar perempuan paling aduhai di muka bumi.

Gelar tersebut didapatkannya dari majalah pria FHM. Lebih dari 10 juta responden ikut serta dalam polling memilih 100 perempuan terseksi di dunia versi FHM.

Detikhot kutip dari The Sun, Selasa (23/6/2009) Megan lah yang menjadi jawara. Dia adalah perempuan kedua yang bisa terpilih dua tahun berturut-turut sebagai perempuan terseksi. Sebelumnya yang sukses melakoni hal tersebut adalah aktris Jennifer Lopez.

Berada di posisi kedua di bawah Megan, ada aktris Jessica Alba. Meski sudah melahirkan seorang anak, Alba dianggap tetap sebagai perempuan terseksi di dunia.

Alba mengalahkan aktris Hollywood yang tak kalah seksinya yaitu Scarlett Johansson. Pada 2009 ini, Scarlett harus puas berada di peringkat ketiga.

Dari 100, berikut 10 peringkat teratas perempuan terseksi versi FHM:

1. Megan Fox
2. Jessica Alba
3. Scarlett Johansson
4. Jessica Biel
5. Madeline Zima
6. Adriana Lima
7. Elisha Cuthbert
8. Heidi Montag Pratt
9. Anne Hathaway
10. Katy Perry.

Gara-gara Mirip, Megan Fox Ogah Ketemu Jolie

megan_JolliAktris Megan Fox kerap disebut media sebagai the next Angelina Jolie. Kemiripan mereka lah yang membuat media membuat cap tersebut. Nah gara-gara itu kini Megan sama sekali tidak mau bertemu dengan pasangan hidup Brad Pitt tersebut.

“Aku tidak mau bertemu dengannya, pasti aku akan malu,” ujarnya seperti detikhot kutip dari Contact Music, Jumat (12/6/2009).

Megan mengaku kesal dengan ulah media yang menyebutnya sebagai the next Jolie. Ia pun menyebut media kekurangan kreativitas sehingga menyematkan gelar tersebut.

I’m not the next anyone,” tukas bintang Transformes itu.

Megan pun berandai-andai jika memang dirinya Jolie dan mereka bertemu. Menurutnya mungkin saja bintang Tomb Raider itu akan mengumpat dengan kesal.

“Siapa sih bintang Transformers yang katanya akan menjadi the next me,” begitu pengandaian Megan.

detikdotcom

Michael Jackson Meninggal Dunia!

Bintang pop Michael Jackson (50) resmi dinyatakan meninggal dunia. Namun penyebab kematiannya belum bisa dipastikan. Perlu dilakukan otopsi.

Seperti diberitakan Reuters, Kamis (25/6/2009), dokter koronoer di Rumah Sakit Los Angeles Fred Corral menyatakan, otopsi akan dilakukan hari ini, Jumat 26 Juni. Jacko resmo dinyatakan meninggal pada pukul 2.26 waktu setempat.

Sebelumnya, bintang yang sempat digosipkan dengan berbagai skandal ini, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung. Bahkan, beberapa media lokal mengungkapkan, Michael sudah tidak bernafas saat dibawa dalam ambulans.

Kematian Jacko yang begitu mendadak, membuat banyak pihak tersentak. Bahkan ratusan penggemarnya kini telah menanti di luar rumah sakit untuk menyaksikan bintang kesayangannya terakhir kali.

“Untuk Michael, yang dipanggil sangat mendadak dan dalam usia yang muda. Saya tidak bisa berkata-kata, saya kehilangan adik hari ini, dan bagian dari jiwaku bersamamu,” kata sahabat dekat Michael Quincy Jones.

Ratusan Fans Tunggu Jasad Jacko di Rumah Sakit

Kabar Michael Jackson tutup usia menyebar dengan cepat. Ratusan fans Jacko kini telah menyemut di depan rumah sakit untuk memberi penghormatan terakhir.

Jacko dinyatakan tutup usia di rumah sakit Los Angeles. Pria yang terkenal dengan gaya moonwalk tersebut mengembuskan nafas terakhirnya pukul 14:26 waktu setempat.

Walau beberapa kali diterpa kasus pelecehan seksual anak, pria yang berkali-kali operasi plastik tersebut tetap dipuja penggemarnya. Kini sekitar 200 fans mantan suami Lisa Presley tersebut telah berkumpul di depan rumah sakit.

“Saya sangat terkejut, saya kira seseorang berbohong ketika saya pertamakali mendengarnya,” ujar Sue, salah satu fans Jacko seperti detikhot kutip dari Reuters, Kamis (26/6/2009)

Saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga Jacko. Menurut pihak rumah sakit, Jacko tutup usia karena serangan jantung.

Michael Jackson Meninggal Karena Kesepian

Tak hanya serangan jantung yang mengakibatkan ‘The King of Pop’ Michael Jackson meninggal dunia. Menurut sahabatnya, penyebab utamanya adalah rasa kesepian yang dialaminya.

Adalah ilusionis Uri Geller, sahabat dekat Jacko sapaan Michael Jackson yang mengutarakannya. Menurutnya, tekanan batin karena kesepian yang menyebabkan Jacko rapuh.

“Dia memang stress berat. Apalagi persiapan konser 50 tahunnya juga membuatnya ada di bawah tekanan yang besar,” ujar Geller seperti detikhot kutip dari The Sun, Jumat (26/6/2009).

Masih menurut Geller, membuat suatu konser besar di umur yang telah mencapai setengah abad memang merupakan tantangan yang besar. Dan yang paling menyedihkan, pelantun ‘Heal The World’ itu meninggal dalam perasaan kesepian yang mendalam.

“Jacko meningal dalam keadaan kesepian dan merindkan kecintaan fans padanya,” ujar Geller lagi.

Selebriti Banjiri Twitter Dengan Duka Kematian Jacko

Dunia berduka dengan kepergian King of Pop, Michael Jackson alias Jacko. Para selebriti pun membanjiri Twitter dengan kabar kematian Jacko.

Siapa yang tidak mencintai pria bersahaja tersebut? Di mata selebriti, khususnya musisi, Jacko adalah seorang legendaris. Apa yang mereka tulis dalam Twitternya untuk Jacko? Demikian dikutip detikhot dari Los Angeles Times, Jumat (26/6/2009).

Mc Hammer: Saya berkabung untuk teman, saudara, guru dan inspirasi saya. Ia memberi saya dan keluarga sebuah harapan. Saya tak akan begini tanpanya.

Jane Fonda: Saya terkejut. Teman saya Michael Jackson meninggal dunia. Ia tinggal bersama saya seminggu di ‘Golden Pond’ tak lama setelah menggarap ‘Thriller’.

Katy Perry: Oh my God

Ashton Kutcher: Saya mohon kepada pers untuk menghormati keinginannya untuk tidak mengganggu anak-anaknya.

John Mayer: Saya berharap mengenangnya sebagai moonwalking di 83, pemilik MTV, orang yang mempesona, tak terhentikan, Michael Jackson yang tak terkalahkan.

Pete Wentz: Saya tak pernah merasa begini dalam hidup saya sebelumnya. Saya tak bisa membayangkan masa kecil saya sekarang dan tumbuh dewasa. Jika ini benar, rest in peace. Legendaris terakhir.

Miley Cyrus: Michael Jackson adalah inspirasi saya. Cinta dan berkat untukmu.

Ashley Tisdale: Saya harus bilang, 6 dari kita di High School Musical sangat beruntung telah bertemu dengannya. Saya akan terus mengenang momen itu selamanya. RIP Michael.

Steve Aoki
: Berita ini jadi yang terbesar dalam sejarah kematian artis. Lebih besar dari Elvis dan Freddie Mercury buat saya.

Masih banyak lagi selebriti yang berduka karenanya. Selamat jalan Jacko…

Tutup Usia, Jacko Utang 50 Konser

Kematian Michael Jackson akan membuat ratusan ribu fansnya di London gigit jari. Penembang ‘Beat It’ itu rencananya akan menggelar 50 konser di London mulai 13 Juli 2009 mendatang.

Konser berjudul ‘This is It’ rencananya akan berlangsung di O2 Arena, London, Inggris. Sejak Maret 2009, lebih dari 360 ribu tiket presale sudah laris diserbu fans pemilik Neverland Ranch tersebut.

Tiket konser kembalinya Jacko ke panggung tersebut dijual mulai dari harga 115 pound atau hampir dua juta rupiah. Tak hanya itu, promotor juga menyediakan paket VIP yang dibandrol mulai harga 770 pound atau sekitar Rp 13 juta. Paket VIP ini termasuk undangan untuk pesta sebelum konser, minuman champagne pada saat kedatangan, dan pelayanan spesial lainnya.

Dikutip dari situs resmi konser tersebut, michaeljacksonlive.com, raja pop itu akan memulai konser pertamanya tanggal 13 Juli 2009. Setelah itu Jacko akan terus memenuhi kewajibannya menggelar 50 konser sampai yang terakhir 6 Maret 2010. Tiket pertunjukan sampai bulan Februari tahun depan sudah habis terjual. Boyband lawas, New Kids on The Block bahkan dikabarkan ikut meramaikan aksi panggung sahabat Macaulay Culkin itu.

Pihak promotor belum mengeluarkan pengumuman apapun di situs resmi mereka. Siapa sangka kalau Jacko akan berpulang di usia 50 dengan meninggalkan 50 utang konser.

The King Of Pop Itu Telah Meninggalkan Tahtanya

Berita duka bagi seluruh insan musik dunia. Michael Jackson telah meninggal dunia. Raja musik pop dunia itu telah meninggalkan tahtanya.

Michael Jackson memulai karirnya sebagai bintang cilik. bersama keempat saudaranya Marlon, Jackie, Tito dan Jermaine. Grup mereka dinamakan The Jackson Five. The Jackson Five adalah pemenang slaah satu kontes bakat yang kemudian langsung melejit dengan single-singlenya seperti ‘Ben’ dan ‘I Want You Back’.

Di tahun 1982, Jacko remaja sukses sebagai solois dengan album ‘Thriller’nya. Album tersebut terjual hingga 21 juta kopi di Amerika Serikat dan 27 juta kopi di seluruh dunia. Semenjak itu, sebutan ‘The King of Pop’ diberikan padanya.

Sebanyak 13 Grammy Awards telah diraih Jacko sepanjang hidupnya. Sayangnya sinar kesuksesan tersebut harus dinodai dengan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dituduhkan padanya. Namun kasus itu selalu berakhir dengan damai.

Seakan ingin memperkuat tahtanya, Jacko menikahi Lisa Marie, anak ‘The King Of Rock ‘n’ Roll’ Elvis Presley. Namun sayang pernikahan yang berlangsung di tahun 1994 itu harus berakhir dua tahun kemudian. Jacko kembali menikah dengan seorang perempuan bernama Debbie Rowe di tahun 1996 dan kembali bercerai 3 tahun kemudian. Dari kedua pernikahannya, Jacko memiliki 3 anak Prince Michael I, Paris Michael dan Prince Michael II.

Walau bintangnya sempat meredup karena barbagai kontroversi, namun tetap saja Jacko memiliki fans yang setia. Terbukti saat konser kembalinya diumumkan, tiketnya telah habis kurang lebih 6 bulan sebelum konser diadakan.

Sayang, sebelum kembali membuktikan talentanya pada para fans, Jacko telah tiada. Ia meningal satu hari sebelum konser dan turnya akan berlangsung. Sungguh ironis!

Kini tahta ‘The King of Pop’ telah kosong. Adakah yang bisa menggantikannya?


detikdotcom